Harga Pangan Ramadan Dorong Inflasi 2022, Hadapi dengan Investasi

Hanum Kusuma Dewi • 11 Apr 2022

an image
Ilustrasi seorang konsumen membeli minyak goreng kemasan di supermarket. Kenaikan harga pangan Ramadan telah mendorong inflasi. (shutterstock)

Investasi reksadana berbasis saham big caps bisa menjadi pilihan bagi investor agresif

Bareksa.com - Ramadan selalu disambut dengan suka cita, tetapi juga kekhawatiran karena harga pangan yang langganan melonjak. Bagaimana smart investor menyiasati kondisi ini? 

Menurut data yang dikompilasi Bareksa, beberapa bahan pokok pangan mengalami kenaikan signifikan, bahkan hanya dalam sebulan terakhir. Hal ini disebabkan tingginya permintaan bahan pangan ketika memasuki bulan puasa. 

Dalam daftar harga pangan yang dikompilasi dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, bahan pokok yang kenaikannya signifikan hingga double digit dalam sebulan terakhir termasuk gula pasir, minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan bermerek. Bahkan, kenaikan harganya hingga 35 persen!

Tabel Daftar Harga Pangan Nasional

Sumber: PIHPS Nasional, Bareksa Research Team per 31 Maret 2022

Kenaikan harga pangan ini tentu saja mendorong inflasi, alias peningkatan harga barang-barang. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Maret 2022 mencapai 0,66 persen dan menjadikan inflasi tahunan sebesar 2,64 persen. 

Lihat juga Bareksa Insight : Awal April 2022, Investor Bisa Cermati Sentimen Pasar Berikut

Dengan adanya inflasi, nilai uang yang dimiliki masyarakat tentu semakin tergerus. Misalnya dulu dengan uang Rp100.000 bisa dapat 6 liter minyak goreng, sekarang hanya bisa dapat 4 liter. 

Bagaimana cara menghadapi inflasi? 

Smart investor tentu tahu, untuk menghadapi inflasi kita perlu menyimpan uang dalam instrumen investasi yang dapat tumbuh lebih tinggi daripada inflasi. Contohnya dengan investasi reksadana

Investasi reksadana pasar uang saja sudah memiliki potensi lebih tinggi daripada tabungan atau deposito. Apalagi, investor dengan profil risiko agresif bisa menaruh uang di reksadana saham, yang potensinya lebih tinggi daripada reksadana pasar uang. 

Baca juga Cari Investasi Syariah? Gunakan Fitur Spesial Ramadan di Super App Bareksa

Berikut adalah daftar reksadana saham dan reksadana indeks di Bareksa dengan portofolio mayoritas di saham-saham berkapitalisasi besar (big caps). Sebagai catatan, saham-saham big caps ini sedang dalam incaran investor asing sehingga berpotensi untuk menguat. 

Tabel Daftar Reksadana Saham dan Reksadana Indeks Berbasis Big Caps

Namun, perlu diingat, potensi imbal hasil reksadana seiring dengan risikonya. Semakin tinggi risiko, semakin tinggi pula potensi imbal hasilnya (high risk high return). 

Demi kenyamanan dalam berinvestasi reksadana, smart investor perlu menyesuaikan jenis produk dengan tujuan keuangan dan profil risiko. 

Lihat ​Promo Big Ramadan: Investasi Plus Donasi dengan Reksadana Syariah, Bisa Raih Hadiah

(hm)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.