Menabung dan Investasi, Apa Bedanya?

Hanum Kusuma Dewi • 02 Mar 2021

an image
Ilustrasi menabung uang koin dan investasi

Untuk mengalahkan inflasi, kita bisa melakukan investasi

Bareksa.com - Sejak kecil, sebagian dari kita sudah diajarkan oleh orang tua untuk menabung. Benarkah hanya dengan menabung kita bisa menjadi lebih kaya? 

Menabung adalah menyimpan uang untuk kebutuhan nanti di masa depan, dengan wadah bisa di celengan atau di rekening bank. Namun, menabung tidak selamanya membuat kita kaya karena ada faktor inflasi yang membayangi. 

Inflasi adalah peningkatan harga barang-barang dalam periode tertentu, sehingga nilai uang pun tergerus. Misalnya, 10 tahun yang lalu dengan uang Rp100.000 kita bisa membayar makanan untuk dua orang di restoran, sekarang angka segitu hanya bisa untuk satu orang. 

Kalau 10 tahun lalu kita menabung Rp100.000, kini uang kita tetap Rp100.000. Tetapi, karena inflasi, kemampuan nilai uang kita untuk membeli barang jadi berkurang. Itulah jahatnya inflasi. 

Untuk mengalahkan inflasi, kita bisa melakukan investasi. Investasi adalah menaruh sejumlah uang atau modal dalam aset investasi, contohnya di reksadana. Investasi bisa dimulai dengan modal terjangkau, hanya Rp10.000 dan mudah dengan fitur Invest di aplikasi OVO

Fitur OVO | Invest merupakan kolaborasi OVO dengan Bareksa sebagai APERD yang menyediakan reksadana pasar uang Manulife OVO Bareksa Likuid (MOBLI), yang berpotensi memberikan imbal hasil lebih tinggi daripada inflasi saat ini. 

Potensi imbal hasil reksadana pasar uang ini sudah bersih, karena tidak dikenakan pajak lagi dan tidak ada biaya administrasi bulanan. Berbeda dengan tabungan bank yang terkena pajak bunga 20 persen dan ada biaya admin sekitar Rp10.000 per bulan. 

Untuk membandingkannya, mari kita gunakan simulasi dengan modal awal Rp1 juta di reksadana dan di tabungan bank. Kemudian, kita menyimpannya selama satu tahun dengan potensi 2 persen di reksadana dan 2 persen untuk bunga bank per tahun. 


Reksadana
Tabungan Bank

Modal awal

1.000.000

1.000.000

Potensi imbal hasil

20.000

20.000

Pajak

0

4.000

Admin bulanan x 12

0

120.000

Hasil akhir

1.020.000

896.000

Imbal hasil

20.000

-104.000

Hasilnya, seperti terlihat di dalam tabel, investasi reksadana bisa memberikan hasil akhir Rp1.020.000 atau tumbuh Rp20.000. Sementara itu, di tabungan bank, nilai uang kita jadi tinggal Rp896.000, atau berkurang Rp104.000. 

Selain itu, investasi reksadana melalui OVO | Invest juga punya keunggulan pencairan cepat ke OVO Cash. Dana ini bisa langsung kita gunakan untuk pembayaran atau belanja di aplikasi OVO

Kesimpulannya, investasi di reksadana memiliki keunggulan yang berpotensi mengalahkan inflasi. Reksadana juga merupakan investasi resmi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Perlu dicatat, investasi reksadana mengandung risiko dan simulasi yang digunakan dengan data masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan. Baca dulu informasi reksadana (prospektus dan fund fact sheet) sebelum mulai investasi ya. 

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.