Berita / SBN / Artikel

Simulasi Imbalan ST016 di 3 Skenario BI Rate: Berapa Rupiah yang Kamu Terima per Bulan?

Abdul Malik • 26 May 2026

an image
Ilustrasi investor menghitung kupon imbal hasil Sukuk Tabungan ST016. (Shutterstock)

Simulasi lengkap imbalan bersih ST016T2 dan ST016T4 dalam tiga skenario BI Rate: naik, turun, dan tetap. Lengkap dengan tabel angka per nominal investasi dan jadwal penyesuaian kupon.

Bareksa - Salah satu keunggulan Sukuk Tabungan seri ST016 yang paling sering disebut adalah mekanisme floating with floor, yakni kupon mengambang yang tetap punya batas minimum. 

Namun, banyak investor yang belum memahami secara konkret: berapa rupiah sebenarnya yang masuk ke rekening setiap bulan jika BI Rate berubah?

Artikel ini menguraikan tiga skenario secara rinci, lengkap dengan tabel simulasi dan penjelasan teknis mekanisme penyesuaian kupon yang bersumber langsung dari dokumen resmi Kemenkeu.

Struktur Dasar Kupon ST016

Sebelum masuk ke simulasi, penting memahami formula dasar penetapan imbalan ST016:

  • ST016T2: BI Rate + spread tetap 130 bps (1,3%), dengan floor 6,05% p.a.

  • ST016T4 (Green Sukuk): BI Rate + spread tetap 150 bps (1,5%), dengan floor 6,25% p.a.

Pada saat penerbitan (8 Mei 2026), BI Rate 4,75%, sehingga kupon awal masing-masing adalah 6,05% dan 6,25%.

Kapan Tepatnya Kupon Disesuaikan?

Penyesuaian dilakukan setiap tiga bulan, mengacu pada BI Rate yang diumumkan BI paling lambat 3 hari sebelum tanggal mulai berlakunya kupon baru. Tanggal berlakunya kupon baru adalah:

  • 11 Februari setiap tahun

  • 11 Mei setiap tahun

  • 11 Agustus setiap tahun

  • 11 November setiap tahun

Artinya, BI Rate yang relevan adalah yang diumumkan paling lambat 8 Februari, 8 Mei, 8 Agustus, dan 8 November pada tahun berjalan. Jika BI Rate berubah setelah tanggal cut-off tersebut, perubahan baru berlaku pada periode penyesuaian berikutnya.

Contoh aktual: BI Rate naik menjadi 5,25% pada 20 Mei 2026 (setelah cut-off 8 Mei). Maka, kupon yang menggunakan BI Rate 5,25% baru berlaku mulai 11 Agustus 2026, bukan lebih cepat.

Skenario 1: BI Rate Tetap di 4,75% 

Ini adalah kondisi saat ST016 pertama kali diterbitkan.

Nominal Investasi
Kupon T2 (6,05%)
PPh 10%
Imbalan Bersih/Bulan

Rp1 juta (1 unit)

Rp5.042

Rp504

Rp4.538

Rp10 juta (10 unit)

Rp50.420

Rp5.042

Rp45.378

Rp100 juta (100 unit)

Rp504.200

Rp50.420

Rp453.780

Rp500 juta (500 unit)

Rp2.521.000

Rp252.100

Rp2.268.900

Nominal Investasi
Kupon T4 (6,25%)
PPh 10%
Imbalan Bersih/Bulan

Rp1 juta (1 unit)

Rp5.208

Rp521

Rp4.687

Rp10 juta (10 unit)

Rp52.080

Rp5.208

Rp46.872

Rp100 juta (100 unit)

Rp520.800

Rp52.080

Rp468.720

Rp1 miliar (1.000 unit)

Rp5.208.000

Rp520.800

Rp4.687.200

Sumber: Kemenkeu, diolah
Catatan: Simulasi belum termasuk biaya admin transfer dan biaya lainnya.

Skenario 2: BI Rate Naik ke 5,25% 

Pada RDG BI 20 Mei 2026, BI Rate resmi dinaikkan menjadi 5,25%. Kenaikan ini akan efektif mengubah kupon ST016 mulai 11 Agustus 2026 untuk pembayaran kupon 10 September 2026. Kupon baru menjadi:

  • ST016T2: 5,25% + 1,3% = 6,55% p.a.

  • ST016T4: 5,25% + 1,5% = 6,75% p.a.

Nominal Investasi
Kupon T2 (6,55%)
PPh 10%
Imbalan Bersih/Bulan

Rp1 juta

Rp5.458

Rp546

Rp4.912

Rp10 juta

Rp54.580

Rp5.458

Rp49.122

Rp100 juta

Rp545.800

Rp54.580

Rp491.220

Rp500 juta

Rp2.729.000

Rp272.900

Rp2.456.100

Nominal Investasi
Kupon T4 (6,75%)
PPh 10%
Imbalan Bersih/Bulan

Rp1 juta

Rp5.625

Rp562

Rp5.063

Rp10 juta

Rp56.250

Rp5.625

Rp50.625

Rp100 juta

Rp562.500

Rp56.250

Rp506.250

Rp1 miliar

Rp5.625.000

Rp562.500

Rp5.062.500

Sumber: Kemenkeu, diolah

Dampak kenaikan BI Rate untuk investasi Rp100 juta:

  • ST016T2: imbalan bersih naik dari Rp453.780 → Rp491.220 per bulan (+Rp37.440/bulan)

  • ST016T4: imbalan bersih naik dari Rp468.720 → Rp506.250 per bulan (+Rp37.530/bulan)

Skenario 3: BI Rate Turun ke 4,5% atau Lebih Rendah

Inilah keistimewaan terbesar ST016. Jika BI Rate turun misalnya ke 4,5%, maka perhitungan normal menghasilkan 4,5% + 1,3% = 5,8% (T2) — lebih rendah dari floor 6,05%. Dalam kondisi ini, kupon tetap menggunakan nilai floor, bukan hasil formula.

Dengan kata lain, investor terlindungi dari penurunan BI Rate selama memegang ST016 hingga jatuh tempo.

Kondisi BI Rate
Formula T2
Kupon T2 Berlaku
Keterangan

4,75%

4,75% + 1,30% = 6,05%

6,05%

Tepat di floor

5,00%

5,00% + 1,30% = 6,30%

6,30%

Di atas floor, naik

5,25%

5,25% + 1,30% = 6,55%

6,55%

Di atas floor, naik

4,50%

4,50% + 1,30% = 5,80%

6,05%

Di bawah floor → floor berlaku

3,75%

3,75% + 1,30% = 5,05%

6,05%

Di bawah floor → floor berlaku

Simulasi imbalan bersih pada skenario BI Rate turun (tetap menggunakan floor 6,05% T2):

Nominal Investasi
Kupon T2 (6,05% — Floor)​
PPh 10%
Imbalan Bersih/Bulan

Rp1 juta

Rp5.042

Rp504

Rp4.538

Rp10 juta

Rp50.420

Rp5.042

Rp45.378

Rp100 juta

Rp504.200

Rp50.420

Rp453.780

Sumber: Kemenkeu, diolah

Angka tersebut identik dengan Skenario 1 — karena floor melindungi investor dari penurunan BI Rate.

Implikasi untuk Strategi Investasi

Dalam kondisi siklus suku bunga saat ini, di mana BI Rate sudah naik ke 5,25% dan ada potensi naik lebih lanjut, mekanisme floating with floor menjadi sangat relevan:

  • Jika suku bunga terus naik: Kupon ST016 ikut naik otomatis setiap tiga bulan tanpa investor perlu melakukan apa-apa.
  • Jika suku bunga turun di kemudian hari: Kupon tidak akan turun di bawah floor 6,05%/6,25% — investor tetap mendapatkan imbalan minimal yang sudah terkunci sejak awal.
  • Kepastian arus kas: Pembayaran setiap tanggal 10 setiap bulan memberikan kepastian aliran dana yang ideal untuk kebutuhan bulanan.

Kesimpulan

Kupon ST016 bersifat floating with floor, naik mengikuti BI Rate, tapi tidak bisa turun di bawah batas minimum. Dengan BI Rate yang baru naik ke 5,25% (Mei 2026), kupon ST016T2 akan menjadi 6,55% dan ST016T4 6,75% pada penyesuaian berikutnya. Artikel ini menyajikan simulasi angka bersih untuk berbagai nominal investasi agar investor bisa merencanakan arus kas dengan presisi.

FAQ

1. Kapan tepatnya perubahan kupon akibat BI Rate naik 5,25% mulai berlaku untuk ST016? 
Mulai 11 Agustus 2026, karena BI Rate 5,25% diumumkan pada 21 Mei 2026 — setelah cut-off 8 Mei. Penyesuaian berikutnya mengacu pada BI Rate yang berlaku paling lambat 3 hari sebelum tanggal penyesuaian.

2. Apakah kupon bisa naik tanpa batas mengikuti BI Rate? 
Secara teoritis ya — tidak ada batas atas (ceiling). Hanya ada batas bawah (floor). Jika BI Rate naik terus, kupon ST016 akan terus naik mengikuti formula.

3. Imbalan bulan pertama (Juli 2026) menggunakan kupon berapa? 
Menggunakan kupon awal 6,05% (T2) dan 6,25% (T4), karena kupon pertama ditetapkan berdasarkan BI Rate saat penetapan hasil penjualan (8 Juni 2026), bukan setelah kenaikan BI Rate Mei.

4. Apakah ada biaya yang mengurangi imbalan bersih selain PPh? 
Ya. Beberapa mitra distribusi mengenakan biaya administrasi transfer dan/atau biaya kustodian. Pastikan cek ketentuan masing-masing mitra distribusi sebelum membeli.

5. Jika saya beli sekarang (akhir Mei 2026), imbalan pertama kapan dan berapa? 
Imbalan pertama dibayarkan pada 10 Juli 2026, menggunakan kupon awal 6,05% (T2) atau 6,25% (T4). Untuk 1 unit (Rp1 juta), imbalan bersih pertama sekitar Rp4.538 (T2) atau Rp4.687 (T4).

Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.

Investasi ST016 di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.