
Bareksa – Investor bersiap menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan diumumkan pada Rabu (22/7). Konsensus pasar memperkirakan BI akan menaikkan BI Rate menjadi 6% untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mengendalikan tekanan inflasi.
Di tengah penantian tersebut, pasar obligasi tetap menunjukkan ketahanan. Yield SUN tenor 10 tahun bertahan di 7,29%, didukung defisit APBN Semester I 2026 yang menyempit menjadi 0,76% terhadap PDB.
Kondisi ini menjaga daya tarik instrumen pendapatan tetap, termasuk Surat Berharga Negara (SBN) Ritel jenis Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030 dan reksadana obligasi.
Sementara itu, minat investor terhadap ORI030 terus meningkat. Hingga Rabu (22/7) pukul 08.42 WIB, ORI030-T3 hanya menyisakan sekitar Rp367 miliar atau sekitar 1,3% dari target Rp28 triliun, sedangkan ORI030-T6 masih tersedia sekitar Rp2,3 triliun dari target Rp7 triliun.
Ringkasan Pasar Hari Ini
Indikator | Keterangan |
IHSG (21 Juli) | 6.340 (+1,74%) |
Rupiah | Rp17.883 per US$ |
Yield SUN 10 Tahun | 7,29% |
Agenda Hari Ini | Pengumuman BI Rate |
ORI030-T3 | Sisa Rp367 miliar |
ORI030-T6 | Sisa Rp2,3 triliun |
Penawaran ORI030 | Hingga 30 Juli 2026 |
Sumber: Ciptadana Sekuritas, Kemenkeu, BI, diolah
Tingginya permintaan membuat ORI030-T3 hampir habis jauh sebelum masa penawaran berakhir.
ORI030 menawarkan kupon tetap yang dibayarkan setiap bulan dengan pajak final hanya 10%, lebih rendah dibanding pajak bunga deposito 20%.
Tenor 3 tahun
Kupon tetap 6,9% per tahun
Target Rp28 triliun
Sisa kuota sekitar Rp367 miliar
Tenor 6 tahun
Kupon tetap 7% per tahun
Target Rp7 triliun
Sisa kuota sekitar Rp2,3 triliun
Dengan sisa kuota T3 yang tinggal sekitar 1,3%, investor yang mengincar tenor lebih pendek perlu mempertimbangkan pemesanan lebih awal sebelum kuota habis. Namun bagi investor dengan horizon investasi jangka panjang bisa mempertimbangkan ORI030-T6 di mana kuota pemesanan masih tersedia.
Yield obligasi pemerintah yang masih berada di kisaran tinggi berpotensi menjadi penopang bagi kinerja reksadana pendapatan tetap, terutama ketika volatilitas pasar saham masih tinggi. Beberapa produk yang dapat dicermati antara lain:
Reksadana Pendapatan Tetap Rupiah
Produk | Return |
Allianz Fixed Income Fund 2 | 0,89% (1 Tahun) |
BNP Paribas Prima II Kelas RK1 | 1,44% (1 Tahun) |
Sumber: Bareksa, kinerja per 21/7/2026
Selain itu, investor yang ingin melakukan diversifikasi mata uang dapat mempertimbangkan reksadana obligasi dolar AS, sejalan dengan rencana pemerintah menerbitkan Panda Bond sekitar US$1 miliar pada 23 Juli.
Reksadana Pendapatan Tetap USD
Produk | Return |
STAR Fixed Income Neo AI Dollar | 0,89% (3 Bulan) |
BNP Paribas Prima USD Kelas R | 1,44% (1 Tahun) |
Sumber: Bareksa, kinerja per 21/7/2026
Meski pergerakan IHSG berpotensi lebih fluktuatif menjelang keputusan BI, tren penguatan dalam beberapa hari terakhir membuka peluang bagi reksadana campuran.
Keunggulan reksadana campuran adalah fleksibilitas manajer investasi dalam mengalokasikan dana ke saham, obligasi, maupun pasar uang sesuai kondisi pasar.
Beberapa produk yang dapat dipantau:
Produk | Return 1 Tahun |
Sucorinvest Sharia Balanced Fund | 7,82% |
TRAM Alpha | 4,74% |
Sumber: Bareksa, kinerja per 21/7/2026
Harga emas spot naik 1,83% ke US$4.080,2 per troy ounce pada Selasa (21/7) dan berlanjut menguat ke sekitar US$4.132 pada Rabu pagi. Kenaikan terjadi di tengah meningkatnya permintaan aset safe haven akibat konflik AS-Iran, meski dolar AS, yield US Treasury, dan harga minyak juga menguat.
Melansir Kitco News, ketidakpastian geopolitik saat ini masih menjadi penopang utama harga emas. Bagi investor, emas tetap layak dicermati sebagai instrumen diversifikasi untuk membantu menjaga portofolio di tengah volatilitas pasar dan menjelang keputusan BI Rate.
Harga beli emas digital per gram (22 Juli pagi):
Platform | Harga |
Treasury | Rp2.428.245 |
Pegadaian | Rp2.497.740 |
Indogold | Rp2.381.856 |
Sumber: fitur Bareksa Emas
Investor yang mengincar ORI030-T3 perlu memperhatikan sisa kuota yang tinggal sekitar 1,3%.
Investor yang menginginkan tenor lebih panjang masih memiliki kesempatan memesan ORI030-T6.
Reksadana pendapatan tetap dapat menjadi pilihan untuk memanfaatkan yield obligasi yang masih tinggi.
Reksadana campuran layak dipertimbangkan bagi investor yang ingin tetap memperoleh eksposur ke saham dengan pengelolaan aset yang lebih fleksibel.
Emas tetap relevan sebagai instrumen diversifikasi menghadapi ketidakpastian pasar.
Menjelang keputusan BI Rate, fokus investor tertuju pada arah kebijakan moneter dan dampaknya terhadap pasar keuangan. Di tengah kondisi tersebut, ORI030 tetap menjadi salah satu instrumen yang paling diminati, terutama tenor tiga tahun yang hampir habis. Sementara itu, yield obligasi pemerintah yang masih tinggi mendukung prospek reksadana pendapatan tetap, sedangkan reksadana campuran dan emas dapat melengkapi strategi diversifikasi sesuai profil risiko masing-masing investor.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/Romainah/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
***
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
30 Juli 2026.
ORI030-T3 memberikan kupon tetap 6,9% per tahun dan ORI030-T6 sebesar 7% per tahun.
Yield obligasi pemerintah yang masih tinggi berpotensi menopang nilai portofolio obligasi.
Karena memberikan fleksibilitas alokasi aset ketika pasar saham dan obligasi bergerak dinamis.
Emas tetap berpotensi menjadi aset diversifikasi di tengah ketidakpastian kebijakan moneter dan geopolitik.