Berita / / Artikel

Hanya Punya Rp1 Juta, Sebaiknya Investasi di Produk Apa?

• 03 May 2019

an image
Ilustrasi lembaran uang rupiah pecahan Rp100.000 dipegang oleh seorang investor

Investasi di reksadana pasar uang dan sukuk tabungan memberikan imbal hasil yang lebih tinggi daripada deposito

Bareksa.com - Berinvestasi masih menjadi hal yang asing bagi kebanyakan orang. Hanya orang-orang tertentu yang memiliki pengetahuan cukup yang tergerak hatinya untuk menyisihkan sebagian penghasilannya untuk berinvestasi.

Oleh karena itu, banyak orang yang canggung untuk mulai berinvestasi. Apalagi dengan penghasilan terbatas yang kadang tidak bisa menutupi pengeluaran setiap bulannya.

Namun, apakah benar orang-orang dengan penghasilan dan pengetahuan terbatas tidak bisa berinvestasi?

Saat ini, sudah banyak tersedia instrumen yang bisa digunakan untuk berinvestasi. Bahkan bisa dimulai dengan nominal yang sangat kecil dan risiko yang masih bisa dianulir.

Misalnya, kamu hanya memiliki uang Rp1 juta yang bisa disisihkan untuk berinvestasi. Dengan uang tersebut, ada tiga pilihan instrumen investasi yang bisa kamu gunakan.

1. Surat Berharga Negara (SBN) Ritel

Pemerintah saat ini mulai giat mengkampanyekan mengenai SBN ritel. Selain untuk menarik minat investor individu, terutama generasi milenial dalam berinvestasi, SBN ritel juga bertujuan mendukung pembiayaan APBN. Salah satu SBN ritel yang akan diluncurkan dalam waktu dekat adalah dalam bentuk Sukuk Tabungan seri ST004.

Ada beberapa keunggulan yang disinyalir menjadi keuntungan dari sukuk tabungan dibandingkan instrumen yang bertaburan di luar sana.

Pertama adalah dari sisi keamanan. Pembayaran kupon instrumen ini dijamin oleh undang-undang dan pemerintah Indonesia tidak pernah memiliki riwayat default atau gagal bayar.

Kemudian, investasi sukuk tabungan ST004 juga memberi kemudahan berbeda. Investor dapat mengunjungi website mitra-mitra distribusi dan melakukan pembelian secara online, termasuk Bareksa.

Modal untuk berinvestasi di ST004 pun juga terjangkau. Investor yang ingin membeli ST004 hanya membutuhkan modal sekitar Rp1 juta dengan maksimal pembelian Rp3 miliar.

Sukuk tabungan menawarkan tingkat keuntungan yang menjamin setiap investor tidak mengalami kerugian. Pasalnya, penghitungan imbalan mengikuti perkembangan BI 7-Day Reverse Repo Rate, dengan jaminan imbalan minimal (floor) sampai dengan jatuh tempo. Artinya, ada kemungkinan imbalan bisa naik bila acuan naik tetapi tidak bisa turun lebih rendah daripada batas minimal.

Untuk ST004 yang akan diluncurkan pada 3 Mei 2019 mendatang, kupon yang ditawarkan adalah 7,95 persen atau suku bunga BI 7DRRR ditambah spread 1,95 persen. Maka, apabila kamu berinvestasi Rp1 juta di ST004, maka imbal hasil yang kamu terima adalah Rp79.500 per tahun. Namun, itu belum termasuk pajak sehingga apabila dikurangi pajak 15 pereen, imbalan yang kamu terima adalah Rp67.575.

2. Reksadana Pasar Uang

Pada reksadana pasar uang, mayoritas investasi ditempatkan di deposito bank sehingga risiko yang ditimbulkan relatif lebih kecil. Dengan penempatan dana di deposito ini, risiko pokok investasi hilang menjadi sangat kecil karena dana investasi aman di deposito yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan sampai nominal Rp2 miliar.

Bisa diibaratkan, berinvestasi di reksadana pasar uang sama seperti menyimpan dana di deposito bank. Kamu juga bisa menarik dana investasi di reksadana pasar uang kapan pun dengan cara menjualnya.

Kendati demikian, reksadana pasar uang tetap berbeda dengan deposito. Hal yang membedakan antara deposito bank dengan reksadana pasar uang adalah mekanisme perolehan return.

Jika menempatkan dana di deposito bank, kamu baru akan memperoleh pendapatan bunga secara periodik sebulan sekali. Tetapi pada reksadana, return diperoleh dari kenaikan nilai aktiva bersih (NAB), istilah harga untuk reksadana. Sama halnya ketika membeli emas yang keuntungannya langsung bisa diperoleh dengan menjualnya di harga pasar saat itu.

Jangka waktu investasi di reksadana pasar uang pun tidak dibatasi, sama seperti kamu menyimpan dana di tabungan. Namun keuntungan yang bisa kamu peroleh dengan berinvestasi di reksadana pasar uang bisa jauh lebih tinggi dari deposito.

Sedangkan pada produk deposito, ada jangka waktu minimal investasi yang dipersyaratkan, di mana dalam periode tersebut kamu tidak bisa mencairkan dana, atau dikenakan penalti.

3. Deposito

Menempatkan uang di deposito bank sebenarnya lebih pas disebut dengan menabung daripada berinvestasi. Pasalnya, menabung biasanya ditujukan untuk jangka pendek dengan imbal hasil yang cenderung terukur tidak seperti pada investasi yang melibatkan banyak variabel dalam menentukan imbal hasilnya.

Dari sisi risiko, menabung di bank memang lebih kecil. LPSdalam hal ini menjamin simpanan nasabah sampai batas maksimal Rp2 miliar.

Namun demikian, bunga yang diberikan oleh bank untuk produk deposito cenderung lebih rendah dari produk investasi karena memperhatikan benchmark dari BI dan komponen bunga di bank itu sendiri lain. Ditambah pula ada pengenaan pajak 20 persen atas setiap imbal hasil yang diperoleh dan biaya administrasi yang ditetapkan bervariasi tergantung bank.

Simulasi imbal hasil yang diperoleh dari menabung di bank dan berinvestasi di reksadana pasar uang bisa dilihat dalam gambar di bawah ini.


Misalkan kita memiliki modal Rp1 juta dan mulai dimasukkan ke dalam deposito setahun yang lalu. Hasilnya, kini menjadi Rp1,02 juta. Akan tetapi bila dimasukkan ke reksadana pasar uang, hasilnya bisa mencapai Rp1,058 juta. Bisa dilihat, investasi di reksadana pasar uang cenderung lebih menguntungkan dibandingkan menabung di deposito.

Apabila berinvestasi di reksadana masih bisa berisiko tinggi bagimu, kamu bisa berinvestasi di ST004. Ingat sesuaikan profil risikomu dengan pilihan investasimu. Selamat berinvestasi.

* * *

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa adalah salah satu mitra distribusi (midis) untuk penjualan surat utang negara ritel yang telah ditunjuk oleh Kementerian Keuangan. Transaksi online di Bareksa mudah dan bisa dilakukan kapan saja.

Pembelian ST-004 hanya bisa dilakukan pada periode penawaran 3-21 Mei 2019. Bagi yang sudah pernah membeli SBR atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di sbn.bareksa.com untuk memesan ST-004 di Bareksa.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki agar bisa memesan produk Sukuk atau SBN di Bareksa.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di Sukuk dan produk SBN lainnya? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP, ini caranya.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli Sukuk dan produk SBN lainnya? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

Perlu dicatat, Sukuk Tabungan terbuka bagi masyarakat Indonesia dari kalangan manapun, tanpa memandang latar belakang keyakinan. Kehadiran Sukuk Tabungan ini tentunya memberikan alternatif untuk menyimpan uang pada instrumen yang menghasilkan potensi imbal yang cukup menarik.

(hm)

Tags: