Berita / SBN / Artikel

Lima Perbandingan Untung dan Rugi Investasi di Sukuk Ritel SR013 dengan Deposito

Bareksa • 03 Sep 2020

an image
Ilustrasi investor wanita berhijab syariah sedang memegang komputer tablet gadget untuk investasi reksadana, surat berharga negara, obligasi, sukuk tabungan dengan transaksi online

Setelah dipotong pajak, imbalan bersih SR013 jadi 5,14 persen per tahun, lebih tinggi dari rata-rata imbalan deposito

Bareksa.com - Sebagian besar masyarakat sudah sangat akrab dengan deposito atau tabungan bank untuk menyimpan uang dalam jangka pendek. Saat ini, pemerintah sudah menyediakan instrumen investasi yang nyaris bebas risiko bagi masyarakat dan berbasis syariah, yakni Sukuk Ritel (SR).

Sukuk adalah penyertaan terhadap aset negara yang disewakan kepada pemerintah dan bukan surat utang. Jika kita membeli sukuk, artinya kita membeli aset negara. Aset ini kemudian akan kita sewakan kembali kepada pemerintah hingga saat jatuh tempo, atau masa berlakunya habis.

Pada sukuk, keuntungan atau imbal hasil yang diberikan adalah berupa uang sewa (ujrah) dengan persentase tertentu sesuai dengan prinsip syariat Islam yang tidak mengandung unsur riba. Imbal hasil sukuk ini juga akan dibayarkan secara rutin tiap bulan dan nilai pokok modal kita akan dibayarkan pada saat jatuh tempo yakni setelah tiga tahun.

Mulai 28 Agustus 2020, masyarakat sudah bisa melakukan pemesanan Sukuk Ritel seri terbaru, yakni SR013. Pemesanan bisa dimulai dari modal hanya Rp1 juta (1 unit) hingga Rp3 miliar (3.000 unit) per individu selama masa penawaran hingga 23 September 2020.

Dengan modal yang terjangkau, kita bisa ikut membantu membiayai anggaran negara karena uang hasil penerbitan Sukuk Ritelakan digunakan pemerintah untuk pembangunan nasional.

Dalam penawaran ini, pemerintah memberikan tingkat kupon atau imbalan tetap (fixed coupon) SR013 sebesar 6,05 persen per tahun, serta dapat diperdagangkan di pasar sekunder dengan mekanisme transaksi di Bursa Efek dan transaksi di luar Bursa Efek (over the counter). SR013 memiliki tenor atau tanggal jatuh tempo selama tiga tahun yakni pada 10 September 2023.

Sama-sama memiliki risiko yang rendah, lantas apa perbedaan Sukuk Ritel dengan Deposito?

1. Penetapan Imbal Hasil

Kupon atau imbal hasil SR013 ditetapkan 6,05 persen per tahun dengan sistem tetap (fixed coupon) serta dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Artinya, investor berpotensi mendapatkan capital gain jika menjualnya di atas harga par (harga penuh). Hal ini berbeda dengan imbal hasil pada deposito yang bisa naik dan turun sesuai dengan tingkat imbal hasil acuan.

2. Pajak lebih rendah

Keuntungan SR013 dikenakan pajak 15 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan pajak imbal hasil deposito syariah yang sebesar 20 persen per tahun. Maka, berinvestasi di SR013 tentu lebih optimal.

Jika kita bandingkan, imbal hasil SR013 lebih tinggi dibandingkan dengan deposito perbankan yang hanya 5,1 persen per tahun berdasarkan rata-rata imbalan deposito perbankan per 2 September 2020 (menurut data Pusat Informasi Pasar Uang Bank Indonesia).

Setelah dipotong pajak, imbalan bersih SR013 jadi 5,14 persen per tahun, lebih tinggi dibandingkan rata-rata imbal hasil bersih deposito perbankan yang hanya 4,08 persen per tahun.

3. Bisa Diperdagangkan

Jika kita memiliki deposito berjangka, kita tidak bisa mencairkannya sebelum jatuh tempo. Kecuali, kita bersedia dikenakan pinalti oleh bank, sehingga akhirnya keuntungan yang kita terima pun semakin kecil.

Sementara itu, SR013 bisa dijual jika investor membutuhkan dana karena bisa diperdagangkan di pasar sekunder. Syaratnya, SR013 bisa dijual setelah dua kali pembayaran kupon, yakni mulai 11 Desember 2020.

Karena dapat diperdagangkan di pasar sekunder, investor berpotensi mendapatkan capital gain jika menjualnya di atas harga par.

4. Dijamin 100 persen

Tabungan atau deposito dijamin oleh Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) maksimal Rp2 miliar. Sementara itu, SR013 dijamin 100 persen oleh pemerintah baik pokoknya maupun pembayaran kuponnya. Artinya, jaminan pemerintah bisa mencapai Rp3 miliar, sesuai kepemilikan maksimal di SR013. Jadi, investasi di SR013 bebas risiko gagal bayar, alias tidak bisa rugi.

5. Modal terjangkau

Menaruh uang di deposito bank ada nilai minimalnya. Misalnya di salah satu bank besar, nilai minimal saldo deposito Rp10 juta. Angka saldo minimal itu sangat jauh dibandingkan dengan modal investasi di SR013 yang bisa dimulai dengan Rp1 juta (1 unit) saja.

Selain keuntungan bagi investor, SR013 ini sangat bermanfaat bagi negara karena membantu membiayai APBN. Jadi, bila kita membeli SR013, kita bisa berinvestasi sekaligus membantu negara. Ayo pesan sekarang!

 

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Pemesanan SR013 secara online di Bareksa hanya bisa dilakukan pada masa penawaran 28 Agustus - 23 September 2020. Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi SBN? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan SR013.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.