Bisa Beli Mobil Listrik Rp700 Jutaan Hasil Nabung Reksadana, Ini Caranya

Hanum Kusuma Dewi • 11 Nov 2022

an image
Ilustrasi mobil listrik Hyundai IONIQ 5 yang bisa dibeli secara cash dengan hasil menabung reksadana. (Hyundai Indonesia)

Syailendra Pendapatan Tetap Premium bisa jadi pilihan investor moderat dengan jangka waktu menengah

Bareksa.com - Investasi reksadana bisa jadi solusi untuk mencapai tujuan keuangan, disesuaikan dengan profil risiko. Satu contoh tujuan investasi misalnya ingin membeli mobil listrik secara cash

Untuk kebutuhan mobilitas harian, memiliki kendaraan di perkotaan saat ini sangat penting apalagi setelah kebijakan work from office (WFO) kembali diterapkan. Mobil listrik menjadi solusi buat Smart Investor yang pekerja kantoran, tanpa harus pusing memikirkan aturan ganjil-genap di Ibukota. 

Akan tetapi, Smart Investor perlu ingat kalau mobil termasuk pembelian besar. Sehingga, untuk membelinya perlu mengatur keuangan agar tidak mengganggu kebutuhan harian. 

Selain kredit mobil, menabung bisa menjadi satu cara membeli mobil listrik impian. Namun, bukan menabung biasa, Smart Investor bisa berinvestasi reksadana pendapatan tetap yang bisa memberikan potensi imbal hasil dalam jangka menengah. 

Satu produk reksadana pendapatan tetap yang jadi pilihan adalah Syailendra Pendapatan Tetap Premium. Reksadana yang dikelola oleh Syailendra Capital ini secara historis dapat memberikan imbal hasil yang stabil dengan fluktuasi rendah.

Baca juga Syailendra Pendapatan Tetap Premium Cuan 31,09% Tiga Tahun, Apa Isi Portofolionya?

Menurut data Bareksa, dalam lima tahun terakhir hingga 10 November 2022, reksadana pendapatan tetap ini mencatat imbal hasil (return) 51,6%. Reksadana pendapatan tetap cocok untuk investasi jangka menengah sekitar 3-5 tahun dan untuk investor dengan profil risiko moderat. 

Sebagai gambaran bagaimana menabung di reksadana dapat mengumpulkan uang untuk membeli mobil listrik secara tunai (cash), mari kita gunakan simulasi. Simulasi ini menggunakan data historis reksadana Syailendra Pendapatan Tetap Premium lima tahun terakhir. 

Misalkan Smart Investor memiliki modal untuk investasi awal di reksadana sebesar Rp50 juta. Kemudian, secara rutin Smart Investor dapat menambah investasi per bulan Rp9 juta atau setara Rp300.000 per hari yang dimasukkan ke reksadana Syailendra Pendapatan Tetap Premium

Dalam lima tahun, modal investasi yang terkumpul sebesar Rp590 juta. Tidak hanya segitu, ditambah dengan return, hasil investasi mencapai Rp745,73 juta. Artinya ada pertumbuhan Rp155,73 juta, atau 26,4% dari modal. 

Grafik Simulasi Investasi Syailendra Pendapatan Tetap Premium

Sumber: Bareksa.com 

Dengan hasil investasi reksadana tersebut selama lima tahun, Smart Investor dapat membeli mobil secara tunai. Menurut penelusuran Bareksa, contoh merek mobil listrik baru 2022 seharga Rp700 jutaan antara lain Hyundai IONIQ 5 dan Nissan Leaf. 

Sebagai catatan, simulasi reksadana ini menggunakan data masa lalu dan tidak menjamin kinerja masa depan. Bila harga mobil listrik impian atau target keuangan Smart Investor lebih tinggi, jangka waktu bisa diperpanjang atau modal rutin per bulan bisa ditambah. 

Jadi, Smart Investor punya impian mobil listrik apa? Apapun impian Smart Investor, reksadana Syailendra Pendapatan Tetap Premium bisa dipilih untuk mengumpulkan dananya. 

(ADV | hm)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Konten bersponsor. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.