
Bareksa - Pemerintah bersiap menawarkan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel jenis syariah yakni Sukuk Ritel seri SR025 setelah ORI030 mencatat penjualan Rp40 triliun dari 102.546 investor.
Keberhasilan ORI030 menunjukkan bahwa kupon kompetitif, didukung edukasi dan promosi yang luas, tetap mampu menarik minat kuat investor terhadap SBN Ritel.
SR025 akan hadir dalam dua pilihan tenor, yakni SR025T3 dan SR025T5. Imbal hasil resmi belum ditetapkan dan dijadwalkan diumumkan paling lambat sehari sebelum masa penawaran dibuka.
Berdasarkan data PHEI per 7 Agustus 2026, yield kurva SBN tenor 3 tahun berada di 7,0849% dan tenor 5 tahun di 7,2377%. Sementara itu, ORI030 menawarkan kupon 6,9% untuk tenor 3 tahun dan 7% untuk tenor 6 tahun. Kupon kompetitif tersebut berhasil menghimpun penjualan Rp40 triliun.
Kondisi pasar obligasi masih dipengaruhi yield SBN yang tinggi, BI-Rate 5,75%, serta kebutuhan investor atas instrumen pendapatan tetap yang kompetitif. Dengan mempertimbangkan faktor tersebut, berikut indikasi imbal hasil SR025:
Seri | Indikasi Imbal Hasil |
SR025T3 | 6,9-7% |
SR025T5 | 7-7,1% |
Sumber: Tim Analis Bareksa
Kisaran tersebut merupakan analisis indikatif, bukan proyeksi resmi pemerintah. Kupon final tetap akan ditetapkan pemerintah berdasarkan kondisi pasar menjelang penawaran, kebutuhan pembiayaan, dan minat investor.
Jadwal SR025
Tahapan | Jadwal |
Penetapan imbal hasil | Paling lambat 20 Agustus 2026 |
Masa penawaran | 21 Agustus-16 September 2026 |
Penetapan hasil penjualan | 21 September 2026 |
Setelmen atau penerbitan | 23 September 2026 |
Imbalan pertama | 10 Oktober 2026, berupa short coupon |
Mulai diperdagangkan | 11 Oktober 2026 |
Sumber: DJPPR Kemenkeu
Jadwal masih bersifat tentatif dan menunggu pengumuman resmi pemerintah.
Ketentuan SR025T3 dan SR025T5
Keterangan | SR025T3 | SR025T5 |
Tenor | 3 tahun | 5 tahun |
Jatuh tempo | 10 September 2029 | 10 September 2031 |
Minimum investasi | Rp1 juta | Rp1 juta |
Maksimum investasi | Rp5 miliar | Rp10 miliar |
Jenis imbalan | Tetap | Tetap |
Pembayaran imbalan | Setiap tanggal 10 | Setiap tanggal 10 |
Minimum holding period | Satu kali pembayaran imbalan | Satu kali pembayaran imbalan |
Sumber: DJPPR Kemenkeu
SR025 menggunakan akad Ijarah Asset to be Leased. Setelah melewati minimum holding period, SR025 dapat diperdagangkan di pasar sekunder.
Daftar atau masuk ke akun Bareksa.
Lengkapi data identitas, rekening bank, dan verifikasi akun SBN.
Pilih SR025T3 atau SR025T5 saat masa penawaran dibuka.
Tentukan nominal investasi mulai Rp1 juta.
Lakukan pembayaran sesuai instruksi sebelum batas waktu yang ditentukan.
Setelah setelmen, SR025 tercatat dalam portofolio dan imbalan dibayarkan setiap tanggal 10.
SR025T3 dapat dipertimbangkan investor yang memiliki horizon investasi hingga 2029 atau membutuhkan fleksibilitas lebih cepat. Sementara itu, SR025T5 lebih cocok bagi investor yang ingin mengunci potensi imbal hasil lebih tinggi dengan horizon investasi hingga 2031. Pilihan tenor sebaiknya disesuaikan dengan tujuan keuangan dan kebutuhan likuiditas, bukan hanya melihat besarnya imbal hasil.
Indikasi imbal hasil dalam artikel ini bukan kupon resmi dan dapat berubah.
Jadwal penerbitan masih bersifat tentatif hingga diumumkan pemerintah.
Imbalan pertama pada 10 Oktober 2026 merupakan short coupon, sehingga nilainya tidak sama dengan pembayaran bulanan penuh.
SR025 baru dapat diperdagangkan setelah melewati satu kali pembayaran imbalan.
Harga SR025 di pasar sekunder dapat naik atau turun. Investor yang menjual sebelum jatuh tempo berpotensi memperoleh capital gain maupun capital loss.
Gunakan dana investasi yang tidak mengganggu dana darurat dan kebutuhan jangka pendek.
Yield SBN yang masih berada di atas 7% memberi ruang bagi SR025 untuk menawarkan imbal hasil kompetitif. Indikasi 6,9-7% untuk SR025T3 dan 7-7,1% untuk SR025T5 dinilai selaras dengan kondisi pasar saat ini. Keberhasilan ORI030 juga menjadi sentimen positif, tetapi investor tetap perlu menunggu imbal hasil resmi sebelum menentukan pilihan investasi.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
Siap-siap Investasi SR025 di Sini
(Rahmat Hidayat/AM)
Tentang Penulis
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
***
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Menurut jadwal tentatif, SR025 ditawarkan pada 21 Agustus-16 September 2026.
Pemerintah akan menetapkan imbal hasil paling lambat sehari sebelum masa penawaran dibuka.
Minimum pemesanan SR025T3 maupun SR025T5 adalah Rp1 juta.
SR025T3 bertenor 3 tahun dan jatuh tempo pada 10 September 2029. SR025T5 bertenor 5 tahun dan jatuh tempo pada 10 September 2031; tenor lebih panjang berpotensi menawarkan imbal hasil lebih tinggi, tetapi dana juga ditempatkan lebih lama.
Bisa, setelah melewati minimum holding period satu kali pembayaran imbalan. Harga di pasar sekunder dapat berfluktuasi.