Bareksa Insight : Jelang Ramadan, Reksadana Ini Potensi Cuan

Abdul Malik • 31 Mar 2022

an image
Ilustrasi pedagang kue sedang melayani pembeli yang sedang mempersiapkan takjil menjelang buka puasa di bulan Ramadan. Sektor konsumsi melonjak saat Ramadan sehingga menopang kinerja IHSG dan reksadana berbasis saham sektor konsumsi. (Shutterstock)

Sektor konsumen primer menguat 1,84 persen mendorong kenaikan kinerja IHSG hingga kembali mencatat rekor tertinggi baru pada perdagangan kemarin

Bareksa.com - Jelang awal bulan Ramadan pada akhir pekan ini, sektor konsumen primer yang menguat 1,84 persen mendorong kenaikan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin.

Menurut analisis Bareksa, dalam 3 pekan terakhir, sektor ini telah meroket 4,67 persen seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang dapat mendorong konsumsi. Hal ini turut menopang kenaikan kinerja reksadana saham dan reksadana indeks berbasis saham sektor konsumsi primer.

IHSG pada 30 Maret 2022 tercatat naik 0,59 persen ke level 7.053,19, merupakan rekor penutupan tertinggi baru sepanjang masa (all time high) bagi pasar saham nasional. 

Di sisi lain, setelah sehari sebelumnya mengalami pelemahan, pasar obligasi nasional kembali naik. Analisis Bareksa melihat, kenaikan pasar surat utang seiring potensi damai Rusia - Ukraina yang dinilai bisa mengurangi risiko global, sehingga bisa mendorong penurunan imbal hasil (yield) acuan obligasi global, termasuk Indonesia. 

Hal ini mempengaruhi kenaikan mayoritas harga obligasi serta penguatan reksadana pendapatan tetap. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 30/03/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat di  level 6,8 persen pada 30 Maret 2022.

Baca : Bareksa Raih Pendanaan Seri C dari Grab, Kukuhkan Sinergi Grab - Bareksa - OVO

Apa yang bisa dilakukan Investor?

Analisis Bareksa menilai, mayoritas bursa saham regional Asia pagi ini dibuka variatif, sehingga IHSG juga berpotensi bergerak terbatas menanti rilis data ekonomi pada akhir pekan ini. 

Selain berinvestasi di reksadana saham, investor dengan profil risiko agresif juga dapat mempertimbangkan untuk diversifikasi investasi di reksadana pendapatan tetap berbasis obligasi pemerintah dan obligasi korporasi.

Baca : Kerahkan Sinergi Ekosistem, Grab-OVO Ikut Mendukung Perluasan Distribusi SBN Melalui Bareksa

Beberapa produk reksadana pendapatan tetap, reksadana saham dan reksadana indeks dengan cuan cemerlang yang bisa dipertimbangkan oleh investor dengan profil risiko moderat - agresif adalah sebagai berikut : 

Imbal Hasil 6 Bulan (per 30 Maret 2022)

Reksadana Indeks

RHB SRI KEHATI Index Fund : 18,31 persen
BNP Paribas Sri Kehati : 18,39 persen

Reksadana Saham

Batavia Dana Saham Syariah : 9,23 persen
Schroder 90 Plus Equity Fund : 10,92 persen

Imbal Hasil 3 Tahun (per 30 Maret 2022)

Reksadana Pendapatan Tetap

TRIM Dana Tetap 2 : 20,45 persen
Sucorinvest Bond Fund : 35,01 persen

Baca : Kolaborasi PT Pegadaian - Bareksa, Hadirkan Tabungan Emas Online untuk Investasi Terintegrasi

Investasi Sekarang

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.