
Bareksa – Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (5/10/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,46% ke 6.037 pada Jumat (2/10/2026), meski investor asing mencatat jual bersih (net sell) Rp1,3 triliun.
Sektor teknologi (1,51%), energi (1,12%), dan barang konsumsi primer (0,67%) memimpin penguatan, sedangkan sektor industri (–1,7%), transportasi dan logistik (–1,38%), serta infrastruktur (–0,9%) tertinggal. BBCA, ASII, dan GOTO menjadi penggerak utama indeks, sementara rupiah menguat 75 poin ke Rp17.875/US$.
Dari global, bursa saham AS ditutup menguat setelah data tenaga kerja September hanya bertambah 29.000, jauh di bawah perkiraan 90.000. Data ini memperkuat spekulasi bahwa The Fed (bank sentral AS) tidak perlu menaikkan suku bunga bulan ini. Sebaliknya, indeks Hang Seng turun 2,6% dan Nikkei melemah 0,94%. Untuk Senin (5/10/2026), IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 5.973–6.187 dengan bias positif.
Strategi: Quick Trade Memanfaatkan Momentum Rebound Jangka Pendek
Harga Terakhir: Rp3.180 (2/10/2026)
Target Harga: Rp3.340–3.440
Batas Rugi (Stop Loss): Rp2.980
Range Beli: Rp3.050–3.140
Prioritas Entry: Rp3.050–3.070
Analisis: Saham PTBA menguat 4,26% dan ditutup di level tertinggi dalam 20 hari terakhir. Harga berada di atas MA20 (rata-rata harga 20 hari) Rp3.060 dan MA50 Rp2.770, mengindikasikan tren naik terkonfirmasi. RSI (indikator kekuatan momentum harga) di level 52,91 mencerminkan ruang kenaikan yang masih terbuka.
Harga Terakhir: Rp1.485 (2/10/2026)
Target Harga: Rp1.560–1.605
Batas Rugi (Stop Loss): Rp1.480
Range Beli: Rp1.455–1.470
Prioritas Entry: Rp1.455–1.460
Analisis: Saham MAPI naik tipis 0,34%. Harga bertahan di atas MA20 Rp1.450 dan tipis di atas MA50 Rp1.480, mengindikasikan tren naik mulai terkonfirmasi. RSI 48,34 berada di area netral dan belum jenuh beli (overbought).
Harga Terakhir: Rp11.550 (2/10/2026)
Target Harga: Rp12.150–12.475
Batas Rugi (Stop Loss): Rp10.925
Range Beli: Rp11.075–11.425
Prioritas Entry: Rp11.075–11.150
Analisis: Saham AADI menguat 3,59% dengan volume transaksi 1,7 kali rata-rata 20 hari. Harga bertahan di atas MA50 Rp10.775, namun masih di bawah MA20 Rp11.675, sehingga momentum rebound terbentuk dengan potensi menembus MA20. RSI 52,67 mencerminkan momentum beli yang menguat.
Ringkasan Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa 5/10/2026
Kode Saham | Strategi | Harga Terakhir | Target Harga | Batas Rugi (Stop Loss) |
|---|---|---|---|---|
PTBA | Quick Trade | Rp3.180 | Rp3.340–3.440 | Rp2.980 |
MAPI | Quick Trade | Rp1.485 | Rp1.560–1.605 | [CEK] |
AADI | Quick Trade | Rp11.550 | Rp12.150–12.475 | Rp10.925 |
Sumber: Tim Analis Bareksa, harga terakhir per 2/10/2026
Berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (5/10/2026), untuk 5/10/2026, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 5.973–6.187 dengan peluang ditutup lebih tinggi.
Dari sisi makro, surplus perdagangan Indonesia melebar ke US$3,55 miliar pada Agustus 2026, dari US$0,12 miliar pada Juli. Ekspor tumbuh 6,72% secara tahunan ke US$26,61 miliar, sedangkan impor naik 19,09% ke US$23,06 miliar. Ekspor ditopang CPO, logam mulia, dan nikel, sementara perlambatan impor nonmigas sejalan dengan PMI manufaktur yang masuk zona kontraksi di 49,8.
OJK akan menyelaraskan rasio pembagian dividen bank dengan kebutuhan investasi teknologi informasi, sehingga bank tidak lagi boleh membagikan seluruh laba bersih. Arahan ini dinilai berpotensi menjadi sentimen negatif terbatas bagi bank dengan rasio dividen tinggi, tetapi positif jangka panjang bagi ketahanan modal.
PT Astra International Tbk (ASII) membagikan dividen interim tahun buku 2026 Rp98 per saham atau total Rp3,895 triliun, meski laba bersih semester I 2026 turun 19% menjadi Rp12,53 triliun. Dengan harga Rp4.630, nilai ini setara imbal hasil dividen 2,12%. Cum date jatuh pada 12 Oktober 2026 dan pembayaran pada 30 Oktober 2026. Analis merekomendasikan buy ASII dengan target harga Rp6.400.
Tren besar IHSG masih bearish. Indeks masih di bawah MA55 dan investor asing mencatat jual bersih Rp1,3 triliun. Jika IHSG gagal bertahan di 5.973, tekanan jual berpotensi kembali menguat.
Sinyal teknikal belum seragam. Data penyaringan Tim Analis Bareksa menandai kondisi pasar bearish. AADI masih di bawah MA20, sementara MAPI mencatat return 5 hari negatif (–1,66%), sehingga konfirmasi kenaikan masih dibutuhkan.
Sensitivitas harga komoditas. PTBA dan AADI bergerak di sektor batu bara, sementara harga batu bara turun 0,23% ke US$149 per ton. Pelemahan harga komoditas lanjutan dapat menekan pergerakan kedua saham.
Tim Analis Bareksa menyoroti PTBA, MAPI, dan AADI sebagai pilihan quick trade jangka pendek pada 5 Oktober 2026. Area prioritas entry yang dapat dicermati adalah Rp3.050–3.070 untuk PTBA, Rp1.455–1.460 untuk MAPI, dan Rp11.075–11.150 untuk AADI. Mengingat tren besar IHSG masih bearish, disiplin menerapkan batas rugi menjadi kunci pengelolaan risiko.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Quick trade adalah strategi transaksi jangka pendek yang memanfaatkan momentum teknikal dalam beberapa hari perdagangan. Strategi ini menuntut pemantauan harga yang aktif dan disiplin pada batas rugi.
Prioritas entry adalah area harga di kuartal bawah range beli. Membeli di area ini memberi rasio potensi untung terhadap risiko (risk/reward) yang lebih baik dibanding membeli di batas atas range.
Ciptadana menilai IHSG menunjukkan sinyal awal pembentukan dasar di area 5.973–6.000, dengan indikator stochastic di area jenuh jual. Kondisi ini mengindikasikan tekanan jual mulai mereda, meski tren besar masih bearish.
Batas rugi adalah level harga untuk menjual saham jika pergerakan berlawanan dengan perkiraan. Fungsinya membatasi kerugian agar tidak membesar.
Cum date dividen interim ASII Rp98 per saham jatuh pada 12 Oktober 2026, dengan recording date 14 Oktober dan pembayaran 30 Oktober 2026.