Berita / SBN / Artikel

Masa Penawaran Tinggal 9 Hari, Bagaimana Prospek Investasi di Sukuk Ritel SR012?

Bareksa • 09 Mar 2020

an image
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman (tengah bawah) bersama jajaran Kemenkeu dan mitra distribusi saat peluncuran Sukuk Ritel seri SR012, di Jakarta (29/2/2020). (Bareksa/AM)

Di tengah tren penurunan suku bunga, SR012 dengan kupon tetap 6,3 persen jadi pilihan investasi menarik

Bareksa.com - Sembilan hari menjelang masa penawaran berakhir, realisasi penjualan Sukuk Negara Ritel alias Sukri seri SR012 masih jauh dari target yang dipatok pemerintah yakni Rp8 triliun.

Melansir data Kementerian Keuangan yang dikutip dari laman Investree, Kamis (05/03/2020), realisasi penjualan SR012 baru mencapai Rp2,6 triliun (32,5 persen) sejak diluncurkan 24 Februari lalu.

Menurut pandangan Bareksa, demand SR012 masih jauh dari target pemerintah karena adanya  tekanan volatilitas pada pasar obligasi. Saat SR012 pertama kali ditawarkan yakni 24 Februari 2020, posisi yield Surat Utang Negara (SUN) tenor acuan 10 tahun berada di level 6,525 persen.


Sumber: Bareksa

Namun setelah beberapa hari berikutnya, pergerakan yield terus mengalami kenaikan cukup signifikan dan sempat menyentuh level 6,963 persen pada 2 Maret 2020.

Sekadar informasi, pergerakan harga dan yield obligasi saling bertolak belakang di pasar sekunder, sehingga ketika harga naik maka akan menekan yield dan menandakan harga instrumen ini sedang turun karena tekanan jual, begitupun sebaliknya.

Volatilitas dan gejolak hebat yang sempat terjadi di pasar saham dan obligasi sejak akhir Februari hingga awal Maret yang dipengaruhi meluasnya wabah virus corona (COVID-19) turut mempengaruhi minat investor berinvestasi di SR012.

Seperti diketahui, kupon SR012 sebesar 6,3 persen, sementara yield di pasar sempat jauh bergejolak dan berada di atas kupon SR012 tepatnya 6,963 persen untuk SUN tenor acuan 10 tahun . Artinya tawaran SR012 sempat tidak menarik karena ada gap yang cukup jauh.

Namun dalam dua hari terakhir, kondisi pasar obligasi kembali membaik yang ditandai dengan turunnya yield ke level 6,552 persen pada penutupan Kamis (05/03/2020). Hal tersebut tentu tawaran kupon SR012 kembali terlihat menarik. Apalagi di tengah tren penurunan suku bunga yang terjadi.

Seperti yang diketahui, pada Rabu (04/03/2020) dini hari WIB, Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed mengumumkan pemotongan darurat suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) ke level 1 hingga 1,25 persen, untuk melindungi ekonomi Negeri Paman Sam dari risiko wabah virus corona di dunia.

Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 Februari 2020 juga memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) 25 bps menjadi 4,75 persen dari sebelumnya 5 persen.

Di tengah tren penurunan suku bunga, harga obligasi diperkirakan akan mengalami peningkatan dan membuat yield semakin turun dan tertekan. Kondisi tersebut harusnya membuat SR012 yang menawarkan kupon tetap 6,3 persen menjadi pilihan investasi yang menarik.

Untuk mendorong penjualan SR012 semakin cepat mencapai target, sebaiknya pemerintah tidak hanya fokus pada antisipasi ekonomi dalam menghadapi tekanan virus corona. Sosialisasi dan edukasi mengenai SR012 kepada investor ritel juga tak kalah penting untuk digencarkan guna penjualannya sesuai yang diharapkan.

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Pemerintah telah resmi membuka masa penawaran Sukuk Ritel seri SR012 mulai 24 Februari 2020. Masa penawaran investasi syariah itu hingga 18 Maret 2020. Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi SBN? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP. Baca panduannya di sini.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di sbn.bareksa.com untuk memesan SBN seri berikutnya.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli SBN? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.