Berita / SBN / Artikel

Kupon SBN SBR015 Resmi 6,75-6,85%, Tertinggi Sejak 2020

Abdul Malik • 25 Sep 2026

an image
Ilustrasi kupon SBN ritel SBR015. (shutterstock)

Kupon minimal SBR015 menjadi yang tertinggi untuk penerbitan SBR sejak 2020. Setelah pajak, imbal hasil bersihnya sekitar 6,08%-6,17% per tahun, sementara skema floating with floor memberi peluang kupon naik jika BI Rate kembali meningkat.

Bareksa - Pemerintah (25/9) menetapkan kupon awal Surat Berharga Negara (SBN) Savings Bond Ritel seri SBR015 sebesar 6,75% per tahun untuk SBR015T2 dan 6,85% untuk SBR015T4. 

Dengan BI Rate saat penetapan 5,75%, SBR015T2 memberikan selisih (spread) tetap 100 basis poin (bps) dan SBR015T4 110 bps. Masa penawaran dijadwalkan berlangsung 28 September–22 Oktober 2026.

SBR015 menggunakan skema floating with floor, yaitu kupon mengambang dengan batas minimum. Kupon ditinjau setiap tiga bulan berdasarkan BI Rate ditambah spread tetap. 

Jika BI Rate naik, kupon SBR015 dapat ikut meningkat. Namun jika BI Rate turun, kupon tidak akan turun di bawah 6,75% untuk T2 dan 6,85% untuk T4. Mekanisme ini merupakan karakter utama SBR. 

Jadwal SBR015

Tahapan

Jadwal

Masa Penawaran

28 September–22 Oktober 2026

Penetapan Penjualan

26 Oktober 2026

Setelmen

28 Oktober 2026

Sumber: DJPPR Kementerian Keuangan RI

Kupon SBR015 Tertinggi Sejak 2020

Secara historis, kupon minimal SBR015 merupakan yang tertinggi sejak SBR009 pada 2020. SBR009 menawarkan kupon minimal 6,3%, SBR010 5,1% dan SBR011 5,5%. Ketika pemerintah mulai menawarkan dua tenor pada SBR012, kupon awalnya 6,15% dan 6,35%. SBR013 naik menjadi 6,45% dan 6,60%, sebelum SBR014 turun menjadi 6,25% dan 6,35%. 

Sumber: DJPPR Kemenkeu, diolah

SBR014, misalnya, hanya menawarkan 6,25% untuk tenor 2 tahun dan 6,35% untuk tenor 4 tahun dengan spread masing-masing 75 bps dan 85 bps. Artinya, kenaikan kupon SBR015 dibanding SBR014 mencapai 50 bps untuk kedua tenor.

Setelah Pajak, Berapa Imbal Hasil Bersih SBR015?

Kupon SBN Ritel dikenai PPh Final 10%, sedangkan bunga deposito secara umum dikenai PPh Final 20%. Karena itu, imbal hasil bersih SBR015 menjadi:

Sumber: DJPPR Kemenkeu, LPS, diolah Bareksa

Secara neto, SBR015 menawarkan sekitar 6,08%-6,17% per tahun, atau 2 kali lebih besar dibanding 3% jika deposito memberikan bunga bruto 3,75%.

Simulasi Investasi Rp100 Juta, Berapa Kupon Bersihnya?

Dengan investasi Rp100 juta, estimasi kupon bulanan setelah pajak adalah:

Keterangan

SBR015T2

SBR015T4

Kupon bruto/tahun

Rp6.750.000

Rp6.850.000

Pajak 10%

Rp675.000

Rp685.000

Kupon neto/tahun

Rp6.075.000

Rp6.165.000

Kupon neto/bulan

Rp506.250

Rp513.750

Sumber: ilustrasi Bareksa

Sebagai ilustrasi, deposito Rp100 juta dengan bunga bruto 3,75% dan pajak 20% menghasilkan sekitar Rp3 juta bersih per tahun atau Rp250.000 per bulan secara ekuivalen. 

Kenapa Floating with Floor Penting Saat Ini?

Nilai tambah SBR015 bukan hanya kupon awalnya. Karena spread 100 bps untuk T2 dan 110 bps untuk T4 berlaku tetap, kenaikan BI Rate pada periode mendatang dapat meningkatkan kupon SBR015.

Contohnya, jika BI Rate naik dari 5,75% menjadi 6%, secara formula kupon pada periode penyesuaian berikutnya berpotensi menjadi:

  • SBR015T2: 7% = BI Rate 6% + spread 1%

  • SBR015T4: 7,1% = BI Rate 6% + spread 1,1%

Sebaliknya, jika BI Rate turun, investor tetap memiliki floor 6,75% dan 6,85%. Jadi investor memperoleh perlindungan batas bawah sekaligus peluang penyesuaian ke atas.

Ini menjadi relevan karena arah suku bunga belum sepenuhnya pasti. BI mempertahankan BI Rate 5,75%, tetapi tekanan dari suku bunga global dan rupiah masih perlu dicermati.

Kesimpulan

Kupon awal SBR015T2 6,75% dan SBR015T4 6,85% merupakan kupon minimal SBR tertinggi sejak 2020. Ada tiga poin utama bagi investor. Pertama, imbal hasil neto setelah pajak mencapai sekitar 6,08%-6,17% per tahun. Kedua, pajak kupon SBN hanya 10%, dibanding 20% pada bunga deposito. Ketiga, skema floating with floor memberi peluang kupon naik jika BI Rate kembali meningkat, tetapi menjaga kupon agar tidak turun di bawah level awal.

Bagi investor yang menginginkan arus kas bulanan, kepastian batas minimum kupon, dan tidak membutuhkan likuiditas penuh dalam jangka pendek, SBR015 dapat dicermati sebagai salah satu instrumen diversifikasi. Pilihan tenor tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dana dan horizon investasi. Masa penawaran SBR015 berlangsung 28 September–22 Oktober 2026.

Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.

Siap-siap Investasi SBR015 di Sini

(Rahmat Hidayat/AM)

Tentang Penulis

*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.

***

D​ISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

Berapa kupon SBR015?

SBR015T2 menawarkan kupon awal 6,75% per tahun, sedangkan SBR015T4 6,85% per tahun.

Apakah kupon SBR015 bisa turun?

Tidak di bawah kupon awal. SBR015 memakai skema floating with floor, sehingga kupon dapat naik jika BI Rate naik, tetapi tidak turun di bawah 6,75% untuk T2 dan 6,85% untuk T4.

Kapan masa penawaran SBR015?

Masa penawaran berlangsung 28 September–22 Oktober 2026.

Berapa hasil bersih setelah pajak?

Dengan pajak kupon SBN 10%, imbal hasil neto sekitar 6,08% untuk SBR015T2 dan 6,17% untuk SBR015T4 per tahun.

Apakah SBR015 bisa dijual sebelum jatuh tempo?

SBR015 tidak diperdagangkan di pasar sekunder. Namun, tersedia fasilitas early redemption sesuai syarat dan periode yang ditetapkan pemerintah.

Profil Penulis

Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.