
Bareksa - Pemerintah mencatat realisasi pemesanan Sukuk Tabungan seri ST016 mencapai Rp5,72 triliun hingga 14 Mei 2026 atau sekitar 38,17% dari target nasional Rp15 triliun. Informasi ini penting karena mencerminkan minat investor terhadap instrumen SBN Ritel syariah di tengah kondisi pasar dan suku bunga yang masih fluktuatif.
Berdasarkan data penjualan nasional ST016 yang dikompilasi Bareksa, Dari total penjualan tersebut, ST016T2 menyerap Rp3,81 triliun atau sekitar 38,1% dari target Rp10 triliun. Sementara ST016T4 yang merupakan Green Sukuk mencatat pemesanan Rp1,91 triliun atau sekitar 38,31% dari target Rp5 triliun. Pencapaian di atas 30% pada pekan pertama dinilai mencerminkan permintaan investor yang relatif solid.
Minat investor pada awal masa penawaran ST016 tergolong cukup kuat dibanding beberapa seri Sukuk Tabungan sebelumnya. Respons pasar dipengaruhi kombinasi kupon kompetitif, jaminan pemerintah, serta fitur floating with floor yang membuat kupon berpotensi naik mengikuti BI Rate, namun tidak turun di bawah batas minimal.
Berdasarkan tren transaksi, investor Milenial dan Gen Z masih menjadi kelompok dengan jumlah transaksi terbesar. Namun dari sisi nominal pembelian atau asset under management (AUM), investor Gen X dan Baby Boomers masih memberikan kontribusi signifikan. Investor existing juga tercatat aktif melakukan reinvestasi dari SBN yang jatuh tempo.
ST016 menawarkan kupon minimal 6,05% untuk tenor 2 tahun dan 6,25% untuk tenor 4 tahun. Selain berbasis syariah dan dijamin negara, imbal hasil dibayarkan setiap bulan sehingga menjadi salah satu faktor yang dicermati investor pendapatan tetap. Setelah memperhitungkan pajak final 10%, imbal hasil bersih ST016 dinilai masih kompetitif dibanding instrumen simpanan konvensional tertentu.
Seluruh proses mulai registrasi SBN Online, pemesanan, hingga pembayaran dapat dilakukan secara digital selama masa penawaran berlangsung sejak 8 Mei hingga 3 Juni 2026, atau berlangsung dalam 27 hari kalender.
Mempertimbangkan kuota nasional sudah terserap hampir 40% dalam sepekan pertama masa penawaran, maka tidak menutup kemungkinan pemerintah berpotensi menambah kuota nasional pemesanan ST016 (upsize), jika minat investor terus meningkat.
Ringkasan Penjualan ST016 per 14 Mei 2026 (Pekan pertama masa penawaran)
Seri | Realisasi Penjualan | Target Nasional | Persentase Terserap |
|---|---|---|---|
ST016T2 | Rp3,81 triliun | Rp10 triliun | 38,10% |
ST016T4 | Rp1,91 triliun | Rp5 triliun | 38,31% |
Total ST016 | Rp5,72 triliun | Rp15 triliun | 38,17% |
Sumber: Bareksa mengolah data Kementerian Keuangan
Fitur Utama ST016
Fitur | ST016T2 | ST016T4 |
|---|---|---|
Tenor | 2 Tahun | 4 Tahun |
Kupon Floor | 6,05% | 6,25% |
Jenis | Sukuk Tabungan | Green Sukuk |
Pajak Imbal Hasil | 10% | 10% |
Maksimum Pembelian | Rp5 miliar | Rp10 miliar |
Jatuh Tempo | 10 Juni 2028 | 10 Mei 2030 |
Sumber: Kemenkeu
Kupon floating with floor memberi perlindungan batas bawah imbal hasil
Dijamin pemerintah sesuai ketentuan perundang-undangan
Imbal hasil dibayar bulanan
Instrumen berbasis syariah
ST016T4 mendukung pembiayaan proyek hijau pemerintah
Penjualan ST016 yang mencapai lebih dari Rp5,7 triliun dalam sepekan menunjukkan minat investor ritel terhadap instrumen SBN syariah masih relatif kuat. Kondisi suku bunga, fitur floating with floor, serta pembayaran imbal hasil bulanan menjadi faktor yang banyak dicermati pasar.
Ke depan, realisasi penjualan ST016 masih akan dipengaruhi dinamika pasar keuangan dan tren suku bunga. Investor juga cenderung memperhatikan tenor, kebutuhan likuiditas, serta tujuan investasi sebelum memilih seri ST016T2 atau ST016T4.
1. Kapan masa penawaran ST016 berakhir?
Masa penawaran ST016 berlangsung sejak 8 Mei hingga 3 Juni 2026.
2. Berapa total penjualan ST016 hingga 14 Mei 2026?
Total pemesanan ST016 mencapai sekitar Rp5,72 triliun.
3. Apa perbedaan utama ST016T2 dan ST016T4?
Perbedaan utama terdapat pada tenor, kupon floor, dan status ST016T4 sebagai Green Sukuk.
4. Apa itu fitur floating with floor?
Kupon dapat naik mengikuti BI Rate, namun tidak turun di bawah batas minimal yang ditetapkan.
5. Siapa investor yang paling aktif membeli ST016?
Berdasarkan tren Bareksa, investor Milenial dan Gen Z mendominasi jumlah transaksi, sedangkan Gen X dan Baby Boomers dominan dari sisi nominal investasi.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
(Rahmat Hidayat/AM)
Tentang Penulis
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.