
Bareksa – Tim Analis Bareksa merekomendasikan saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) sebagai saham pilihan untuk trading hari ini (2/2).
Rekomendasi ini seiring dengan sentimen positif bagi saham-saham penghuni indeks LQ45. Pemerintah berencana menaikkan limit investasi dana pensiun (Dapen) dan asuransi di pasar modal dari 8% menjadi 20%, yang difokuskan pada saham konstituen LQ45. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia.
Harga saham SMGR naik 1,24% jadi Rp2.450 (30/1). Saham emiten semen milik pemerintah ini direkomendasikan beli spekulatif dengan harga masuk di rentang Rp2.420-2.460. Target harga ambil untung saham SMGR di Rp2.530 dan Rp2.580, serta stop rugi di Rp2.350.
Harga saham BBNI menguat 1,58% jadi Rp4.490 (30/1). Saham emiten bank milik pemerintah ini direkomendasikan beli akumulatif dengan harga masuk di rentang Rp4.450-4.500. Target harga ambil untung saham BBNI di Rp4.600 dan Rp4.650, serta stop rugi di Rp4.250.
Harga saham EXCL bertambah 1,54% jadi Rp3.300 (30/1). Saham emiten operator telekomunikasi itu direkomendasikan beli spekulatif dengan harga masuk di rentang Rp3.280-3.310. Target harga ambil untung saham EXCL di Rp3.400 dan Rp3.500, serta stop rugi di Rp3.190.
Stock Pick (Rp) | SMGR | BBNI | EXCL |
|---|---|---|---|
Last Price | 2.450 | 4.490 | 3.300 |
Recommendation | Speculative Buy | Accumulative Buy | Speculative Buy |
Entry Range | 2.420 | 4.450 | 3.280 |
2.460 | 4.500 | 3.310 | |
Target Price (TP) 1 | 2.530 | 4.600 | 3.400 |
Target Price (TP) 2 | 2.580 | 4.650 | 3.500 |
Stop Loss | 2.350 | 4.250 | 3.190 |
Sumber: Tim Analis Bareksa, last price per 30/1/2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,18% atau naik 97 poin ke level 8.330 pada perdagangan Jumat (30/1). Menurut riset Ciptadana Sekuritas Asia (2/2), sepanjang sesi, IHSG bergerak di kisaran 8.167 hingga 8.408. Kenaikan indeks terutama didorong oleh saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, TLKM, dan BMRI yang menjadi penopang utama pasar.
Secara tren menengah, IHSG masih berada dalam fase naik (uptrend), meski saat ini sedang mengalami koreksi teknikal. Setelah sempat menyentuh level tertinggi di sekitar 9.174, IHSG sempat turun cukup tajam, namun berhasil bangkit dengan cepat. Kondisi ini menandakan minat beli investor masih kuat, terutama di area harga bawah.
Pergerakan IHSG masih menunjukkan pola yang sehat dengan kecenderungan harga terus membentuk level yang lebih tinggi, sehingga dominasi sentimen positif masih terjaga. Dalam waktu dekat, IHSG berpotensi menghadapi resistensi di level 8.525, 8.700, dan 9.174. Sementara itu, area support berada di kisaran 7.854–7.482.
Indikator teknikal juga mulai mengarah positif. Sinyal pemulihan jangka pendek muncul setelah indikator menunjukkan kondisi jenuh jual, yang membuka peluang rebound lanjutan. Selama IHSG mampu bertahan di atas area 7.800–7.850, tren penguatan pasar saham Indonesia masih dinilai tetap aman.
Rekomendasi saham SMGR, BBNI, dan EXCL mendapat dukungan sentimen kebijakan pemerintah yang berpotensi meningkatkan aliran dana institusi ke saham LQ45. Selama IHSG mampu bertahan di atas area support utama, peluang pergerakan saham-saham unggulan tetap terbuka, terutama bagi trader jangka pendek yang disiplin pada manajemen risiko.
1. Apa arti kenaikan limit investasi dana pensiun bagi pasar saham?
Kenaikan limit investasi membuka peluang masuknya dana besar dan stabil ke pasar saham, sehingga berpotensi meningkatkan likuiditas dan kepercayaan investor.
2. Mengapa saham LQ45 diuntungkan dari kebijakan ini?
Saham LQ45 memiliki likuiditas tinggi dan fundamental relatif kuat, sehingga menjadi prioritas bagi investor institusi seperti dana pensiun dan asuransi.
3. Apakah rekomendasi saham ini cocok untuk investor jangka panjang?
Rekomendasi ini lebih ditujukan untuk trading jangka pendek, sementara investor jangka panjang tetap perlu mempertimbangkan kinerja fundamental dan tujuan investasi.
4. Apa yang perlu diperhatikan investor sebelum mengikuti rekomendasi saham?
Investor sebaiknya memperhatikan batas risiko, level stop loss, serta menyesuaikan strategi dengan profil risiko masing-masing.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Christian Halim/AM)
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist di PT Bareksa Marketplace Indonesia dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
Disclaimer
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.