Mengukur Kinerja Reksa Dana dengan Barometer Bareksa

Mengukur Kinerja Reksa Dana dengan Barometer Bareksa

Penilaian dipisahkan berdasarkan jenis dan nilai dana kelolaannya

Image
Ilustrasi kinerja investasi reksa dana. Copyright: sifotography / 123RF Stock

Bareksa.com - Jika mendengar istilah “kinerja reksa dana”, investor menggambarkan bagaimana sebuah portofolio (reksa dana) dapat menghasilkan return yang optimal dengan risiko yang terukur. Investor pastinya menginginkan berinvestasi pada reksa dana yang dapat menghasilkan return tinggi dengan risiko rendah.

Untuk memudahkan investor memilih reksa dana yang sesuai dengan keinginan dan profil risikonya, kami menyediakan apa yang disebut "Barometer Bareksa". Dengan mengakses Bareksa.com, pada menu daftar reksa dana anda akan mendapati Barometer Bareksa, yang berbentuk lima bulatan, dari skala 1 sampai 5. Skala 5 adalah peringkat tertinggi dalam Barometer Bareksa, sementara peringkat terendah kami beri skala 1.

Bagaimana kami menghitung Barometer Bareksa?

Pertama, kami memisahkan reksa dana berdasarkan jenis. Tentu kita ketahui bersama, performa reksa dana saham berbeda dengan reksa dana pasar uang atau pendapatan tetap. Sehingga akan tidak adil jika membandingkan reksa dana tanpa memperhitungkan jenis reksa dana tersebut.

Perlu diketahui, per April 2017 jenis reksa dana yang masuk dalam penilaian bareksa adalah Reksa Dana Saham, Campuran, Pendapatan Tetap, Pasar Uang, serta Indeks & ETF. Mengingat keterbatasan publikasi data dan ketidakseragaman format, maka kami tidak melakukan penilaian pada reksa dana Terproteksi dan reksa dana Penyertaan Terbatas.

Kedua, kami memisahkan reksa dana berdasarkan nilai dana kelolaan (AUM). Penting untuk diketahui bahwa reksa dana dengan dana kelolaan besar ( > Rp500 miliar) biasanya bergerak lebih moderat ketimbang reksa dana dengan dana kelolaan kecil  ( < Rp100 miliar). Hal ini terjadi karena reksa dana dana kelolaan kecil lebih leluasa menentukan alokasi investasi pada instrumen investasi yang lebih fluktuatif seperti saham-saham mid-cap.

Sementara itu, reksa dana dengan dana kelolaan besar, akan lebih berhati-hati dalam menentukan alokasi investasi karena perubahan pada portofolio investasi akan berdampak besar pada nilai aset yang dikelolanya.

Dalam hal ini, Bareksa membagi Barometer ke dalam tiga tahapan nilai dana kelolaan yakni reksa dana dengan AUM di atas Rp500 miliar, reksa dana dengan AUM Rp100-Rp500 miliar, dan terendah yakni reksa dana dengan AUM di bawah Rp100 miliar.

Ketiga, masuk dalam proses penilaian yang menggunakan dua parameter utama yakni return dan risiko.

Return

Bareksa mengukur return reksa dana dalam periode tahunan, bulanan dan juga dalam enam bulan terakhir. Return masing-masing reksa dana kemudian dibandingkan dengan rata-rata return reksa dana sejenis untuk mendapatkan urutan nilainya. Tidak hanya total return, Bareksa juga menghitung seberapa konsisten suatu reksa dana mampu mencetak return lebih tinggi dibandingkan rata-rata kompetitornya.

Parameter return memiliki bobot 50 persen terhadap penilaian. Tambahan nilai akan diberikan bagi reksa dana yang dalam enam bulan terakhir secara konsisten mencetak return di atas rata-rata.

Risiko

Untuk mengukur risiko reksa dana, variabel yang digunakan adalah nilai standar deviasi. Standar deviasi adalah nilai statistik yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar sebaran data (yang dalam hal ini merupakan return reksa dana). Semakin besar nilai nilai standar deviasi suatu reksa dana menunjukkan semakin besar sebaran data return reksa dana tersebut.

Artinya, reksa dana dengan standar deviasi besar bergerak lebih fluktuatif dibanding reksa dana dengan standar deviasi rendah. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa reksa dana dengan standar deviasi besar lebih berisiko dibanding reksa dana dengan standar deviasi kecil.  

Serupa dengan parameter return, parameter risiko memiliki bobot 50 persen terhadap penilaian.

Dalam Barometer Bareksa, penilaian tertinggi akan diberikan pada reksa dana yang secara historis menghasilkan return tinggi secara konsisten dan memiliki nilai risiko terendah. Sehingga, kami meyakini Barometer Bareksa bisa menghasilkan suatu penilaian yang memudahkan investor untuk memilih reksa dana yang diinginkan.

Selain itu, Bareksa juga memberi penilaian khusus pada reksa dana yang baru berusia antara dua bulan hingga satu tahun, atau yang kami sebut reksa dana Newcomers. Variabel yang digunakan untuk menilai kinerja reksa dana Newcomers adalah kinerja reksa dana dibandingkan dengan reksa dana sejenis dalam suatu periode tertentu.

Dalam menghitung kinerja reksa dana Newcomers, variabel yang digunakan adalah return atau imbal hasil reksa dana setiap bulan, sehingga unsur volatilitas pergerakan NAV juga masuk dalam pengukuran. 

Disclaimer

Semua data return dan kinerja investasi yang digunakan dalam perhitungan Barometer Bareksa tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN CHAT
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER