
Bareksa – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 3,78% ke level 4.904 pada perdagangan Selasa (3/11/2026). Seluruh 11 sektor melemah, dipimpin bahan baku (6%), energi (4,38%), serta transportasi dan logistik (3,9%). BBRI, BBCA, dan AMMN menjadi pemberat utama indeks. Investor asing mencatat jual bersih (net sell) Rp575 miliar, sementara rupiah menguat tipis 2 poin ke Rp18.148 per dolar AS.
Dari global, Wall Street ditutup beragam saat investor menimbang prospek pemilu AS: Dow Jones turun 0,38% ke 51.787, sedangkan S&P 500 naik 0,36% ke 7.569 dan Nasdaq menguat 0,83% ke 25.372. Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (4/11/2026), IHSG hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 4.820–4.979 dan masih berada di zona negatif.
Berikut rekomendasi saham hari ini berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia.
Strategi: Buy on Weakness di Area Support
Harga Terakhir: Rp855 (3/11/2026), turun 4,47%
Target Harga: Rp900
Batas Rugi (Stop Loss): Rp760
Range Beli: di sekitar Rp810
Prioritas Entry: di sekitar Rp810
Analisis: BBTN masih berada dalam tren bearish yang kuat. Rebound dari level terendah Rp825 dinilai belum kuat, dengan indikator Stochastic berbalik turun dan Awesome Oscillator masih negatif. Harga berpotensi kembali menguji support Rp825, sedangkan rebound diperkirakan tertahan di area Rp900–950. Rasio risk/reward sekitar 1,8 kali.
Harga Terakhir: Rp94 (3/11/2026), stagnan
Target Harga: Rp105, lalu Rp110–118
Batas Rugi (Stop Loss): di bawah Rp88
Range Beli: Rp90–94
Prioritas Entry: Rp90–91
Analisis: BUKA masih bergerak di bawah rata-rata pergerakan utamanya, namun ruang penurunan dinilai relatif terbatas karena harga mendekati support Rp90. Stochastic yang masuk area jenuh jual (oversold) mengindikasikan tekanan jual mulai jenuh, membuka peluang rebound teknikal. Rasio risk/reward sekitar 7,5 kali dari batas bawah dan 1,8 kali dari batas atas range beli.
Harga Terakhir: Rp1.665 (3/11/2026), turun 4,03%
Target Harga: Rp1.750, lalu Rp1.800
Batas Rugi (Stop Loss): di bawah Rp1.580
Range Beli: Rp1.605–1.620
Prioritas Entry: Rp1.605–1.610
Analisis: JPFA mendekati batas bawah saluran turun (descending channel) dengan support kunci Rp1.600–1.605. Stochastic mendekati area oversold dan Awesome Oscillator mulai menunjukkan perbaikan momentum, mengindikasikan peluang rebound teknikal selama Rp1.600 bertahan. Pemulihan berkelanjutan masih membutuhkan konfirmasi volume beli yang lebih kuat. Rasio risk/reward sekitar 5,8 kali dari batas bawah range beli.
Harga Terakhir: Rp1.880 (3/11/2026), turun 4,08%
Target Harga: Rp2.000, lalu Rp2.170
Batas Rugi (Stop Loss): di bawah Rp1.700
Range Beli: Rp1.770–1.850
Prioritas Entry: Rp1.770–1.790
Analisis: TLKM mendekati area support historis Rp1.730–1.770, sehingga ruang penurunan dinilai relatif terbatas. Stochastic yang mendekati area oversold membuka peluang rebound teknikal jangka pendek selama Rp1.730 bertahan. Rasio risk/reward sekitar 3,3 kali dari batas bawah dan 1:1 dari batas atas range beli. Dari sisi fundamental, laba bersih kuartal III-2026 TLKM turun 39,2% secara kuartalan dan Ciptadana tengah meninjau ulang target harga serta rekomendasinya.
Ringkasan Rekomendasi Saham
Kode Saham | Sinyal | Harga Terakhir | Target Harga | Batas Rugi (Stop Loss) |
|---|---|---|---|---|
BBTN | Buy on Weakness | Rp855 | Rp900 | Rp760 |
BUKA | Buy on Weakness | Rp94 | Rp105–118 | < Rp88 |
JPFA | Buy on Weakness | Rp1.665 | Rp1.750–1.800 | < Rp1.580 |
TLKM | Buy on Weakness | Rp1.880 | Rp2.000–2.170 | < Rp1.700 |
Sumber: Ciptadana Sekuritas Asia (4/11/2026), harga terakhir per 3/11/2026
Berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (4/11/2026), IHSG masih berada di bawah rata-rata pergerakan utama dan garis tren turun, menandakan tren turun masih kuat. Indikator Awesome Oscillator masih negatif, sementara Stochastic yang mendekati area oversold membuka peluang rebound teknikal jangka pendek. Support kunci berada di 4.755, level terendah September 2020; penembusan di bawah level ini berpotensi memperpanjang tekanan jual.
Dari dalam negeri, surplus neraca perdagangan September 2026 menyempit ke US$3,36 miliar meski ekspor tumbuh 11,87% secara tahunan. Kebutuhan batu bara PLN pada 2027 diproyeksikan naik 13,9%, sementara pemerintah memberi sinyal pemangkasan kuota bijih nikel 2027 yang lebih agresif. Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp18.098–18.198 per dolar AS.
Tekanan jual meluas: IHSG anjlok 3,78% dengan seluruh sektor melemah dan jual bersih asing Rp575 miliar, sehingga sentimen pasar masih rapuh.
Tren saham masih bearish: keempat saham berada dalam tren turun, sehingga rebound belum terkonfirmasi; BBTN bahkan berpotensi kembali menguji support Rp825.
Sentimen global dan fundamental: hasil pemilu AS dapat memicu volatilitas, sementara laba TLKM yang melemah menjadi hal yang perlu dicermati.
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia, BBTN (di sekitar Rp810), BUKA (prioritas entry Rp90–91), JPFA (Rp1.605–1.610), dan TLKM (Rp1.770–1.790) dapat dicermati dengan strategi buy on weakness, di tengah IHSG yang diperkirakan bergerak di kisaran 4.820–4.979. Disiplin pada batas rugi masing-masing saham menjadi kunci pengelolaan risiko.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia, saham yang disoroti adalah BBTN, BUKA, JPFA, dan TLKM dengan strategi buy on weakness.
Target harga BBTN Rp900 dengan batas rugi Rp760 dan area beli di sekitar Rp810.
Target harga JPFA Rp1.750, lalu Rp1.800, dengan batas rugi di bawah Rp1.580 dan range beli Rp1.605–1.620.
Target harga TLKM Rp2.000, lalu Rp2.170, dengan batas rugi di bawah Rp1.700 dan range beli Rp1.770–1.850.