Masuk Modal Besar, Go-Jek Kini Lebih Bernilai Daripada Garuda Indonesia

Masuk Modal Besar, Go-Jek Kini Lebih Bernilai Daripada Garuda Indonesia

Telah diunduh 10 juta kali lebih, Go-Jek mengklaim mampu memproses 8 pemesanan per detik
Jumat, 12 Agustus 2016 09:36:47 WIB Adam Rizky Nugroho
Image
Pengemudi Gojek sedang membawa penumpang langganannya

Bareksa.com - Belum lama ini, perusahaan penyedia transportasi online Go-Jek mendapat suntikan dana $550 juta atau setara Rp7 triliun (kurs Rp13.000 per dolar AS) dari perusahaan investasi asal Amerika Serikat KKR & Co. dan Warbug Pincus. Siapa sangka, investasi perusahaan asing tersebut membuat Go-Jek kini lebih bernilai daripada perusahaan transportasi konvensional.  

Seperti dilansir dari TechCrunch dana suntikan Rp7 triliun tersebut menambah investasi yang sebelumnya telah dilakukan Sequoia Capital dan NSI Venture, dan meningkatkan nilai perusahaan menjadi $1,3 miliar, atau setara Rp17 triliun.

Valuasi perusahaan bentukan Nadiem Makarim ini kini mendekati perusahaan sejenis yang sudah beroperasi di Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Indonesia yakni Grab Taxi Holdings Pte Ltd. Seperti dikabarkan Wall Street Journal, nilai Grab kini mencapai $1,6 miliar atau setara Rp20 triliun.

Masuknya modal besar membuat perusahaan transportasi berbasis teknologi ini lebih bernilai daripada perusahaan transportasi konvensional besar yang sejak lama beroperasi di Indonesia, seperti maskapai Garuda Indonesia, dan operator taksi Blue Bird, yang sebenarnya memiliki aset bernilai tinggi.

Berdasarkan kapitalisasi pasar (market cap) di bursa saham, Garuda yang hingga Juni 2016 tercatat mengoperasikan 197 pesawat dan menguasai 40,5 persen pasar penerbangan domestik hanya dihargai Rp12,3 triliun. Sementara Blue Bird yang memiliki 26.719 armada taksi reguler, 1.223 taksi eksekutif, 4.918 limosin dan mobil sewaan serta 567 unit bus, hanya memiliki nilai Rp9,8 triliun.

Grafik: Perbandingan Valuasi Perusahaan Transportasi Online & Konvensional


sumber: TechCrunch, Wall Street Journal, Bareksa

Go-Jek yang telah diunduh sebanyak 10 juta kali ini mengklaim mampu memproses 8 pemesanan per detik di bulan Juni 2016. Nilai tersebut setara dengan 667 ribu pesanan setiap harinya.

"Ada lebih dari 20 juta pemesanan pada platform kami pada bulan Juni 2016, yang berarti bahwa kami memproses sekitar delapan pemesanan per detik bulan lalu, " kata menejemen Go-Jek seperti dikutip dari Tech In Asia, 16 Juli 2016.

Perusahaan teknologi seperti Go-Jek, tidak memiliki aset yang sejenis dengan perusahaan transportasi konvensional. Perusahaan ini tidak memiliki armada, melainkan hanya bermitra dengan lebih dari 200 ribu pengemudi di kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan Bali.  

Berbeda dengan Go-Jek, Garuda yang merupakan maskapai penerbangan terbesar di Indonesia tercatat memiliki nilai aset Rp47 triliun per Juni 2016, seperti tertera dalam laporan keuangannya. Sementara itu, Blue Bird yang berlambang burung biru ini memiliki aset senilai Rp7,4 triliun per Juni 2016.

 



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN CHAT
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER