Top 5 Manajer Investasi Juara Kelolaan Reksadana Pendapatan Tetap Syariah Agustus 2022

Hanum Kusuma Dewi • 21 Sep 2022

an image
Ilustrasi top 5 manajer investasi dana kelolaan reksadana naik tertinggi. (Shutterstock)

Posisi puncak manajer investasi dengan kelolaan reksadana pendapatan tetap syariah terbesar Agustus 2022 ditempati Insight

Bareksa.com - Kinerja positif baik dari sisi dana kelolaan maupun unit penyertaan kembali dipertahankan reksadana pendapatan tetap syariah. Lalu, siapa saja manajer investasi yang berhasil mencatatkan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap syariah terbesar pada Agustus 2022?

Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report August 2022 yang mengolah data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan kelolaan reksadana pendapatan tetap syariah pada bulan lalu Rp8,87 triliun, naik 4% secara bulanan/MOM, melonjak 13% sepanjang tahun berjalan/YTD, dan tumbuh 12% secara tahunan/YOY.

Di sisi lain jumlah unit penyertaan jenis reksadana syariah yang portofolionya obligasi atau sukuk ini, pada bulan lalu 6,59 miliar unit. Unit reksadana pendapatan tetap syariah juga tumbuh positif baik secara bulanan, sepanjang tahun berjalan, dan tahunan yakni masing-masing 3%, 16%, dan 17%.

Top 5 Manajer Investasi

Sementara itu berikut ini top 5 manajer investasi dengan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap syariah terbesar Agustus 2022 :

1. Insight Investments Management

Posisi pertama MI dengan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap syariah terbesar pada bulan lalu ditempati Insight IM. Kelolaan reksadana pendapatan tetap syariah Insight tercatat Rp1,35 triliun.

Pangsa pasar Insight di reksadana pendapatan tetap syariah 15%. Dana kelolaan reksadana pendapatan tetap syariah Insight tumbuh 4% secara bulanan, 19% sepanjang tahun berjalan, dan 15% secara tahunan.

2. Shinhan Asset Management Indonesia

Shinhan AM tercatat menempati posisi kedua MI dengan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap syariah terbesar pada bulan lalu, yakni dengan kelolaan Rp1,28 triliun. Pangsa pasar reksadana pendapatan tetap syariah yang dikuasai Shinhan 14%.

3. Sucor Asset Management

Sucor AM tercatat menempati posisi ke-3 pada Agustus 2022 dengan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap syariah Rp1,10 triliun. Dana kelolaan reksadana pendapatan tetap syariah Sucor tumbuh 14% secara bulanan dan meroket 734% sepanjang tahun berjalan. Pangsa pasar reksadana pendapatan tetap syariah yang dikuasai Sucor AM 12%.

4. Eastspring Investments Indonesia

Eastspring tercatat menempati posisi ke-4 MI dengan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap syariah terbesar pada Agustus 2022, yakni Rp871,78 miliar. Pangsa pasar reksadana pendapatan tetap syariah yang dikuasai Eastspring 10%.

Dana kelolaan reksadana pendapatan tetap syariah Eastspring tumbuh positif 40% secara bulanan, 12% sepanjang tahun berjalan, 9% secara tahunan.

5. Bahana TCW Investment Management

Sementara itu Bahana TCW menempati posisi ke-5 pada Agustus 2022 dengan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap syariah terbesar, yakni Rp850,34 miliar. Pangsa pasar reksadana pendapatan tetap syariah yang dikuasai Bahana TCW 10%.

Dana kelolaan reksadana pendapatan tetap syariah Bahana TCW naik sepanjang tahun berjalan dan tahunan masing-masing 73% dan 61%.

Daftar 20 MI Kelolaan Reksadana Pendapatan Tetap Syariah Terbesar Agustus 2022

Sumber: Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report August 2022

Artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan industri reksadana Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report August 2022. Untuk berlangganan laporan ini silakan hubungi marketing@bareksa.com (cc: data@bareksa.com).

(Martina Priyanti/Tim Data/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.