Bareksa Insight: IHSG Anjlok di Level Terendah 3 Bulan, Cermati SBR015, Reksadana & Emas

Abdul Malik • 13 Oct 2026

an image
Karyawan memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sambil memegang handphone, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (17/5/2021). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.

IHSG turun 2,59% ke 5.936,15 pada Senin (12/10), terendah tiga bulan, saat isu MSCI dan minyak Brent 106,65 dolar AS membebani pasar. Ini data, sinyal pasar, dan produk investasi yang dapat dicermati.

Bareksa - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 2,59% ke 5.936,15 pada Senin (12/10/2026), level terendah tiga bulan, dan turun 2,99% dalam sepekan. Seluruh 11 sektor melemah; 632 saham turun dan 118 naik (Antara). Minyak Brent naik 1,84% ke 106,65 dolar AS per barel, sedangkan emas dunia turun 0,56% ke 4.170,86 dolar AS per ons.

Ringkasan Penting untuk Investor

  • Yang terjadi: IHSG turun 2,59% ke 5.936,15, rupiah melemah tipis 0,07% ke Rp17.893 per dolar AS, emas dunia turun 0,56% ke 4.170,86 dolar AS per ons, dan imbal hasil (keuntungan pemegang obligasi) SBN 10 tahun turun ke 7,199%.
  • Penyebab utama: kekhawatiran pasar soal MSCI (penyedia indeks saham global) dan minyak Brent yang naik setelah serangan Houthi ke Arab Saudi; analis menyebut ketidakpastian global masih tinggi.
  • Yang perlu dicermati: data inflasi AS (Rabu 14/10), data harga produsen AS (Kamis 15/10), rapat The Fed 28 Oktober (peluang naik bunga 20,5% menurut CME FedWatch), tinjauan MSCI November, pemilu sela AS 3 November, dan Selat Hormuz.
  • Yang dapat dipertimbangkan: SBR015 (penawaran sampai 22 Oktober), reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap secara bertahap, reksadana campuran dicicil, dan emas, sesuai profil risiko.

Ringkasan Data Pasar

Indikator

Posisi 12 Okt 2026

Perubahan

IHSG

5.936,15

Turun 2,59% harian; turun 2,99% sepekan; turun 9,16% sejak 14/9

Rupiah (USD/IDR)

Rp17.893

Melemah 0,07% harian; menguat 0,04% sepekan; melemah 1,40% sejak 14/9

Emas dunia

US$4.170,86 per ons

Turun 0,56% harian; naik 0,75% sepekan; turun 2,98% sejak 14/9

Minyak Brent

US$106,65 per barel

Naik 1,84% harian; naik 6,31% sepekan; naik 0,92% sejak 14/9

Imbal hasil SBN 10 tahun

7,199%

Turun dari 7,237% (9/10); naik dari 7,167% (5/10); naik dari 7,156% (14/9)

Imbal hasil obligasi AS 10 tahun

5,231%

Turun dari 5,244% (9/10); turun dari 5,311% (5/10); naik dari 4,961% (14/9)

Peluang The Fed naikkan bunga (28 Okt)

20,5% (ditahan 79,5%), per 12/10

17,7% pada 9/10; 22,1% pada 6/10; 42,5% pada 11/9

Sumber: Investing.com, Financial Times, CME FedWatch (12/10/2026)

Sinyal Pasar Terkuat: Saham RI Turun Lebih Dalam dari Bursa Lain

IHSG mencatat pergerakan terbesar dan paling luas: turun 2,59% dan seluruh sektor melemah, dipimpin energi (turun 5,88%), industri (5,20%), dan infrastruktur (4,72%).

Penurunan ini lebih dalam daripada bursa lain. Pada hari yang sama, indeks Dow Jones naik 0,38%, S&P 500 turun 0,06%, FTSE 100 naik 0,99%, dan Hang Seng naik 0,25% (Yahoo Finance). Artinya, ada faktor dalam negeri.

Faktor dalam negeri adalah isu MSCI. Investor khawatir MSCI kembali menahan kenaikan bobot saham Indonesia pada tinjauan November. Analis Kiwoom Sekuritas menilai pembekuan masih mungkin, tetapi kabar denda dari MSCI tidak akurat dan belum ada pernyataan resmi MSCI.

Faktor global adalah minyak. Brent naik 1,84% setelah Houthi menyerang Arab Saudi, dan sudah naik 6,31% sepekan. Minyak mahal dapat mendorong inflasi sehingga bunga bisa tinggi lebih lama. Kitco News mencatat emas turun karena dolar AS menguat dan minyak naik.

Pergerakan IHSG, USD/IDR, Emas, Imbal Hasil SBN, Imbal Hasil Obligasi AS & Brent Sebulan

Grafik: perubahan sejak 14 Sept - 12 Okt 2026 (%). Sumber: Investing.com, Financial Times.

Apa Artinya bagi Investor?

SBN Ritel SBR015

SBR015 dapat dicermati investor yang menginginkan kupon dengan batas minimal. Masa penawaran 28 September-22 Oktober 2026; kupon SBR tertinggi sejak 2020.

Seri

Tenor

Kupon minimal per tahun

SBR015T2

2 tahun

6,75%

SBR015T4

4 tahun

6,85%

Sumber: DJPPR Kemenkeu

Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang berinvestasi di instrumen jangka pendek yang relatif mudah dicairkan, sehingga dapat dicermati untuk dana jangka pendek.

Reksadana

Return 1 tahun

Setiabudi Dana Pasar Uang

5,27%

Avrist Ada Kas Mutiara

4,83%

Sumber: Bareksa, kinerja per 12/10/2026. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.

Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana ini berinvestasi di obligasi dan dapat dicermati bertahap. Nilainya dapat naik-turun mengikuti imbal hasil obligasi.

Reksadana

Return 1 tahun

Syailendra Sharia Fixed Income A

6,33%

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

6,05%

Sumber: Bareksa, kinerja per 12/10/2026. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.

Reksadana Campuran

Reksadana campuran berisi saham, obligasi, dan pasar uang sehingga lebih fluktuatif. Kinerjanya turun pada 12/10 dan sebulan terakhir, sehingga dapat dicermati dengan dicicil untuk tujuan 3 tahun ke atas.

Reksadana

Return 1 tahun

Syailendra Balanced Opportunity

6,13%

Danapathi Balance Fund

12,53%

Sumber: Bareksa, kinerja per 12/10/2026. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.

Emas

Harga emas dunia turun 0,56% pada 12/10 dan 2,98% sejak 14 September. Membeli sedikit demi sedikit secara rutin (dollar cost averaging/DCA) dapat dicermati investor jangka panjang.

Emas digital Bareksa

Harga beli per gram

Treasury

Rp2.450.269

Pegadaian

Rp2.466.000

Indogold

Rp2.411.268

Sumber: Bareksa Emas, per 13/10/2026 pagi.

Faktor Risiko

  • Keputusan MSCI: tinjauan November dapat memperpanjang tekanan pada saham Indonesia jika pembekuan berlanjut.
  • Minyak dan geopolitik: serangan di Timur Tengah dapat mendorong minyak naik lagi.
  • Bunga AS: data inflasi AS dan rapat The Fed 28 Oktober dapat mengubah peluang kenaikan bunga.
  • Nilai investasi: reksadana dan emas dapat turun; kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.

Kesimpulan

IHSG turun tajam karena isu MSCI yang belum resmi dan minyak yang naik, sementara bursa global relatif stabil. Saat pasar bergejolak, SBR015 dan reksadana pasar uang dapat dicermati untuk likuiditas, lalu reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran (dicicil), dan emas secara bertahap, sesuai profil risiko.

Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.

Investasi SBR015 di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

D​ISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.

Pertanyaan Umum

Apa itu MSCI dan mengapa pengaruhnya besar ke IHSG?

MSCI adalah penyedia indeks saham global yang dipakai banyak dana investasi asing sebagai acuan. Perubahan bobot Indonesia dapat memengaruhi aliran dana asing ke saham RI.

Mengapa harga minyak naik bisa memengaruhi bunga?

Minyak mahal membuat harga barang berpotensi naik (inflasi). Jika inflasi tinggi, bank sentral dapat menahan bunga tinggi lebih lama.

Apa arti jual bersih dan beli bersih asing?

Jual bersih berarti asing menjual lebih banyak daripada membeli; beli bersih sebaliknya.​

Profil Penulis

Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WMI dan WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.