
Bareksa – Pemerintah resmi menetapkan imbal hasil minimal Sukuk Tabungan seri ST017 sebesar 6,95% untuk tenor dua tahun atau ST017T2 dan 7,05% untuk tenor empat tahun atau ST017T4 pada Kamis (5/11/2026). Tingkat tersebut menjadi kupon awal Sukuk Tabungan tertinggi sejak ST005 pada Agustus 2019.
Kala itu, ST005 menawarkan imbalan awal 7,4%. Seri setelahnya, ST006 yang ditawarkan pada November 2019, memberikan imbalan awal 6,75%, sementara penerbitan ST007 hingga ST016 berada di bawah level tersebut.
Setelah dipotong PPh final 10%, imbalan minimal ST017 setara 6,26% dan 6,35% per tahun. ST017 bisa dibeli mulai besok, Jumat (6/11/2026), hingga 2 Desember 2026, dengan modal mulai Rp1 juta di Bareksa. Ketentuan lengkap seperti jatuh tempo dan batas pembelian bisa dibaca di artikel jadwal dan ketentuan ST017.
Berapa Kupon Resmi ST017T2 dan ST017T4?
Indikator | ST017T2 | ST017T4 |
|---|---|---|
Tenor | 2 tahun | 4 tahun |
BI Rate acuan | 5,75% | 5,75% |
Spread tetap | 120 bps | 130 bps |
Imbalan minimal bruto | 6,95% per tahun | 7,05% per tahun |
Setara neto setelah PPh 10% | 6,26% | 6,35% |
Sumber: DJPPR Kementerian Keuangan (5/11/2026)
Imbal hasil resmi ST017 sejalan dengan prediksi Tim Analis Bareksa. ST017T2 bahkan sedikit di atas perkiraan 6,8%–6,9%, sedangkan ST017T4 berada dalam rentang perkiraan 7%–7,1%. Dibanding batas minimal ST016 saat terbit, yaitu 6,05% dan 6,25%, imbal hasil ST017 naik 0,9 dan 0,8 poin persentase.
Imbal hasil tersebut berasal dari BI Rate 5,75% ditambah selisih tetap (spread) 1,2% (120 bps) untuk ST017T2 dan 1,3% (130 bps) untuk ST017T4. Selisih tetap ini tidak berubah sampai jatuh tempo.
Penetapan imbal hasil atau kupon SBN ritel mengacu pada BI Rate dan imbal hasil (yield) SBN di pasar. Menurut data PHEI, yield SBN tenor dua tahun mencapai 7,13% dan empat tahun 7,47% per 3 November 2026. Angka itu naik sekitar 48 basis poin dan 66 basis poin dibanding 27 Agustus 2026 (1 basis poin = 0,01%). Agar tetap diminati, imbal hasil SBN ritel perlu bersaing dengan level tersebut.
Kenaikan yield terjadi di tengah tekanan pasar keuangan domestik. Pada 3 November 2026, kurs rupiah berada di kisaran Rp18.140 per dolar AS, atau dolar AS sudah menguat 8,79% terhadap rupiah sejak akhir 2025.
Sumber: PHEI (Indonesia Government Securities Yield Curve), 3 November 2026. Tenor dua dan empat tahun sejalan dengan tenor ST017.
Setelah dipotong pajak penghasilan (PPh) final 10%, imbal hasil bersih ST017T2 sekitar 6,26% dan ST017T4 sekitar 6,35% per tahun. Sebagai pembanding, bunga deposito dengan tingkat bunga penjaminan LPS 3,75% tinggal 3% setelah pajak 20%.
Imbal hasil ST017 juga bisa naik bila BI Rate naik, karena dihitung ulang setiap tiga bulan. Kalau BI Rate turun, imbal hasil tidak akan lebih rendah dari batas minimal tadi. Contohnya ST016 tenor empat tahun yang naik dari 6,25% menjadi 7,25% setelah BI Rate meningkat.
Satu hal yang perlu diingat, ST017 tidak bisa dijual di pasar sekunder dan pencairan awal hanya maksimal 50%. Jadi, sesuaikan tenor dengan kapan dana akan dipakai.
Imbal hasil minimal ST017 resmi ditetapkan 6,95% untuk tenor dua tahun dan 7,05% untuk tenor empat tahun, tertinggi sejak ST005 pada Agustus 2019 dan sejalan dengan perkiraan Tim Analis Bareksa. Penawaran dibuka 6 November–2 Desember 2026. Panduan pembeliannya tersedia di artikel cara beli ST017 di Bareksa.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya. Pembelian SBN di Bareksa hanya melalui aplikasi Bareksa resmi. Bareksa tidak pernah meminta transfer ke rekening pribadi.
Siap-siap Investasi ST017 di Sini
(Rahmat Hidayat/AM)
Tentang Penulis
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
***
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
ST017T2 6,95% dan ST017T4 7,05% per tahun, sebagai batas minimal yang bisa naik mengikuti BI Rate.
1,2% untuk ST017T2 dan 1,3% untuk ST017T4 di atas BI Rate, tetap sampai jatuh tempo.
Batas minimal ST017 lebih tinggi 0,8–0,9 poin persentase dari batas minimal ST016 saat terbit (6,05% dan 6,25%). Namun, imbal hasil ST016 yang berjalan saat ini 7,05% dan 7,25% karena sudah naik mengikuti BI Rate.