
Bareksa – Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (7/10/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 1,21% ke 6.193 pada Selasa (6/10/2026), meski investor asing mencatat jual bersih (net sell) Rp630 miliar.
Seluruh sektor ditutup menguat, dipimpin transportasi dan logistik (3,16%), teknologi (3,09%), serta energi (2,67%). BYAN, AMMN, dan GOTO menjadi penggerak utama indeks, sementara rupiah menguat 7 poin ke Rp17.900/US$.
Dari global, indeks S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor tertinggi baru karena meredanya tekanan harga minyak dan imbal hasil obligasi AS membuat investor kembali fokus pada prospek laba emiten. Untuk Rabu (7/10/2026), IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 6.119–6.232 dengan bias positif.
Strategi: Quick Trade Memanfaatkan Momentum Kenaikan Jangka Pendek
Harga Terakhir: Rp12.125 (6/10/2026)
Target Harga: Rp12.750–13.100
Batas Rugi (Stop Loss): Rp11.375
Range Beli: Rp11.625–12.000
Prioritas Entry: Rp11.625–11.700
Analisis: Saham AADI naik 1,46% dan sudah menguat 9,73% dalam 5 hari terakhir. Harga berada di atas MA20 (rata-rata harga 20 hari) Rp11.725 dan MA50 Rp10.925, mengindikasikan tren naik terkonfirmasi. RSI (indikator kekuatan momentum harga) di level 59,73 mencerminkan momentum beli yang menguat dengan ruang kenaikan masih terbuka.
Harga Terakhir: Rp1.165 (6/10/2026)
Target Harga: Rp1.225–1.260
Batas Rugi (Stop Loss): Rp1.030
Range Beli: Rp1.115–1.150
Prioritas Entry: Rp1.115–1.120
Analisis: Saham DSSA naik 1,75% dan bergerak mendekati level tertinggi 20 hari di Rp1.170. Harga berada di atas MA20 Rp1.095 dan MA50 Rp1.080, mengindikasikan tren naik terkonfirmasi. RSI 56,88 menunjukkan momentum beli yang menguat dengan ruang kenaikan masih terbuka.
Harga Terakhir: Rp1.080 (6/10/2026)
Target Harga: Rp1.135–1.170
Batas Rugi (Stop Loss): Rp980
Range Beli: Rp1.035–1.065
Prioritas Entry: Rp1.035–1.040
Analisis: Saham ENRG melonjak 4,85% dengan volume transaksi 1,9 kali rata-rata 20 hari. Harga berada di atas MA20 Rp1.010 dan MA50 Rp985, mengindikasikan tren naik terkonfirmasi. RSI 60,38 mencerminkan momentum beli yang kuat, namun belum masuk area jenuh beli (overbought).
Ringkasan Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa 7/10/2026
Kode Saham | Strategi | Harga Terakhir | Target Harga | Batas Rugi (Stop Loss) |
|---|---|---|---|---|
AADI | Quick Trade | Rp12.125 | Rp12.750–13.100 | Rp11.375 |
DSSA | Quick Trade | Rp1.165 | Rp1.225–1.260 | Rp1.030 |
ENRG | Quick Trade | Rp1.080 | Rp1.135–1.170 | Rp980 |
Sumber: Tim Analis Bareksa, harga terakhir per 6/10/2026
Berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (7/10/2026), IHSG berada dalam fase lanjutan penguatan setelah memantul dari level terendah sekitar 5.973 dan bertahan di atas area support 6.000–6.050. Penembusan area 6.200–6.300 berpeluang membuka ruang kenaikan ke 6.400–6.500. Untuk 7/10/2026, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 6.119–6.232 dengan peluang ditutup lebih tinggi.
Dari sisi pasar, FTSE Russell mempertahankan status Indonesia sebagai pasar berkembang sekunder dan tidak memasukkannya ke daftar pantauan penurunan status. Keputusan ini dinilai menjadi sinyal positif menjelang tinjauan indeks MSCI pada November 2026, meski pembekuan sebagian perubahan indeks saham Indonesia berpotensi baru dicabut awal tahun depan.
Dari sisi emiten, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menyuntikkan US$200 juta ke HighPeak Energy, perusahaan migas di Texas, AS, melalui pembelian saham preferen yang dapat dikonversi. Pada hari yang sama, Danantara juga mengumumkan investasi US$250 juta di perusahaan tersebut. Sementara itu, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) ikut serta dalam tender pengadaan truk listrik tambang milik PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Asing masih mencatat jual bersih. Investor asing membukukan jual bersih Rp630 miliar meski IHSG menguat. Jika IHSG gagal bertahan di atas 6.000, skenario penguatan berpotensi batal.
Rawan aksi ambil untung. AADI sudah naik 9,73% dan ENRG naik 10,38% dalam 5 hari terakhir, sehingga berpotensi terkoreksi jangka pendek sebelum melanjutkan kenaikan.
Ruang risk/reward terbatas di batas atas range. Untuk DSSA dan ENRG, membeli di batas atas range beli memberi rasio potensi untung terhadap risiko di bawah 1:1, sehingga prioritas entry di batas bawah range menjadi penting.
Tim Analis Bareksa menyoroti AADI, DSSA, dan ENRG sebagai pilihan quick trade jangka pendek pada 7 Oktober 2026. Area prioritas entry yang dapat dicermati adalah Rp11.625–11.700 untuk AADI, Rp1.115–1.120 untuk DSSA, dan Rp1.035–1.040 untuk ENRG. Mengingat asing masih mencatat jual bersih, disiplin menerapkan batas rugi menjadi kunci pengelolaan risiko.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Ketiga saham bergerak di atas MA20 dan MA50 dengan RSI di kisaran 56–60, yang mengindikasikan tren naik terkonfirmasi dan momentum beli yang menguat.
Ciptadana menilai IHSG berada dalam fase lanjutan penguatan setelah bertahan di atas area support 6.000–6.050, dengan indikator stochastic yang berbalik naik dari area jenuh jual.
FTSE tidak memasukkan Indonesia ke daftar pantauan penurunan status, yang menandakan reformasi pasar modal dinilai berjalan di arah yang tepat. Ini menjadi sinyal positif menjelang tinjauan indeks MSCI pada November 2026.
Saham preferen yang dapat dikonversi adalah saham dengan hak dividen yang didahulukan dan dapat ditukar menjadi saham biasa. ENRG berpotensi memperoleh pendapatan dari dividen preferen atau keuntungan saat konversi.
Artinya potensi keuntungan hingga target lebih kecil dibanding potensi kerugian hingga batas rugi. Karena itu, membeli di batas bawah range beli memberi rasio yang lebih menguntungkan.