Reksadana Pendapatan Tetap Trimegah dan Syailendra Masih Stabil, Ini Rahasianya

Hanum Kusuma Dewi • 06 Feb 2023

an image
Ilustrasi investasi di reksadana pendapatan tetap yang masih mendulang cuan di tengah gejolak pasar. (Shutterstock)

TRAM Strategic Plus dan Syailendra Fixed Income Fund mencetak return 2,19% dan 2,02% sepanjang tahun berjalan hingga 03 Februari 2023

Bareksa.com – Berikut kinerja reksadana yang diperdagangkan di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan imbal hasil (return) tertinggi, beserta indeks acuannya periode sebulan terakhir (per 03 Februari 2023) :

Reksadana Saham

IHSG : 0,33%

Indeks Reksadana Saham : 0,24%
HPAM Ultima Ekuitas 1 : 6,08%

Indeks Reksadana Saham Syariah : -1,2%
TRIM Syariah Saham : 1,52%

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : 0,53%
Sucorinvest Anak Pintar : 3,4%

Indeks Reksadana Campuran Syariah : -0,41%
Schroder Syariah Balanced Fund : -0,01%

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : 0,92%
TRAM Strategic Plus: 2,35%

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 0,71%
Reksa Dana Syariah Majoris Sukuk Negara Indonesia : 1,2%

Reksadana Pasar Uang

​Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :

> BCA : 0,258% per bulan
> Bank Mandiri : 0,292% per bulan
> BNI : 0,354% per bulan
> BRI : 0,396% per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,21%
Prospera Dana Lancar : 0,44%

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,23%
Reksa Dana Syariah Bahana Likuid Syariah Kelas S : 0,36%

Rencanakan Investasimu di Reksadana, Klik di Sini

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 03 Februari 2023 naik 0,31% di level 6.911,732. Berdasarkan data CNBC Indonesia, ekpektasi imbal hasil (yield) acuan Obligasi Negara Indonesia 10 tahun tercatat turun di level 6,568% pada Jum'at (03/02/2023) pukul 17.04 WIB, atau -0,061. 

Di tengah kenaikan IHSG, di super app investasi Bareksa terdapat dua reksadana pendapatan tetap yang mampu mencetak imbal hasil 2,19% dan 2,02% sejak awal tahun hingga 03 Februari 2023 (year to date). Dua reksadana itu adalah TRAM Strategic Plus dan Syailendra Fixed Income Fund.

Reksadana TRAM Strategic Plus, kelolaan PT Trimegah Asset Management, mencatatkan cuan 2,19% secara year to date. Berdasarkan fund fact sheet periode Desember 2022, portofolio investasi reksadana ini adalah Obligasi Negara Republik Indonesia FR0065, Obligasi Negara Republik Indonesia FR0073, Obligasi Negara Republik Indonesia FR0074, Obligasi Negara Republik Indonesia FR0075, Obligasi Negara Republik Indonesia FR0080, Obligasi Negara Republik Indonesia FR0082, Obligasi Negara Republik Indonesia FR0083, Obligasi Negara Republik Indonesia FR0091, Obligasi Negara Republik Indonesia FR0096, dan SBSN Seri PBS017. 

Investasi untuk Raih Financial Freedom, Klik di Sini

Sedangkan ​reksadana Syailendra Fixed Income Fund, kelolaan PT Syailendra Capital, meraih cuan 2,02% secara year to date. Berdasarkan fund fact sheet periode Desember 2022, portofolio investasi reksadana ini adalah deposito BBNI_KOTA_MMA, obligasi FR0064, FR0072, FR0073, FR0078, FR0082, FR0096, IFR0006, dan SMINKP02ACN2.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi,atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Mulai Investasi Reksadana Online di Bareksa, Klik di Sini

(Reynaldi Gumay/hm)

* * * 

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.