
Bareksa – Banyak orang ingin mulai investasi, tetapi sering terbentur hal yang sama: lupa top up, tidak konsisten, atau justru menunggu waktu yang “sempurna”. Padahal, dalam dunia investasi, konsistensi sering kali jauh lebih penting daripada sekadar mencari momentum terbaik.
Kabar baiknya, kini ada cara investasi yang lebih praktis—bahkan bisa berjalan otomatis setiap bulan—melalui fitur autodebet. Dikombinasikan dengan instrumen yang relatif stabil seperti reksa dana berbasis sukuk, strategi ini bisa menjadi langkah awal yang sederhana namun berdampak dalam jangka menengah.
Investasi rutin atau yang dikenal sebagai Dollar Cost Averaging (DCA) adalah strategi menanamkan dana secara berkala dalam jumlah yang sama, tanpa perlu memikirkan kondisi pasar.
Pendekatan ini menawarkan beberapa keunggulan:
Membantu membangun disiplin finansial
Mengurangi risiko masuk di harga yang kurang ideal
Lebih ringan karena dilakukan bertahap
Alih-alih menunggu punya dana besar, investor bisa mulai dari nominal yang lebih kecil namun dilakukan secara konsisten. Dalam jangka waktu tertentu, kebiasaan ini dapat membentuk portofolio yang cukup signifikan.
Bagi investor yang mencari instrumen relatif stabil dan sesuai prinsip syariah, reksa dana pendapatan tetap berbasis sukuk bisa menjadi pilihan.
STAR Stable Amanah Sukuk adalah reksa dana syariah yang berinvestasi pada sukuk korporasi atau obligasi syariah. Instrumen ini dikenal memiliki karakteristik imbal hasil yang lebih stabil karena didukung oleh kupon dari penerbit sukuk.
Grafik Pertumbuhan NAB Reksa Dana 1 Tahun
Sumber: Bareksa, periode 14 April 2025 - 14 April 2026
Dalam setahun terakhir (per 14 April 2026), produk ini mencatatkan kinerja sekitar 7,98%. Angka tersebut sudah bersih dan tidak dipotong pajak lagi, karena imbal hasil reksa dana bukan obyek pajak.
Karakteristik tersebut menjadikannya menarik bagi investor yang ingin:
Menghindari fluktuasi tinggi seperti di saham
Tetap mendapatkan potensi imbal hasil yang kompetitif
Berinvestasi sesuai prinsip syariah
Dengan portofolio berbasis sukuk, produk ini juga memberikan kejelasan dari sisi akad dan underlying asset, yang menjadi nilai tambah bagi investor syariah.
Salah satu tantangan terbesar dalam investasi bukan soal memilih produk, melainkan menjaga konsistensi.
Di sinilah fitur autodebet yang tersedia di Super App Bareksa menjadi solusi.
Melalui autodebet, dana investasi akan otomatis dipotong dari rekening setiap bulan sesuai nominal yang ditentukan. Artinya, investor tidak perlu lagi repot melakukan transfer manual atau khawatir lupa berinvestasi.
Keunggulan autodebet antara lain:
Membantu menjaga konsistensi investasi
Mengurangi godaan untuk menunda
Cocok untuk pekerja dengan penghasilan rutin
Dengan kata lain, investasi bisa tetap berjalan bahkan saat kita sibuk dengan aktivitas sehari-hari.
Untuk melihat bagaimana dampak investasi rutin, berikut ilustrasi sederhana menggunakan STAR Stable Amanah Sukuk sejak awal peluncuran hingga sekitar 2,5 tahun:
Investasi awal: Rp10 juta
Investasi rutin: Rp1 juta per bulan
Total modal: Rp39 juta
Dengan kinerja yang sejalan sejak inception, nilai investasi tersebut berkembang menjadi sekitar Rp43,7 juta.
Artinya, terdapat potensi keuntungan sekitar Rp4,7 juta dalam periode tersebut.
Sumber: Bareksa
Sekilas, angka ini mungkin terlihat tidak terlalu besar. Namun, yang perlu diperhatikan adalah proses di baliknya:
Investasi dilakukan secara bertahap, bukan sekaligus
Risiko fluktuasi lebih terjaga
Investor tetap konsisten tanpa perlu memikirkan timing
Seiring waktu, efek dari konsistensi ini dapat semakin terasa, terutama jika periode investasi diperpanjang.
STAR Stable Amanah Sukuk dapat menjadi pilihan bagi beberapa tipe investor, seperti:
Pemula yang ingin mulai investasi dengan cara sederhana
Investor yang mengutamakan prinsip syariah
Pekerja yang ingin mengalokasikan dana secara otomatis setiap bulan
Investor dengan tujuan jangka menengah, seperti 2–5 tahun
Produk ini tidak ditujukan untuk mencari keuntungan tinggi dalam waktu singkat, melainkan untuk membangun portofolio yang lebih stabil dan terarah.
Pada akhirnya, investasi bukan hanya soal berapa besar imbal hasil yang bisa didapat, tetapi juga bagaimana membangun kebiasaan finansial yang sehat.
Menggabungkan instrumen yang relatif stabil seperti sukuk dengan strategi investasi rutin dan fitur autodebet dapat menjadi fondasi yang kuat, terutama bagi investor yang baru memulai.
Daripada menunggu waktu yang “sempurna” yang belum tentu datang, memulai dari langkah kecil yang konsisten justru bisa menjadi keputusan yang lebih bijak.
Dengan pendekatan ini, investasi tidak lagi terasa rumit—melainkan menjadi bagian dari rutinitas yang berjalan secara otomatis, seiring dengan upaya membangun masa depan finansial yang lebih terencana.
(ADV | hm)
* * *
DISCLAIMER
Konten bersponsor. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksa dana.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksa dana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksa dana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.
Tentang Penulis
* Hanum Kusuma Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik.