Berita / SBN / Artikel

Pajak Kupon ST016 Hanya 10%: Lebih Hemat 50% dari Deposito yang Kena 20%

Abdul Malik • 15 May 2026

an image
Ilustrasi persentase besaran bunga imbal hasil kupon ORI025 yang terdiri dari dua tenor sebagai SBN Ritel 2024. (Shutterstock)

Selisih pajak 10% antara ST016 dan deposito berdampak besar pada imbal hasil bersih. Ini cara hitung dan perbandingan lengkapnya.

Bareksa - Di dunia investasi, return kotor seringkali menyesatkan. Yang benar-benar masuk ke kantong adalah return bersih setelah pajak. Dan di sinilah ST016 punya keunggulan yang sering terlewat: pajaknya hanya separuh dari deposito.

Imbalan/kupon ST016 dikenai Pajak Penghasilan (PPh) Final  10%. Sementara bunga deposito bank dikenai PPh Final 20%. Selisih 10 persen ini terdengar kecil, tapi efeknya signifikan, terutama saat nominal investasi besar.

Contoh paling sederhana: investasi Rp10 juta di ST016T4 menghasilkan kupon bruto Rp52.080 per bulan. Setelah dipotong pajak 10%, investor menerima Rp46.872 bersih. Jika instrumen serupa dikenai pajak 20%, investor hanya menerima sekitar Rp41.664. Selisihnya Rp5.208 per bulan, atau lebih dari Rp62.000 per tahun, hanya dari Rp10 juta.

Pada nominal lebih besar, efeknya berlipat. Inilah alasan banyak investor deposito berpindah ke ST016 setiap kali pemerintah menerbitkan SBN Ritel seri baru.

Perbandingan Pajak: ST016 vs Deposito

Komponen
ST016
Deposito Bank

Tarif PPh Final

10%

20%

Dasar hukum

PP No. 55/2019

PP No. 131/2000

Sifat pajak

Final (sudah selesai)

Final (sudah selesai)

Kapan dipotong

Saat pembayaran imbalan

Saat bunga dikreditkan

Sumber: Kemenkeu

Simulasi Dampak Pajak: Rp100 Juta Selama 1 Tahun

Instrumen
Kupon/Bunga
Pajak
Imbal Hasil Bersih/Tahun

ST016T4 (6,25%)

Rp6.250.000

Rp625.000 (10%)

Rp5.625.000

ST016T2 (6,05%)

Rp6.050.000

Rp605.000 (10%)

Rp5.445.000

Deposito (3,5%*)

Rp3.500.000

Rp700.000 (20%)

Rp2.800.000

*Bunga penjaminan LPS Februari–Mei 2026. Asumsi ilustrasi, angka aktual dapat berbeda.
Sumber: Kemenkeu, diolah

Perbedaan ini bukan keistimewaan baru. Pemerintah secara konsisten memberikan insentif pajak lebih rendah untuk SBN Ritel sebagai bagian dari strategi mendorong partisipasi masyarakat dalam pembiayaan negara. Ini bukan "promo sementara", ini regulasi yang sudah berjalan bertahun-tahun.

Keuntungan pajak ini berlaku untuk semua investor, tanpa perlu melakukan perencanaan pajak khusus. Pemotongan dilakukan otomatis oleh pemerintah saat imbalan dibayarkan.

ST016 ditawarkan mulai 8 Mei hingga 3 Juni 2026 dengan imbalan mulai 6,05% (T2) dan 6,25% (T4) per tahun. Dana masuk ke pemerintah pada 10 Juni 2026 (tanggal setelmen), dan imbalan pertama langsung cair ke rekening investor pada 10 Juli 2026. Investor bisa membeli ST016 melalui mitra distribusi resmi yang ditunjuk Kemenkeu, salah satunya Super App Bareksa.

Kesimpulan

Keunggulan pajak ST016 bukan sekadar angka di atas kertas. Ini perbedaan nyata yang langsung terasa di rekening setiap bulan. Kombinasi kupon kompetitif + pajak rendah + jaminan negara menjadikan ST016 salah satu instrumen paling efisien secara pajak di pasar ritel Indonesia.

FAQ

1. Apakah investor perlu lapor pajak ST016 secara terpisah? 
Tidak. Pajak atas imbalan ST016 bersifat final dan dipotong langsung saat pembayaran. Investor tidak perlu melaporkan secara terpisah di SPT untuk pajak atas imbalan ST016.

2. Apakah tarif pajak 10% ini bisa berubah di tengah tenor?
Berdasarkan regulasi yang berlaku saat ini, tarif tetap 10% selama tenor berlangsung. Pemerintah tidak mengubah tarif pajak secara retroaktif untuk instrumen yang sudah diterbitkan.

3. Deposito saya di bank sudah >Rp2 miliar, apakah pajaknya beda? 
Untuk deposito, tarif PPh Final 20% berlaku flat tanpa batas. Sementara SBN termasuk ST016 tetap 10% berapa pun nominalnya, selama masih dalam batas maksimum pembelian.

Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya. 

Investasi ST016 di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.