BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75%, Ini Daftar Top Reksadana Pasar Uang Bareksa Barometer Mei 2026

Abdul Malik • 18 Jun 2026

an image
Logo Bank Indonesia di pagar Gedung BI di Jakarta. (Shutterstock)

BI Rate naik 25 bps menjadi 5,75% pada 18 Juni 2026 menurut Bank Indonesia. Simak daftar top reksadana pasar uang Bareksa Barometer Mei 2026.

Bareksa - Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75% pada 18 Juni 2026 berdasarkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak April 2025 setelah suku bunga acuan sebelumnya berada di 5,5% pada 9 Juni 2026.

Berdasarkan data Bank Indonesia, kenaikan BI Rate berlangsung bertahap dari 4,75% pada April 2026 menjadi 5,25% pada Mei 2026, kemudian naik lagi menjadi 5,5% pada 9 Juni 2026 dan 5,75% pada 18 Juni 2026. Dengan begitu total kenaikan sejak April 1%. Suku bunga Deposit Facility juga naik menjadi 4,75% dan Lending Facility menjadi 6,5%.

Kenaikan suku bunga acuan umumnya tercermin pada instrumen pasar uang seperti deposito dan surat utang jangka pendek yang menjadi portofolio utama reksadana pasar uang. Kondisi tersebut mengindikasikan perubahan tingkat imbal hasil instrumen yang menjadi aset dasar kategori reksadana pasar uang.

Top Reksadana Pasar Uang Bareksa Barometer Mei 2026

Berikut daftar top 5 reksadana pasar uang berdasarkan Bareksa Barometer Mei 2026 yang menilai kombinasi kinerja historis, dana kelolaan (asset under management/AUM), dan tata kelola (good corporate governance/GCG).

Produk
Imbal Hasil 1 Tahun
Insight Money
5,38%
Insight Money Syariah
5,45%
Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia
4,68%
STAR Money Market Kelas Utama
4,64%
TRIM KAS 2 Kelas A
4,49%

Sumber: Bareksa Barometer Mei 2026, kinerja per 17 Juni 2026.

Bareksa Barometer tidak hanya mempertimbangkan imbal hasil, tetapi juga dana kelolaan dan aspek tata kelola. Karena itu, daftar tersebut mencerminkan kombinasi beberapa indikator dalam satu penilaian.

Kenaikan BI Rate menjadi 5,75% menunjukkan perubahan arah suku bunga dalam beberapa bulan terakhir. Namun, kinerja historis reksadana tidak menjamin kinerja pada masa mendatang dan nilai investasi dapat berfluktuasi sesuai kondisi pasar.

Kesimpulan

BI Rate naik menjadi 5,75% pada 18 Juni 2026, level tertinggi sejak April 2025, setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan secara bertahap dalam dua bulan terakhir. Di tengah kenaikan suku bunga tersebut, reksadana pasar uang tetap menjadi salah satu kategori yang mencerminkan karakteristik likuid dan berbasis instrumen jangka pendek, dengan daftar Bareksa Barometer Mei 2026 dipimpin oleh Insight Money, Insight Money Syariah, dan Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia berdasarkan kombinasi kinerja historis, dana kelolaan, dan tata kelola.

FAQ

1. Apa BI Rate terbaru pada Juni 2026?
BI Rate terbaru sebesar 5,75% berdasarkan hasil RDG Bank Indonesia pada 18 Juni 2026.

2. Mengapa BI Rate 5,75% menjadi perhatian pasar?
Karena level tersebut merupakan yang tertinggi sejak April 2025 berdasarkan data Bank Indonesia.

3. Apa itu Bareksa Barometer?
Bareksa Barometer adalah sistem penilaian reksadana yang mempertimbangkan kinerja historis, dana kelolaan (AUM), dan tata kelola (GCG).

4. Apa saja top reksadana pasar uang Bareksa Barometer Mei 2026?
Daftarnya meliputi Insight Money, Insight Money Syariah, Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia, STAR Money Market Kelas Utama, dan TRIM KAS 2 Kelas A.

5. Apakah daftar ini merupakan rekomendasi investasi?
Tidak. Daftar ini bersifat informatif berdasarkan penilaian Bareksa Barometer dan bukan ajakan membeli atau menjual produk tertentu. 

Investasi di Aplikasi Reksadana Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.

Beli Reksadana di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Romainah/Reynaldi/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist di PT Bareksa Marketplace Indonesia dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.