Berita / SBN / Artikel

Jadwal Lengkap Penerbitan ST016, Penawaran Mulai 8 Mei 2026

Abdul Malik • 30 Apr 2026

an image
Ilustrasi dua Muslimah investor yang berinvestasi di reksadana syariah, emas dan SBN Ritel syariah. Mereka sedang menantikan jadwal penawaran Sukuk Tabungan ST016. (Shutterstock)

ST016 dijadwalkan terbit Mei 2026. Simak timeline penawaran, tenor, minimum investasi, dan ketentuan lengkap Sukuk Tabungan ST016.

Bareksa - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan tengah menyiapkan penerbitan Sukuk Tabungan seri ST016 sebagai salah satu instrumen investasi syariah ritel tahun 2026. 

Berdasarkan jadwal (tentatif), masa penawaran akan berlangsung mulai 8 Mei hingga 3 Juni 2026, dengan tanggal setelmen atau penerbitan pada 10 Juni 2026. Sementara penetapan hasil penjualan dilakukan pada 8 Juni 2026.

ST016 akan hadir dalam dua pilihan tenor, yakni ST016T2 dengan jatuh tempo 10 Juni 2028 dan ST016T4 dengan jatuh tempo 10 Mei 2030. Produk ini diperuntukkan bagi Warga Negara Indonesia dengan nominal pemesanan mulai dari Rp1 juta. Investor dapat memesan hingga Rp5 miliar untuk tenor 2 tahun dan Rp10 miliar untuk tenor 4 tahun.

Instrumen Syariah non Tradable 

Sebagai instrumen syariah negara, ST016 bersifat non-tradable, artinya tidak dapat diperjualbelikan di pasar sekunder. Selain itu, instrumen ini tidak dapat dialihkan kepada pihak lain dan hanya bisa dicairkan sebelum jatuh tempo pada periode early redemption sesuai ketentuan pemerintah. 

Dana yang dihimpun akan digunakan untuk mendukung pembiayaan APBN 2026, dengan underlying asset berupa Barang Milik Negara (BMN) dan proyek negara.

Bagi investor konservatif maupun moderat yang ingin diversifikasi portofolio ke instrumen syariah, ST016 menjadi opsi menarik karena dijamin pemerintah dan menawarkan pendapatan tetap. 

Meski jadwal masih bersifat tentatif, calon investor dapat mulai menyiapkan dana sambil menunggu pengumuman kupon yang ditetapkan paling lambat sehari sebelum masa penawaran dibuka.

Timeline Penerbitan ST016 (Tentatif)

Tahapan
Tanggal

Kick Off Meeting

30 April 2026

Penetapan Imbalan

Paling lambat H-1 masa penawaran

Masa Penawaran

8 Mei – 3 Juni 2026

Penetapan Hasil Penjualan

8 Juni 2026

Tanggal Setelmen

10 Juni 2026

Sumber: Kemenkeu

Syarat & Ketentuan Investasi ST016

Kriteria
ST016T2
ST016T4

Tenor

2 Tahun

4 Tahun

Jatuh Tempo

10 Juni 2028

10 Mei 2030

Minimum Pemesanan

Rp1 juta

Rp1 juta

Maksimum Pemesanan

Rp5 miliar

Rp10 miliar

Investor

Warga Negara Indonesia

Akad

Wakalah

Underlying Asset

BMN & Proyek APBN 2026

Sumber: Kemenkeu

Catatan Penting bagi Investor

  • Penawaran dibuka selama hampir 1 bulan, dari 8 Mei sampai 3 Juni 2026

  • Tersedia dua tenor sesuai kebutuhan investasi

  • Cocok untuk investor yang mencari instrumen syariah negara

  • Tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder

  • Dijamin pemerintah sebagai bagian dari pembiayaan APBN

Kesimpulan

ST016 menjadi pilihan investasi syariah negara yang layak dipertimbangkan pada 2026, terutama bagi investor yang mencari instrumen berpendapatan tetap dengan jaminan pemerintah. Dengan jadwal penawaran mulai 8 Mei 2026, calon investor dapat mempersiapkan dana sejak dini dan menyesuaikan pilihan tenor sesuai tujuan keuangan masing-masing.

FAQ 

1. Kapan ST016 mulai ditawarkan?
Mulai 8 Mei 2026 hingga 3 Juni 2026.

2. Berapa minimal investasi ST016?
Minimal Rp1 juta.

3. Siapa yang bisa membeli ST016?
Warga Negara Indonesia.

4. Apakah ST016 bisa dijual kapan saja?
Tidak. ST016 bersifat non-tradable dan tidak diperdagangkan di pasar sekunder.

5. Ada berapa pilihan tenor?
Dua tenor: 2 tahun (ST016T2) dan 4 tahun (ST016T4).

Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya. 

Siap-siap Investasi ST016 di Sini

(Rahmat Hidayat/AM)

Tentang Penulis

*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.