Bagaimana Diversifikasi Investasi Bisa Mengurangi Risiko?

Abdul Malik • 18 Mar 2021

an image
Ilustrasi investasi di reksadana dan SBN. (Shutterstock)

Salah satu cara paling sederhana untuk melakukan diversifikasi adalah dengan membeli reksadana

Bareksa.com - Setiap orang yang berinvestasi pasti ingin memperoleh keuntungan optimal dengan nilai modal yang semakin bertumbuh, entah menggunakan investasi jangka panjang ataupun produk investasi jangka pendek.

Hanya saja, tetap diperlukan sebuah strategi yang tepat untuk bisa meningkatkan nilai modal yang diinvestasikan. Salah satu caranya adalah dengan diversifikasi, strategi investasi yang masih direkomendasikan oleh para pakar keuangan.

Diversifikasi merupakan sebuah istilah yang sudah sangat familiar bagi para investor, terutama pepatah “Don’t put all your eggs in one basket” alias jangan meletakkan seluruh telur dalam satu keranjang. Artinya adalah adanya keragaman dalam investasi yang dibuat oleh para investor. Pada dasarnya investor menciptakan sebuah portofolio yang beragam demi mengurangi risiko kerugian.

Salah satu cara paling sederhana untuk melakukan diversifikasi adalah dengan membeli reksadana, karena salah satu keuntungan utama berinvestasi dalam reksadana adalah adanya diversifikasi aset.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Diversifikasi aset adalah strategi dalam meracik portfolio dengan menempatkan berbagai sektor dan saham yang dapat memberikan imbal hasil yang berimbang.

Bagaimana Diversifikasi Bisa Mengurangi Risiko?

Sebagai contoh, seorang investor dapat membeli saham di sektor konsumer dan kemudian membeli beberapa saham lain di sektor infrastruktur pada saat yang bersamaan. Hal ini akan membantu investor untuk mengurangi dampak fluktuasi pasar dan meminimalisir kerugian pada portofolio investasi, misalnya saat sektor konsumer sedang turun sementara sektor infrastruktur sedang naik, maka nilai investasi tetap akan terdongkrak karena tertolong performa dari sektor infrastruktur.

Pada reksadana, nasabah pada dasarnya membeli Unit Penyertaan yang berisi beberapa jenis aset sekaligus. Keuntungan reksadana lainnya adalah diversifikasi dan alokasi aset secara instan tanpa harus mengeluarkan biaya yang mahal.

Merupakan hal yang normal jika nasabah ingin berinvestasi pada instrumen investasi yang menawarkan potensi imbal balik tertinggi. Namun, hal ini dapat menyebabkan nasabah meletakkan seluruh telur di dalam satu keranjang. Ketika dinilai berdasarkan basis risiko-pendapatan (risk to return), besar risiko yang investor tanggung akan setara atau jauh lebih besar dengan besarnya potensi pendapatan.

Singkatnya, reksadana memungkinkan nasabah mengalokasikan investasi tidak hanya ke dalam berbagai sektor dan industri, tetapi juga ke dalam aset yang beragam seperti saham, obligasi, dan/atau instrumen pasar uang. Hal ini meningkatkan peluang mendapatkan imbal hasil sambil menjaga risiko seminimal mungkin.

(KA01/Arief Budiman/AM)

* * * 

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi Bareksa, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.