DIRE, Salah Satu Alternatif Investasi Berbasis Real Estate Masa Kini

DIRE, Salah Satu Alternatif Investasi Berbasis Real Estate Masa Kini

Guna mendorong pertumbuhan pada sektor infrastruktur dan real Estate, Pemerintah menghapuskan pajak berganda pada DIRE

Image
GM Marketing PT PP Properti Tbk (PPRO) Tjakra D.Puteh (kiri) dan Project Manager Nurjaman, menjelaskan apartemen Ayoma menggunakan maket, usai pemancangan tiang pertama (groundbreaking), apartemen dua menara yang dibangun di atas lahan seluas 1 ha dengan total investasi senilai Rp550 miliar, di Serpong, Tangerang. ANTARA FOTO/Audy Alwi

Bareksa.com – Dewasa ini pilihan alternatif investasi semakin beragam dan banyak menawarkan keuntungan serta risiko yang beragam pula. Namun, pada umumnya minat masyarakat cenderung menginvestasikan dananya pada sektor properti, seperti rumah dan tanah. Dengan anggapan investasi pada properti pasti untung tidak akan turun nilainya dari tahun ke tahun.

Untuk dapat berinvestasi pada aset properti, tentunya dibutuhkan dana yang tidak sedikit karena properti termasuk sektor padat modal. Oleh karena itu, perlu dilakukan pencarian piliihan alternatif investasi lain untuk tetap dapat mengembangkan dana yang kita miliki.

Dalam dunia pasar modal, kini telah ada produk yang berbasis pada investasi real estate, yaitu DIRE. Dana Investasi Real Estate (DIRE) adalah wadah berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang selanjutnya diinvestasikan pada aset real estate, aset  berkaitan dengan real estate, kas maupun setara kas yang kemudian akan dikelola oleh perusahaan investasi atau manajer investasi. 

Meski sama-sama berbentuk dengan Kontrak Investasi Kolektif (KIK), DIRE berbeda dengan reksa dana. Perbedaan ini terletak pada aturan dan komposisi portofolio. Pada reksa dana, aset yang ada dalam portofolio berupa efek pasar modal, seperti saham, obligasi, dan deposito. Adapun pada DIRE aset portofolionya mayoritas pada aset real estate.

Perkembangan DIRE di Indonesia sendiri belum sebanyak produk pasar modal lainnya. Saat ini, DIRE yang ada di Tanah Air adalah DIRE Ciptadana Properti Ritel Indonesia. DIRE ini diluncurkan pada 28 November 2012 oleh PT Ciptadana Asset Management. Pada data Bareksa, DIRE ini memiliki AUM lebih dari Rp500 miliar dan 93,13 persen dari asetnya ditempatkan pada real estate Solo Grand Mall.

Pemerintah melalui paket kebijakan kelimanya mengeluarkan peraturan mengenai penghapusan pajak berganda saat pembelian aset dan pembagian dividen pada DIRE. Dengan aturan baru ini, pemerintah membebaskan dividen yang diterima oleh perusahaan khusus atau Special Purpose Company (SPC) pengelola DIRE dari kewajiban pajak penghasilan (PPh). Hal ini dimaksudkan untuk mendorong produk pasar modal seperti DIRE bisa berkembang lebih banyak sehingga akan mendorong pertumbuhan pada sektor infrastruktur dan real estate.

SPC sendiri merupakan perusahaan yang 99,9 persen sahamnya dimiliki secara kolektif dengan modal berasal dari dana masyarakat pemodal (DIRE).  

Pada DIRE diwajibkan untuk menginvestasikan minimum 80% dari dana kelolaannya ke aset yang berhubungan dengan real estate.  Dan minimum 50% dari dana kelolaannya harus berbentuk aset real estate seperti mal, perkantoran, apartemen, dan perumahan yang dapat disewakan.

Sebagai salah satu Instrumen investasi, DIRE tentu saja memiliki keuntungan dan risiko.  

Lalu apa sajakah yang menjadi keuntungan dan risiko dalam DIRE? berikut ulasannya.

Keuntungan

1.    Pada DIRE ada kewajiban untuk membagikan dividen minimal sebesar 90% dari pendapatannya setiap tahun sehinggga Investor yang membeli DIRE akan mendapatkan pendapatan tetap.

2.    Aset real estate  dalam DIRE juga akan mengalami pertumbuhan dalam jangka panjang sehingga pada saat melakukan penjualan di masa mendatang nilai keuntungan dari real estate bisa lebih besar.

3.    Investor yang membeli DIRE secara tidak langsung juga melakukan investasi real asset yang bernilai tinggi seperti mal, apartemen, dan perkantoran karena dana yang dikumpulkan dari masyarakat pemodal (DIRE) diinvestasikan pada real asset tersebut. 

Risiko

1.    Gagal bayar pada penyewa aset real estate, sehingga pendapatan dari DIRE sendiri akan berkurang.

2.    Turunnya nilai properti, misalnya saja terjadi kebakaran atau bencana alam sehingga akan menurunkan nilai dari real estate tersebut.

3.    Risiko likuiditas, pada saat investor mencairkan dana yang cukup besar sehingga manajer investasi yang mengelola DIRE tersebut harus menjual asetnya, di mana menjual aset properti tidak selikuid menjual aset di pasar modal.

Dengan kebijakan investasi yang diarahkan pada instrumen berisiko relatif rendah maka DIRE cocok untuk investor tidak terlalu spekulatif dan mengharapkan pendapatan bersifat tetap pada jangka waktu relatif panjang.

DIRE juga dapat menjadi salah satu alternatif investasi bagi Anda yang memiliki minat berinvestasi pada sektor properti dengan dana yang relatif lebih rendah bila dibandingkan dengan membeli aset real estate langsung. Namun sebelum Anda membeli DIRE, pelajari terlebih dahulu syarat ketentuan dan aturan investasi serta disesuaikan dengan tujuan investasi.
 

 

TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN CHAT
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER