
Konten ini merupakan kerja sama Bareksa dengan CryptoWave x TRIV Research.
Bareksa - Harga Bitcoin (BTC) berada di Rp1.419.468.448 per token di aplikasi Bareksa per Senin (2/11/2026) pukul 15.57 WIB, naik 24,77% dalam tiga bulan. Bitcoin dan Ethereum (ETH) membuka November di zona hijau, masing-masing naik 1,47% dan 1,78% per 2/11/2026, setelah turun 7,32% dan 16,06% sepanjang Oktober.
Mengutip riset CryptoWave x TRIV Research (2/11/2026), pola musiman November secara historis cenderung mendukung pemulihan. Futures indeks saham AS juga dibuka menguat tipis di awal pekan. Meski begitu, riset menilai pemulihan masih terbatas karena pasar tengah menanti laporan keuangan emiten teknologi AS dan pemilu sela AS pada Selasa (3/11/2026).
Bitcoin adalah aset kripto pertama yang beroperasi sejak 2009. Adapun ETH adalah aset asli jaringan Ethereum yang, menurut situs resmi ethereum.org, dipakai untuk membayar biaya transaksi di jaringan tersebut.
Research Supported by CryptoWave |
Yang terjadi: Bitcoin dan Ethereum mulai hijau di awal November setelah terkoreksi tajam pada Oktober.
Pendorong utama: pola musiman November yang historis cenderung positif dan pemulihan tipis futures saham AS.
Yang perlu dicermati: laporan keuangan Apple, Palantir, dan AMD, pemilu sela AS, serta arus dana ETF kripto spot.
Yang dapat dipertimbangkan: riset menilai bias jangka menengah Bitcoin masih hati-hati positif, tetapi jangka pendek belum pulih, sehingga porsi kripto dapat disesuaikan dengan profil risiko.
Ringkasan Data Bitcoin dan Ethereum
| Indikator | Data Terakhir | Keterangan |
|---|---|---|
Harga BTC di Bareksa (2/11/2026, 15.57 WIB) | Rp1.419.468.448 | Naik 24,77% dalam 3 bulan |
Kinerja BTC November 2026 (per 2/11) | +1,47% | Oktober: -7,32% |
Kinerja ETH November 2026 (per 2/11) | +1,78% | Oktober: -16,06% |
November positif bagi BTC (2010-2025) | 10 dari 16 tahun | Median +10,26% |
November positif bagi ETH (2015-2025) | 5 dari 11 tahun | Rata-rata +4,30% |
Futures S&P 500 / Nasdaq 100 | +0,4% / +0,36% | Awal pekan, menguat tipis |
Sumber: aplikasi Bareksa, CryptoWave x TRIV Research, Coinglass, diolah Bareksa
*November per 2/11/2026. Sumber: Coinglass via CryptoWave x TRIV Research, diolah Bareksa
Pola musiman (seasonality) adalah kecenderungan kinerja aset pada periode tertentu berdasarkan data masa lalu. Data Coinglass dalam riset menunjukkan Bitcoin naik pada 10 dari 16 bulan November sejak 2010, dengan median kenaikan 10,26%.
Untuk Ethereum, rata-rata kinerja November tercatat positif sekitar 4,3%. Namun, angka itu terangkat oleh beberapa tahun dengan kenaikan besar, seperti 2020 dan 2024. Secara frekuensi, ETH hanya naik pada 5 dari 11 bulan November, sehingga sinyal musimannya lebih lemah dibanding Bitcoin.
Riset menilai data ini cukup mendukung fase pembentukan dasar harga (bottoming), tetapi tidak bisa menjadi acuan tunggal. November 2025 menjadi contoh: BTC turun 17,49% dan ETH turun 22,22%.
Sumber: Coinglass via CryptoWave x TRIV Research, diolah Bareksa
Di awal pekan, futures S&P 500 naik sekitar 0,4% dan futures Nasdaq 100 naik sekitar 0,36%. Riset ini membacanya sebagai sinyal pemulihan terbatas setelah Nasdaq Composite turun lebih dari 5% sepanjang Oktober, terutama karena tekanan pada saham chip dan kecerdasan buatan (AI).
Pergerakan saham teknologi AS penting bagi kripto karena keduanya kerap bergerak searah saat investor sedang menambah atau mengurangi aset berisiko. Laporan keuangan Apple dan Palantir hari ini, disusul AMD pada Selasa waktu AS, berpotensi menentukan apakah tekanan pada saham teknologi mereda.
Daftar Akun Crypto RWA di Sini
Mengutip riset CryptoWave x TRIV Research (2/11/2026), pada grafik bulanan Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$78.000 dan masih mempertahankan tren kenaikan jangka panjang. Indikator MACD masih di area negatif, tetapi pelemahannya mulai mereda dibanding bulan sebelumnya.
Harga Terakhir: Rp1.419.468.448 di aplikasi Bareksa, per Senin (2/11/2026) pukul 15.57 WIB, naik 24,77% dalam tiga bulan.
Bias Jangka Menengah: hati-hati positif (cautiously bullish) selama harga bertahan di atas support US$49.111-65.609.
Batas Atas (resistance): US$80.559-86.801; bila tembus dengan volume meningkat, area berikutnya US$93.642-100.998.
Catatan Jangka Pendek: bias masih melemah selama harga belum merebut kembali US$80.559-86.801.
Pada grafik harian, ETH berada di sekitar US$2.308 setelah memantul dari area bullish gap US$1.921-2.222. Area ini berhimpitan dengan level Fibonacci 0,5-0,618, sehingga riset menilainya berpotensi kembali menjadi zona pemantulan. Di aplikasi Bareksa, harga ETH tercatat Rp41.701.205 per Senin (2/11/2026) pukul 15.57 WIB, naik 24,14% dalam tiga bulan.
Batas Atas (resistance): US$2.291-2.376 (4 jam), lalu US$2.358-2.480 (harian).
Skenario Positif: penutupan 4 jam di atas US$2.376 membuka peluang ke US$2.468-2.521.
Batas Bawah (support): US$2.172, lalu US$2.067-2.104.
Catatan: penutupan harian di bawah US$1.921 meningkatkan risiko tren melemah.
Support adalah level harga yang kerap menahan penurunan; resistance adalah level yang kerap menahan kenaikan.
Pola musiman bukan jaminan: November yang hijau di awal bulan bisa berbalik bila sentimen memburuk.
Pantau level penentu: US$80.559 untuk Bitcoin dan US$2.376 untuk Ethereum.
Cermati arus dana institusi: kembalinya arus masuk ETF spot menjadi syarat penting pemulihan menurut riset.
Jaga porsi: aset kripto dapat ditempatkan sebagai porsi kecil sesuai profil risiko, diimbangi aset yang lebih stabil seperti reksadana pasar uang atau SBN Ritel.
Krisis kepercayaan bursa: dampak peretasan Binance masih dicerna pasar.
Arus keluar ETF: ETF Ethereum spot mencatat arus keluar bersih pada 6 dari 7 hari perdagangan terakhir.
Agenda politik dan saham teknologi: pemilu sela AS dan laporan keuangan yang mengecewakan dapat memicu volatilitas.
Nilai investasi: harga aset kripto dapat turun tajam dalam waktu singkat dan tidak ada jaminan atas nilainya.
Bitcoin dan Ethereum membuka November di zona hijau, didukung pola musiman yang historis cenderung positif dan futures saham AS yang menguat tipis. Menurut riset CryptoWave x TRIV, struktur jangka panjang Bitcoin masih naik dan Ethereum memantul dari zona pantul. Namun, bias jangka pendek belum pulih, sehingga perkembangan ini dapat dicermati sambil menjaga porsi kripto sesuai profil risiko.
Pantau Berita BTC di Aplikasi CryptoWave
Research Supported by CryptoWave |
***
Disclaimer
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan. Aset kripto memiliki volatilitas dan risiko tinggi. Bareksa menyajikan ringkasan riset ini berdasarkan kerja sama konten dengan CryptoWave x TRIV Research.
Data Coinglass dalam riset CryptoWave x TRIV Research menunjukkan Bitcoin naik pada 10 dari 16 bulan November sejak 2010, dengan median kenaikan 10,26%.
Tidak. Rata-rata kinerja November ETH positif, tetapi ETH hanya naik pada 5 dari 11 bulan November sejak 2015.
Menurut riset, Bitcoin perlu merebut kembali US$80.559-86.801, sedangkan Ethereum perlu ditutup di atas US$2.376 pada grafik 4 jam.