
Bareksa - Saham teknologi Amerika Serikat (AS) tertekan pada Kamis (29/10/2026) waktu AS. Indeks Nasdaq turun 1,38% ke 26.184,72 setelah saham Alphabet anjlok 12,6%. Penyebabnya, pendapatan Alphabet di bawah perkiraan dan dananya untuk AI terus terkuras, sehingga investor menilai ulang saham teknologi AI. Namun tidak semua saham ikut turun: Apple ditutup di rekor tertinggi, Amgen naik 1,97%, dan Accenture naik 1,57%. Pada Jumat (30/10/2026) pukul 08.18 WIB, token ketiga saham itu tercatat naik 1,25% hingga 2,75% dalam 24 jam terakhir.
Yang terjadi: Nasdaq turun 1,38% setelah Alphabet anjlok 12,6%, tetapi token saham Accenture (ACNON) naik 2,75%, Amgen (AMGNON) naik 1,66%, dan Apple (AAPLON) naik 1,25% dalam 24 jam terakhir.
Penyebab utama: Pendapatan Alphabet di bawah perkiraan dan dananya untuk AI terus terkuras, sehingga Nasdaq turun. Dana lalu berpindah ke sektor lain, termasuk kesehatan, keuangan, dan saham kecil, menurut Yahoo Finance dan Reuters. Apple ditutup di rekor tertinggi, tetapi sumber yang kami baca belum menyebut penyebab khususnya hari itu.
Yang perlu dicermati: Inflasi PCE (ukuran inflasi pilihan The Fed, bank sentral AS) September naik ke 3,6% dan pasar memperkirakan kenaikan bunga pada Desember, menurut Yahoo Finance. Bunga tinggi dapat menekan saham, sehingga harga token berpotensi berubah cepat.
Yang dapat dipertimbangkan: RWA US Stocks dapat dicermati hanya bila siap menerima fluktuasi tinggi. Reksadana pasar uang USD dapat dicermati untuk porsi dolar AS yang lebih stabil, sesuai profil risiko.
Ringkasan Data Pasar
| Indikator | Penutupan 29/10 | Perubahan harian |
|---|---|---|
Nasdaq Composite | 26.184,72 | -1,38% |
S&P 500 | 7.720,39 | -0,30% |
Dow Jones | 52.342,56 | -0,25% |
Alphabet (GOOGL) | US$283,82 | -12,64% |
Amgen (AMGN) | US$460,73 | 1,97% |
Apple (AAPL) | US$348,91 | 1,48% |
Accenture (ACN) | US$247,22 | 1,57% |
Kurs USD/IDR | Rp18.065 (29/10) | -0,28% |
Sumber: Yahoo Finance, Investing, penutupan 28/10 ke 29/10
Dana keluar dari saham AI yang boros kas. Reuters menyebut pendapatan Alphabet di bawah perkiraan dan pembakaran kas untuk AI makin cepat, sehingga sahamnya turun 12,6% dan menyeret Nasdaq. Saham perangkat lunak ikut tertekan setelah laporan ServiceNow dan Fortinet. Yahoo Finance mencatat dana berpindah ke sektor kesehatan, keuangan, dan properti, sementara Reuters mencatat saham kecil (Russell 2000) naik 1%. Amgen termasuk sektor kesehatan, salah satu sektor yang menguat hari itu, tetapi sumber yang kami baca belum menyebut penyebab khusus naiknya saham Amgen.
Saham dasarnya memang naik. Token RWA mengikuti harga saham asli. Saat sesi reguler, Apple naik 1,48% ke rekor penutupan US$348,91 dan Accenture naik 1,57%, sementara Nasdaq turun 1,38%. Penyebab khusus naiknya Apple dan Accenture hari itu belum disebut sumber yang kami baca, sehingga kami tidak mengaitkannya dengan sektor defensif.
Penguatan berlanjut setelah bursa tutup. Pada perdagangan setelah jam bursa, Amgen naik sekitar 2,2%, Apple sekitar 0,9%, dan Accenture sekitar 0,6% dari penutupan. Token dapat diperdagangkan di luar jam bursa AS, sehingga return 24 jam ikut mencerminkan pergerakan tersebut.
Kurs rupiah. Rupiah melemah tipis 0,35% ke Rp18.128 per dolar AS. Pelemahan ini ikut menaikkan harga token dalam rupiah, tetapi pengaruhnya kecil dibanding kenaikan harga saham aslinya. Tidak semua sinyal positif. Saham perangkat lunak justru tertekan. ETF software (IGV) turun 3,52%, sehingga token saham sektor ini kurang didukung sinyal pasar hari ini.
Grafik: Perubahan harga saham AS sejak 29/09/2026 (=100). Sumber: Yahoo Finance per 29/10/2026
Artinya, jatuhnya saham yang boros kas untuk AI tidak otomatis menurunkan semua saham AS, dan sebagian saham lain masih menguat. Namun token mengikuti harga saham setiap hari, sehingga bisa berbalik secepat naiknya. Investor dapat mencermati produk berikut sesuai profil risiko.
Token yang mengacu pada harga saham asli, bukan saham langsung. Fluktuasinya tinggi.
Produk | Harga | Return 24 Jam | Return 3 Bulan | Sinyal Pasar |
|---|---|---|---|---|
Accenture Tokenized Stock (ACNON) | Rp4.826.184,83 | 2,75% | 49,10% | Saham ACN naik 1,57%. Return 3 bulan sangat tinggi, sehingga fluktuasi dapat besar. |
Amgen Tokenized Stock (AMGNON) | Rp8.902.824,56 | 1,66% | 14,74% | Sektor kesehatan defensif. Saham AMGN naik 1,97%. |
Apple Tokenized Stock (AAPLON) | Rp6.542.380,76 | 1,25% | 14,81% | Saham AAPL naik 1,48% saat Nasdaq turun 1,38%. |
Sumber: Bareksa, per 30/10/2026 pukul 08.18 WIB. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
Reksadana yang berinvestasi pada instrumen pasar uang berdenominasi dolar AS, dengan fluktuasi relatif rendah.
Produk | Return 1 Tahun |
|---|---|
Sucorinvest Money Market USD | 3,69% |
BRI Seruni Likuid Dolar | 3,06% |
Bahana Liquid USD | 2,61% |
Sumber: Bareksa, per 29/10/2026. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
Volatilitas tinggi: harga token dapat naik atau turun tajam dalam satu hari, termasuk karena laporan kinerja perusahaan.
Risiko kurs: harga token dalam rupiah dipengaruhi pergerakan rupiah terhadap dolar AS.
Suku bunga dan inflasi: inflasi AS yang masih tinggi dapat mendorong kenaikan bunga dan menekan saham.
Risiko produk: RWA bukan saham langsung, bukan instrumen bebas risiko, dan tidak dijamin LPS.
Nasdaq turun karena Alphabet mengecewakan dan investor menilai ulang saham AI, tetapi token saham Accenture, Amgen, dan Apple naik dalam 24 jam karena harga saham aslinya naik, penguatan berlanjut setelah bursa tutup, dan rupiah melemah tipis. Investor dapat mencermati RWA US Stocks sesuai profil risiko, serta mempertimbangkan reksadana pasar uang USD untuk porsi yang lebih stabil.
Daftar Akun Crypto RWA di Sini
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
Disclaimer
Perdagangan aset kripto memiliki risiko tinggi. Harga dapat naik dan turun secara signifikan. Pastikan kamu memahami risikonya sebelum bertransaksi. Seluruh rangkaian proses transaksi aset kripto melalui sistem PT Tiga Inti Utama (TRIV). TRIV Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
Karena token mengikuti harga saham aslinya (Amgen, Apple, Accenture) yang naik, sementara Nasdaq turun akibat Alphabet. Token juga ikut bergerak di luar jam bursa AS.
Token yang mengacu pada harga saham AS. Pemegangnya tidak memiliki saham langsung, dan harganya bisa sangat berfluktuasi.
Transaksi saham setelah sesi reguler bursa AS ditutup. Likuiditasnya biasanya lebih tipis sehingga harga dapat berubah cepat.