
Bareksa - Salah satu keunggulan Sukuk Tabungan seri ST016 yang paling sering disebut adalah mekanisme floating with floor, yakni kupon mengambang yang tetap punya batas minimum.
Namun, banyak investor yang belum memahami secara konkret: berapa rupiah sebenarnya yang masuk ke rekening setiap bulan jika BI Rate berubah?
Artikel ini menguraikan tiga skenario secara rinci, lengkap dengan tabel simulasi dan penjelasan teknis mekanisme penyesuaian kupon yang bersumber langsung dari dokumen resmi Kemenkeu.
Sebelum masuk ke simulasi, penting memahami formula dasar penetapan imbalan ST016:
ST016T2: BI Rate + spread tetap 130 bps (1,3%), dengan floor 6,05% p.a.
ST016T4 (Green Sukuk): BI Rate + spread tetap 150 bps (1,5%), dengan floor 6,25% p.a.
Pada saat penerbitan (8 Mei 2026), BI Rate 4,75%, sehingga kupon awal masing-masing adalah 6,05% dan 6,25%.
Penyesuaian dilakukan setiap tiga bulan, mengacu pada BI Rate yang diumumkan BI paling lambat 3 hari sebelum tanggal mulai berlakunya kupon baru. Tanggal berlakunya kupon baru adalah:
11 Februari setiap tahun
11 Mei setiap tahun
11 Agustus setiap tahun
11 November setiap tahun
Artinya, BI Rate yang relevan adalah yang diumumkan paling lambat 8 Februari, 8 Mei, 8 Agustus, dan 8 November pada tahun berjalan. Jika BI Rate berubah setelah tanggal cut-off tersebut, perubahan baru berlaku pada periode penyesuaian berikutnya.
Contoh aktual: BI Rate naik menjadi 5,25% pada 20 Mei 2026 (setelah cut-off 8 Mei). Maka, kupon yang menggunakan BI Rate 5,25% baru berlaku mulai 11 Agustus 2026, bukan lebih cepat.
Ini adalah kondisi saat ST016 pertama kali diterbitkan.
Nominal Investasi | Kupon T2 (6,05%) | PPh 10% | Imbalan Bersih/Bulan |
|---|---|---|---|
Rp1 juta (1 unit) | Rp5.042 | Rp504 | Rp4.538 |
Rp10 juta (10 unit) | Rp50.420 | Rp5.042 | Rp45.378 |
Rp100 juta (100 unit) | Rp504.200 | Rp50.420 | Rp453.780 |
Rp500 juta (500 unit) | Rp2.521.000 | Rp252.100 | Rp2.268.900 |
Nominal Investasi | Kupon T4 (6,25%) | PPh 10% | Imbalan Bersih/Bulan |
|---|---|---|---|
Rp1 juta (1 unit) | Rp5.208 | Rp521 | Rp4.687 |
Rp10 juta (10 unit) | Rp52.080 | Rp5.208 | Rp46.872 |
Rp100 juta (100 unit) | Rp520.800 | Rp52.080 | Rp468.720 |
Rp1 miliar (1.000 unit) | Rp5.208.000 | Rp520.800 | Rp4.687.200 |
Sumber: Kemenkeu, diolah
Catatan: Simulasi belum termasuk biaya admin transfer dan biaya lainnya.
Pada RDG BI 20 Mei 2026, BI Rate resmi dinaikkan menjadi 5,25%. Kenaikan ini akan efektif mengubah kupon ST016 mulai 11 Agustus 2026 untuk pembayaran kupon 10 September 2026. Kupon baru menjadi:
ST016T2: 5,25% + 1,3% = 6,55% p.a.
ST016T4: 5,25% + 1,5% = 6,75% p.a.
Nominal Investasi | Kupon T2 (6,55%) | PPh 10% | Imbalan Bersih/Bulan |
|---|---|---|---|
Rp1 juta | Rp5.458 | Rp546 | Rp4.912 |
Rp10 juta | Rp54.580 | Rp5.458 | Rp49.122 |
Rp100 juta | Rp545.800 | Rp54.580 | Rp491.220 |
Rp500 juta | Rp2.729.000 | Rp272.900 | Rp2.456.100 |
| Nominal Investasi | Kupon T4 (6,75%) | PPh 10% | Imbalan Bersih/Bulan |
|---|---|---|---|
Rp1 juta | Rp5.625 | Rp562 | Rp5.063 |
Rp10 juta | Rp56.250 | Rp5.625 | Rp50.625 |
Rp100 juta | Rp562.500 | Rp56.250 | Rp506.250 |
Rp1 miliar | Rp5.625.000 | Rp562.500 | Rp5.062.500 |
Sumber: Kemenkeu, diolah
Dampak kenaikan BI Rate untuk investasi Rp100 juta:
ST016T2: imbalan bersih naik dari Rp453.780 → Rp491.220 per bulan (+Rp37.440/bulan)
ST016T4: imbalan bersih naik dari Rp468.720 → Rp506.250 per bulan (+Rp37.530/bulan)
Inilah keistimewaan terbesar ST016. Jika BI Rate turun misalnya ke 4,5%, maka perhitungan normal menghasilkan 4,5% + 1,3% = 5,8% (T2) — lebih rendah dari floor 6,05%. Dalam kondisi ini, kupon tetap menggunakan nilai floor, bukan hasil formula.
Dengan kata lain, investor terlindungi dari penurunan BI Rate selama memegang ST016 hingga jatuh tempo.
Kondisi BI Rate | Formula T2 | Kupon T2 Berlaku | Keterangan |
|---|---|---|---|
4,75% | 4,75% + 1,30% = 6,05% | 6,05% | Tepat di floor |
5,00% | 5,00% + 1,30% = 6,30% | 6,30% | Di atas floor, naik |
5,25% | 5,25% + 1,30% = 6,55% | 6,55% | Di atas floor, naik |
4,50% | 4,50% + 1,30% = 5,80% | 6,05% | Di bawah floor → floor berlaku |
3,75% | 3,75% + 1,30% = 5,05% | 6,05% | Di bawah floor → floor berlaku |
Simulasi imbalan bersih pada skenario BI Rate turun (tetap menggunakan floor 6,05% T2):
Nominal Investasi | Kupon T2 (6,05% — Floor) | PPh 10% | Imbalan Bersih/Bulan |
|---|---|---|---|
Rp1 juta | Rp5.042 | Rp504 | Rp4.538 |
Rp10 juta | Rp50.420 | Rp5.042 | Rp45.378 |
Rp100 juta | Rp504.200 | Rp50.420 | Rp453.780 |
Sumber: Kemenkeu, diolah
Angka tersebut identik dengan Skenario 1 — karena floor melindungi investor dari penurunan BI Rate.
Dalam kondisi siklus suku bunga saat ini, di mana BI Rate sudah naik ke 5,25% dan ada potensi naik lebih lanjut, mekanisme floating with floor menjadi sangat relevan:
Kupon ST016 bersifat floating with floor, naik mengikuti BI Rate, tapi tidak bisa turun di bawah batas minimum. Dengan BI Rate yang baru naik ke 5,25% (Mei 2026), kupon ST016T2 akan menjadi 6,55% dan ST016T4 6,75% pada penyesuaian berikutnya. Artikel ini menyajikan simulasi angka bersih untuk berbagai nominal investasi agar investor bisa merencanakan arus kas dengan presisi.
1. Kapan tepatnya perubahan kupon akibat BI Rate naik 5,25% mulai berlaku untuk ST016?
Mulai 11 Agustus 2026, karena BI Rate 5,25% diumumkan pada 21 Mei 2026 — setelah cut-off 8 Mei. Penyesuaian berikutnya mengacu pada BI Rate yang berlaku paling lambat 3 hari sebelum tanggal penyesuaian.
2. Apakah kupon bisa naik tanpa batas mengikuti BI Rate?
Secara teoritis ya — tidak ada batas atas (ceiling). Hanya ada batas bawah (floor). Jika BI Rate naik terus, kupon ST016 akan terus naik mengikuti formula.
3. Imbalan bulan pertama (Juli 2026) menggunakan kupon berapa?
Menggunakan kupon awal 6,05% (T2) dan 6,25% (T4), karena kupon pertama ditetapkan berdasarkan BI Rate saat penetapan hasil penjualan (8 Juni 2026), bukan setelah kenaikan BI Rate Mei.
4. Apakah ada biaya yang mengurangi imbalan bersih selain PPh?
Ya. Beberapa mitra distribusi mengenakan biaya administrasi transfer dan/atau biaya kustodian. Pastikan cek ketentuan masing-masing mitra distribusi sebelum membeli.
5. Jika saya beli sekarang (akhir Mei 2026), imbalan pertama kapan dan berapa?
Imbalan pertama dibayarkan pada 10 Juli 2026, menggunakan kupon awal 6,05% (T2) atau 6,25% (T4). Untuk 1 unit (Rp1 juta), imbalan bersih pertama sekitar Rp4.538 (T2) atau Rp4.687 (T4).
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.