Bareksa Insight: IHSG Rebound usai BI Tahan Bunga, Aset Global Jadi Opsi Diversifikasi

Abdul Malik • 22 Oct 2026

an image
Ilustrasi bitcoin aset crypto yang menggunakan teknologi blockchain digambarkan dengan koin BTC dan rantai. (Pexels)

IHSG naik 0,94% ke 5.328 setelah BI menahan BI Rate di 5,75%, tapi turun 10,34% sepekan. Kini hadir aset kripto dan token saham AS di Bareksa sebagai opsi diversifikasi global, di samping reksadana dan emas.

Bareksa – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,94% ke 5.328,36 pada Rabu (21/10/2026), rebound dua hari berturut-turut. Analis Mirae Asset Sekuritas menilai kenaikan ini ditopang keputusan Bank Indonesia (BI) menahan BI Rate di 5,75% dan aksi beli saham murah. Meski begitu, IHSG masih turun 10,34% dalam sepekan.

Investor asing mencatat beli bersih tipis Rp12,49 miliar pada 21/10, tetapi sejak awal tahun masih jual bersih Rp92,09 triliun. Jual bersih berarti asing menjual lebih banyak saham daripada membeli. Isu MSCI, penyedia indeks acuan dana global, juga belum reda. Aset global seperti kripto dan token saham AS kini hadir di Bareksa sebagai opsi diversifikasi.

Ringkasan Penting untuk Investor

  • Yang terjadi: IHSG naik 0,94% ke 5.328,36 tetapi turun 10,34% sepekan; rupiah menguat 0,07% ke Rp17.998 per dolar AS; emas dunia naik 0,65%; imbal hasil SBN 10 tahun naik ke 7,446%.

  • Penyebab utama: analis menilai rebound ditopang BI Rate yang ditahan di 5,75% dan aksi beli saham murah, sementara beli bersih asing baru Rp12,49 miliar dan isu MSCI belum reda.

  • Yang perlu dicermati: rapat The Fed (bank sentral AS) 27-28 Oktober dengan peluang kenaikan bunga 16,1% menurut CME FedWatch, harga minyak Brent di 109,99 dolar AS per barel, dan keputusan MSCI.

  • Yang dapat dipertimbangkan: reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap secara bertahap, emas secara dicicil, dan Crypto RWA hanya bagi yang siap risiko tinggi, sesuai profil risiko.

Ringkasan Data Pasar

Indikator
Harga Terakhir
Perubahan

IHSG (21/10)

5.328,36

Naik 0,94% harian; turun 10,34% sepekan

Rupiah (USD/IDR)

Rp17.998 per dolar AS

Menguat 0,07% harian; melemah 0,55% sepekan

Emas dunia

4.141,28 dolar AS per ons

Naik 0,65% harian; naik 0,87% sepekan

Minyak Brent

109,99 dolar AS per barel

Naik 1,10% harian; naik 3,71% sepekan

Imbal hasil SBN 10 tahun

7,446%

Naik 0,28 poin persentase dari 7,169%

Imbal hasil obligasi AS 10 tahun

5,123%

Naik 0,01 poin harian; turun 0,07 poin sepekan

Peluang The Fed naikkan bunga (28/10)

16,1%

15,5% (20/10); 33,2% (14/10); 57,6% (21/9)

Sumber: Investing.com, FT.com, BEI, CME FedWatch diolah 

Sinyal Pasar Terkuat: Rebound IHSG Belum Hapus Penurunan Sepekan

Dalam sepekan, IHSG bergerak paling besar: turun 10,34%, jauh di atas Brent (naik 3,71%), emas (naik 0,87%), dan rupiah (melemah 0,55%). Sinyal pendamping: imbal hasil SBN 10 tahun naik ke 7,446%. Data Investing.com sebelumnya tidak berubah beberapa hari, sehingga lonjakan ini dapat mencerminkan pembaruan data dan penyebabnya belum dapat dipastikan.

Sinyal Penting: BI Rate Ditahan 5,75%

Rapat Dewan Gubernur BI 20-21 Oktober memutuskan mempertahankan BI Rate di 5,75%. Banyak ekonom sebelumnya memproyeksikan kenaikan.

Pergerakan IHSG, Rupiah, Emas, Imbal Hasil SBN, Imbal Hasil Obligasi AS & Brent Sebulan

Sumber: Investing.com, FT.com

Apa Artinya bagi Investor?

Reksadana Pasar Uang

Berinvestasi di instrumen jangka pendek yang relatif mudah dicairkan, sehingga dapat dicermati untuk dana jangka pendek.

Reksadana
Return 1 tahun

Setiabudi Dana Pasar Uang

5,25%

Avrist Ada Kas Mutiara

4,8%

Sumber: Bareksa, kinerja per 21/10/2026

Reksadana Pendapatan Tetap

Dapat dicermati bertahap; nilainya naik-turun mengikuti imbal hasil obligasi.

Reksadana
Return 1 tahun

Syailendra Sharia Fixed Income A

5,73%

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

5,45%

Danamas Stabil

5,17%

Insight Renewable Energy Fund

4,54%

Sumber: Bareksa, kinerja per 21/10/2026

Crypto RWA

Kini hadir di Bareksa, aset kripto dan token saham AS untuk diversifikasi ke aset global di tengah tekanan pasar domestik. Dalam tiga bulan, token SpaceX (SPCXX) naik 39,69% dan Bitcoin naik 26,15%. J.P. Morgan Asset Management memproyeksikan imbal hasil Bitcoin rata-rata 10% per tahun dalam skenario dasar jangka panjang (10-15 tahun), dengan rentang skenario minus 9,7% hingga plus 17% per tahun; proyeksi ini bukan jaminan. Volatilitas tinggi dan bukan reksadana; sesuaikan dengan profil risiko.

Aset Crypto RWA
Return 3 bulan

Bitcoin (BTC)

26,15%

SpaceX Tokenized (SPCXX)

39,69%

Apple Tokenized (AAPLX)

7,49%

Sumber: Bareksa, kinerja per 22/10/2026 09:55 WIB

Emas

Harga emas dunia naik 0,65% ke US$4.141,28 per ons pada 21/10. Membeli sedikit demi sedikit secara rutin (dollar cost averaging/DCA) dapat dicermati investor jangka panjang.

Emas digital Bareksa
Harga beli per gram

Treasury

Rp2.429.635

Pegadaian

Rp2.434.000

Indogold

Rp2.401.464

Sumber: Bareksa Emas, per 22/10/2026 pagi.

Faktor Risiko

  • Keputusan MSCI: jika status pasar Indonesia diturunkan, dana asing dapat keluar dari saham Indonesia; keputusan final paling lambat 30 Juni 2027.

  • Arus dana asing: jual bersih yang berlanjut dapat menahan IHSG dan menekan rupiah.

  • Bunga tinggi lebih lama: imbal hasil obligasi AS 5,123%, Brent US$109,99 per barel, dan peluang kenaikan bunga The Fed 16,1% (CME FedWatch) dapat menekan harga obligasi.

  • Crypto RWA: harganya dapat naik-turun tajam dan produk ini berbeda dari reksadana.

Kesimpulan

IHSG rebound dua hari, tetapi masih turun 10,34% sepekan, asing masih jual bersih Rp92,09 triliun sejak awal tahun, dan isu MSCI belum selesai, sehingga pasar dapat tetap bergejolak. Reksadana pasar uang dapat dicermati untuk likuiditas, lalu reksadana pendapatan tetap secara bertahap dan emas secara dicicil. Crypto RWA dapat menjadi opsi diversifikasi global bagi yang siap risiko tinggi, sesuai profil risiko.

Daftar Akun Crypto RWA di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

Disclaimer

Perdagangan aset kripto memiliki risiko tinggi. Harga dapat naik dan turun secara signifikan. Pastikan kamu memahami risikonya sebelum bertransaksi. Seluruh rangkaian proses transaksi aset kripto melalui sistem PT Tiga Inti Utama (TRIV). TRIV Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.

Pertanyaan Umum

Apa arti BI menahan BI Rate?

BI Rate adalah suku bunga acuan. Ditahan berarti tidak dinaikkan atau diturunkan dari 5,75%.

Apa itu jual bersih asing?

Jual bersih berarti investor asing menjual lebih banyak saham daripada membeli. Jika berlanjut, IHSG dan rupiah dapat tertekan.

Apakah rebound IHSG berarti pasar sudah aman?

Belum tentu. IHSG naik 0,94% tetapi masih turun 10,34% sepekan, dan isu MSCI belum selesai.

Mengapa imbal hasil SBN berpengaruh ke reksadana?

Imbal hasil adalah keuntungan pemegang obligasi. Saat imbal hasil naik, harga obligasi yang sudah beredar cenderung turun sehingga nilai reksadana pendapatan tetap dapat berfluktuasi.

Profil Penulis

Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WMI dan WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.