Bareksa Insight: Yield SBN Stabil, RD Pasar Uang, RD USD & Emas Jadi Pilihan Defensif

Abdul Malik • 02 Jul 2026

an image
Ilustrasi investor memantau perkembangan kinerja investasinya di reksadana obligasi korporasi sesuai rekomendasi Bareksa Insight oleh Tim Analis Bareksa. (Shutterstock)

Yield obligasi Indonesia stabil di 7,1% sementara rupiah masih tertekan. Simak rekomendasi RD Pasar Uang, RD USD dan emas dari Tim Analis Bareksa.

Bareksa - Pasar keuangan domestik memasuki awal Juli dengan kondisi yang relatif lebih tenang. Yield obligasi pemerintah Indonesia mulai stabil di kisaran 7,1%, namun rupiah masih berada dalam tekanan.

Per 1 Juli 2026, dolar AS menguat sekitar 8,02% secara year-to-date (YTD) menjadi Rp18.011,9, menurut data Investing.

Dalam kondisi seperti ini, menjaga likuiditas sekaligus melakukan diversifikasi menjadi strategi yang patut dicermati investor.

Reksadana Pasar Uang Masih Menarik untuk Jaga Likuiditas

Reksadana Pasar Uang (RDPU) tetap menjadi pilihan bagi investor yang ingin menempatkan dana jangka pendek dengan tingkat risiko yang relatif rendah.

Di tengah stabilnya pasar obligasi dan tingginya suku bunga, kinerja sejumlah RDPU masih cukup kompetitif.

Pilihan Reksadana Pasar Uang Rupiah

Produk
Return 1 Tahun​

Insight Money

+5,3%

STAR Money Market Kelas Utama

+4,6%

Pilihan Reksadana Pasar Uang USD

Produk
Return 1 Tahun

Sucorinvest Money Market USD

+3,65%

Bahana Liquid USD

+2,78%

Sumber: Bareksa, kinerja per 30/6/2026

Reksadana pasar uang dapat menjadi alternatif untuk menjaga likuiditas sambil menunggu peluang investasi yang lebih menarik di pasar.

Reksadana Pendapatan Tetap USD Sebagai Alternatif Diversifikasi

Bagi investor yang ingin memiliki eksposur terhadap aset berbasis dolar AS, STAR Fixed Income Neo AI Dollar dapat menjadi salah satu pilihan.

Produk ini menawarkan diversifikasi melalui instrumen obligasi berdenominasi dolar AS dengan pendekatan AI-Managed, sehingga berpotensi memperoleh manfaat dari pertumbuhan saham-saham teknologi Amerika Serikat. 

Kinerja per 1 Juli 2026:

  • Return 1 Bulan : +0,68%

  • Return 3 Bulan : +6,03%

ORI030 Mulai Ditawarkan 6 Juli 

Selain Reksadana Pasar Uang, investor juga dapat mulai menyiapkan dana untuk Obligasi Negara Ritel ORI030 yang akan memasuki masa penawaran pekan depan. ORI030 layak dicermati karena menawarkan kupon tetap hingga jatuh tempo, dijamin pemerintah, pajak kupon lebih rendah dibanding deposito, serta berpotensi memberikan capital gain di pasar sekunder. ORI030 berpeluang menawarkan kupon menarik karena ditawarkan saat suku bunga sedang tinggi dengan BI Rate di level 5,75%, dan diprediksi menawarkan imbal hasil tertinggi sejak 2019. 

Jadwal ORI030 (tentatif):

  • 3 Juli 2026: Pengumuman kupon

  • 6-30 Juli 2026: Masa penawaran

  • 6 Agustus 2026: Setelmen

  • 15 September 2026: Kupon pertama

Harga Emas Melemah, Peluang Menambah Alokasi Bertahap

Koreksi harga emas dapat menjadi peluang bagi investor jangka panjang untuk melakukan akumulasi secara bertahap (buy on weakness). 

Harga beli emas digital per 2 Juli 2026:

Platform
Harga

Treasury

Rp2.359.603

Pegadaian

Rp2.512.703

Indogold

Rp2.388.048

Sumber: fitur Bareksa Emas

Emas tetap menjadi salah satu aset lindung nilai (safe haven) yang dapat melengkapi portofolio investasi, terutama ketika ketidakpastian global masih tinggi.

Menurut data Investing, secara teknikal harga emas dunia masih bergerak dalam fase konsolidasi. XAU/USD memiliki support di kisaran US$4.002-3.959 per ons troi, sedangkan resistance berada di area US$4.080-4.115. Selama harga bertahan di atas area support, peluang rebound menuju resistance masih terbuka. 

Harga emas spot melemah secara year to date 6,49% jadi US$4.035,23 pada 1 Juli 2026. 

Indikator
Level (US$/ons troi)

Resistance 3

4.190,68

Resistance 2

4.115,36

Resistance 1

4.080,46

Pivot Point

4.036,96

Support 1

4.001,87

Support 2

3.958,55

Support 3

3.923,46

Sumber: Investing, diolah Tim Analis Bareksa

Strategi Investasi Hari Ini 

Instrumen
Pandangan

RD Pasar Uang

Menjaga likuiditas dengan potensi imbal hasil yang kompetitif

RD Pendapatan Tetap USD

Diversifikasi aset berbasis dolar AS

Emas

Peluang akumulasi bertahap setelah koreksi harga

Sumber: Tim Analis Bareksa

Investor tetap disarankan menyesuaikan pilihan investasi dengan tujuan keuangan, profil risiko, dan jangka waktu investasi masing-masing.

Key Takeaways

  • Yield obligasi Indonesia stabil di sekitar 7,1%.

  • Rupiah masih tertekan sehingga aset berbasis USD patut dicermati.

  • RD Pasar Uang tetap menarik untuk menjaga likuiditas.

  • RD Pendapatan Tetap USD dapat menjadi pilihan diversifikasi.

  • Pelemahan harga emas membuka peluang akumulasi bertahap bagi investor jangka panjang.

Kesimpulan

Yield obligasi Indonesia yang mulai stabil di kisaran 7,1% dan penguatan dolar AS sekitar 8,02% YTD terhadap rupiah membuat strategi defensif masih relevan. Reksa Dana Pasar Uang dapat menjadi pilihan untuk menjaga likuiditas, sementara Reksa Dana Pendapatan Tetap USD menawarkan alternatif diversifikasi aset berbasis dolar AS. Di sisi lain, koreksi harga emas dapat dimanfaatkan investor jangka panjang untuk melakukan akumulasi secara bertahap sesuai profil risiko dan tujuan investasi.

Investasi di Aplikasi Reksadana Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.

Beli Reksadana di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.

Pertanyaan Umum

Mengapa RD Pasar Uang menarik saat ini?

Karena cocok untuk menjaga likuiditas dengan risiko relatif rendah di tengah pasar yang masih berfluktuasi.

Mengapa mempertimbangkan investasi berbasis USD?

Penguatan dolar AS sekitar 8,02% YTD membuat instrumen berbasis USD layak dicermati sebagai bagian dari diversifikasi portofolio.

Apakah saat ini waktu yang tepat membeli emas?

Koreksi harga emas dapat menjadi peluang akumulasi bertahap bagi investor dengan horizon investasi jangka panjang.

Profil Penulis

Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.