
Bareksa – Sukuk Tabungan seri ST017 mulai bisa dibeli hari ini, Jumat (6/11/2026), hingga 2 Desember 2026. ST017 menawarkan imbal hasil minimal 6,95% per tahun untuk tenor dua tahun atau ST017T2 dan 7,05% untuk tenor empat tahun atau ST017T4 yang dibayarkan setiap bulan. Artinya, ST017 bisa menjadi sumber pendapatan pasif (passive income) yang masuk rutin ke rekening.
Lalu, berapa kupon yang bisa kamu terima setiap bulan? Berikut simulasinya.
Imbal hasil ST017 dipotong pajak penghasilan (PPh) final 10%, separuh dari pajak bunga deposito yang 20%. Tabel berikut menghitung imbal hasil bersih per bulan dengan imbal hasil minimal.
Modal | ST017T2 | ST017T4 | Deposito |
|---|---|---|---|
Rp50 juta | Rp260.625 | Rp264.375 | Rp125.000 |
Rp100 juta | Rp521.250 | Rp528.750 | Rp250.000 |
Rp1 miliar | Rp5.212.500 | Rp5.287.500 | Rp2.500.000 |
Rp2 miliar | Rp10.425.000 | Rp10.575.000 | Rp5.000.000 |
Rp5 miliar | Rp26.062.500 | Rp26.437.500 | Rp12.500.000 |
Sumber: simulasi Bareksa
*Rumus ST017: modal × imbal hasil × 90% : 12. Deposito memakai bunga 3,75% per tahun (tingkat bunga penjaminan LPS) dikurangi pajak 20%. Pembelian ST017T2 maksimal Rp5 miliar dan ST017T4 Rp10 miliar. Simulasi bersifat ilustratif.
Contohnya, modal Rp100 juta di ST017T4 menghasilkan sekitar Rp528.750 per bulan, atau 2,1 kali bunga deposito bersih Rp250.000. Selama empat tahun, total imbal hasil bersihnya sekitar Rp25.380.000.
*Sumber: ilustrasi Bareksa
Grafik: Akumulasi imbal hasil bersih modal Rp100 juta selama 48 bulan, ST017T4 (Rp25,38 juta) vs deposito (Rp12 juta). Sumber: simulasi Bareksa, bersifat ilustratif.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 4.904 pada Selasa (3/11/2026), turun sekitar 19% sejak akhir September. Saat harga aset naik-turun tajam, pendapatan yang masuk rutin setiap bulan bisa membantu menjaga arus kas, tanpa perlu menjual aset di harga rendah.
Nilai pokok ST017 juga tidak ikut naik-turun karena tidak diperdagangkan di pasar sekunder. Pembayaran pokok dan imbal hasilnya merupakan kewajiban negara yang dijamin undang-undang.
ST017T2 cocok untuk dana yang akan dipakai dalam dua tahun, misalnya biaya sekolah atau renovasi rumah. ST017T4 memberikan imbal hasil minimal lebih tinggi untuk dana yang tidak disentuh selama empat tahun. Kamu juga bisa membagi dana ke dua seri sekaligus.
Batas maksimal pembelian ST017 adalah Rp5 miliar untuk ST017T2 dan Rp10 miliar untuk ST017T4, sehingga satu investor bisa menempatkan dana hingga Rp15 miliar. Dengan imbal hasil minimal saat ini, dana tersebut berpotensi menghasilkan imbal hasil bersih sekitar Rp78.937.500 per bulan setelah pajak 10%, terdiri dari Rp26.062.500 dari ST017T2 dan Rp52.875.000 dari ST017T4.
Jika kebutuhan hidup bulanan berada di bawah angka tersebut, imbal hasil ST017 berpotensi menutup pengeluaran rutin tanpa perlu menyentuh pokok investasi. Inilah gambaran sederhana kebebasan finansial (financial freedom): kebutuhan bulanan dibiayai dari hasil investasi, bukan lagi dari gaji. Sebagai pembanding, dana yang sama di deposito dengan bunga 3,75% hanya menghasilkan sekitar Rp37.500.000 per bulan setelah pajak.
Perlu diingat, ST017 memiliki jatuh tempo dua dan empat tahun. Setelah jatuh tempo, dana perlu ditempatkan kembali, dan imbal hasil berikutnya bisa berbeda mengikuti kondisi pasar saat itu.
ST017 bukan simpanan bank sehingga tidak dijamin LPS, tetapi pembayaran pokok dan imbal hasilnya 100% dijamin negara sesuai undang-undang.
ST017 tidak diperdagangkan di pasar sekunder, sehingga nilai pokoknya tidak ikut naik-turun harga pasar. Pencairan sebelum jatuh tempo (early redemption) tetap bisa dilakukan, maksimal 50% pada periode yang ditentukan.
ST017 paling pas untuk dana dengan tujuan jelas, seperti persiapan dana pendidikan, pensiun, umrah atau haji. Untuk dana darurat, sebaiknya tetap disimpan di instrumen yang bisa dicairkan kapan saja.
Dengan modal mulai Rp1 juta, ST017 berpotensi memberikan imbal hasil bulanan sekitar 2,1 kali bunga deposito bersih. Bagi yang menempatkan dana hingga batas maksimal Rp15 miliar, imbal hasil bersihnya berpotensi mencapai sekitar Rp78,9 juta per bulan, cukup untuk menopang kebutuhan rutin banyak keluarga. Pilih tenor sesuai kapan dana akan dipakai. Panduan pembeliannya ada di artikel cara beli ST017 di Bareksa.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya. Pembelian SBN di Bareksa hanya melalui aplikasi Bareksa resmi. Bareksa tidak pernah meminta transfer ke rekening pribadi.
Beli ST017 Sekarang di Bareksa
(Rahmat Hidayat/AM)
Tentang Penulis
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
***
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Sekitar Rp521.250 per bulan untuk ST017T2 dan Rp528.750 untuk ST017T4, setelah pajak 10%.
Dengan asumsi bunga deposito 3,75%, imbal hasil bersih ST017 sekitar 2,1 kali deposito. Namun, ST017 tidak bisa dicairkan sewaktu-waktu seperti deposito.
Mulai Rp1 juta, dengan imbal hasil bersih sekitar Rp5.287 per bulan untuk ST017T4.