Berita / SBN / Artikel

Manulife Aset : SBN Ritel Tidak akan Overlap dengan Reksadana

Bareksa • 08 May 2019

an image
Ilustrasi surat berharga negara, obligasi, surat utang, bukti kepemilikan investasi

Peluncuran SBN ritel untuk menggaet investor baru

Bareksa.com - Pemerintah semakin gencar meluncurkan surat berharga negara (SBN) ritel. Tahun ini, pemerintah meluncurkan 10 jenis instrumen ritel. Dengan banyaknya peluncuran SBN ritel disinyalir akan mengurangi investor yang sudah ada di jenis investasi lainnya seperti reksadana. Namun perusahaan manajemen investasi menilai hal tersebut tidak akan terjadi.

Direktur & Chief Investment Officer Fixed Income PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Ezra Nazula menjelaskan pemerintah meluncurkan SBN ritel untuk menggali investor baru.

"Karena kalau bergantung investor yang sudah ada, sudah jenuh," ujar dia di Jakarta belum lama ini.

Selain itu, SBN ritel juga berbeda karakteristiknya dengan investasi di reksadana. Sebab investasi di reksadana cenderung memiliki tenor yang lebih panjang dan dengan imbal hasil yang lebih tinggi.

"SBN ritel cenderung seperti tabungan, namun mendapatkan keuntungan. Segmennya berbeda dengan reksadana pendapatan tetap yang tenornya biasanya menengah atau panjang, jadi tidak akan overlap, dapat berkembang keduanya," kata dia.

Sejauh ini, SBN ritel memiliki tenor hingga 2 tahun. Sedangkan investasi di reksadana disesuaikan dengan risiko dan kebutuhannya masing-masing. Kamu bisa berinvestasi di reksadana pendapatan tetap atau reksadana pasar uang apabila hanya ingin berinvestasi kurang dari 2 tahun, kemudian apabila ingin berinvestasi dengan tenor yang lebih panjang bisa berinvestasi di reksadana campuran atau reksadana saham.

Dari sisi imbal hasil, di reksadana, imbal hasilnya disesuaikan dengan portofolio investasi yang dipilih. Sementara imbal hasil di SBN ritel dengan berpatokan kepada BI 7 Days Reverse Repo Rate.

Sejak awal tahun hingga April 2019, Kemenkeu telah menerbitkan 4 instrumen surat berharga negara SBN ritel. Keempat instrumen tersebut berhasil membukukan penjualan yang melebihi target indikatif yang ditetapkan oleh pemerintah. Jumlah investor yang berhasil digaet cukup signifikan, yakni mencapai 75.444 investor.

Instrumen pertama, yakni Savings Bond Ritel (SBR) 005 yang diterbitkan pada 10-24 Januari 2019. Dengan kupon 8,15 persen, SBR 005 berhasil dijual Rp4 triliun atau mencapai 2 kali lipat dari target indikatif Rp2 triliun. Jumlah investor yang berhasil digaet pun mencapai 16.966 investor.

Kemudian ada ST003 yang ditawarkan pada 1-20 Februari 2019. Instrumen ini juga berhasil dijual di atas target indikatif, yakni Rp3,13 triliun dengan 13.932 investor.

Begitu pula dengan instrumen SBN ritel yang lain, yakni SR-011 yang ditawarkan mulai 1 Maret 2019 hingga 21 Maret 2019. Dengan kupon 8,05 persen, instrumen ini berhasil meraup penjualan Rp21,11 triliun dengan 35.026 investor, jauh dari target indikatif yang ditetapkan pemerintah Rp10 triliun.

Terbaru, pemerintah baru saja menyelesaikan masa penawaran SBR006 pada 1 hingga 16 April 2019. Meskipun kupon yang ditawarkan lebih rendah dari instrumen-instrumen sebelumnya, yaitu 7,95 persen, namun masih bisa meraup penjualan di atas target indikatif yakni Rp2,26 triliun dengan 9.520 investor.

Sedangkan saat ini, pemerintah sedang menawarkan instrumen ST004, mulai 3 Mei 2019 hingga 21 Mei 2019. Instrumen ini ditawarkan dengan kupon 7,95 persen. Pemerintahpun kembali menetapkan target indikatif Rp2 triliun untuk instrumen ini dan optimistis bisa tercapai.

Sukuk Tabungan ditawarkan melalui mitra distribusi yang terdiri dari bank, fintech, agen penjual reksadana dan lainnya. Bareksa juga termasuk sebagai mitra distribusi ST-004.

ST004 yang dijual di Bareksa, tetap akan menghasilkan imbalan 7,95 persen per tahun yang berasal dari (6 persen + 1,95 persen) seperti ketentuan yang ditetapkan pemerintah yakni level imbalan 7,95 persen ditetapkan sebagai imbalan minimal. Begitupun jika tingkat imbalan acuan terus menurun.

***

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa adalah salah satu mitra distribusi (midis) untuk penjualan surat utang negara ritel yang telah ditunjuk oleh Kementerian Keuangan. Transaksi online di Bareksa mudah dan bisa dilakukan kapan saja.

Pembelian ST004 hanya bisa dilakukan pada periode penawaran 3-21 Mei 2019. Bagi yang sudah pernah membeli Sukuk Tabungan atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di sbn.bareksa.com untuk memesan ST004 di Bareksa.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki agar bisa memesan produk Sukuk atau SBN di Bareksa.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di Sukuk dan produk SBN lainnya? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP, ini caranya.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli Sukuk dan produk SBN lainnya? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

Perlu dicatat, Sukuk Tabungan terbuka bagi masyarakat Indonesia dari kalangan manapun, tanpa memandang latar belakang keyakinan. Kehadiran Sukuk Tabungan ini tentunya memberikan alternatif untuk menyimpan uang pada instrumen yang menghasilkan potensi imbal yang cukup menarik.