
Bareksa - Bursa saham Indonesia melemah 0,43% ke level 6.122 pada perdagangan Selasa, 29 September 2026, dibarengi aksi jual investor asing senilai Rp777 miliar.
Sektor teknologi, properti dan real estat, serta energi menjadi pemberat utama. Saham GOTO, BBCA dan BREN menjadi penekan terbesar indeks, sementara rupiah relatif stagnan di Rp17.975 per dolar AS.
Dari luar negeri, bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah tipis. Dow Jones turun 0,26%, S&P 500 melemah 0,17% dan Nasdaq turun 0,09%, di tengah yield US Treasury yang bertahan dekat level tertinggi multi-dekade menjelang sejumlah rilis data ekonomi AS dan komentar pejabat Federal Reserve mengenai arah suku bunga.
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia, IHSG hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 6.013 hingga 6.228. Posisi stochastic yang sudah memasuki area jenuh jual membuka peluang technical rebound apabila area support mampu dipertahankan.
Strategi: Buy on Weakness & Speculative Buy
Harga Terakhir: Rp1.490
Target Harga: Rp1.600
Batas Rugi (Stop Loss): Rp1.430
Harga Beli Disarankan: Rp1.490
Strategi: Speculative Buy
Analisis: Harga saham ADMR turun 2,3% ke Rp1.490 pada 29 September. Secara teknikal, saham masih berada dalam fase koreksi dan diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan 55 hari. Meski demikian, stochastic mulai mendekati area jenuh jual, mengindikasikan tekanan jual berpotensi mereda. Area support Rp1.420-1.490 menjadi level penting. Jika bertahan, peluang rebound menuju Rp1.575-1.600 kembali terbuka.
Harga Terakhir: Rp3.160
Target Harga: Rp3.320
Batas Rugi: Rp2.970
Harga Beli Disarankan: Rp3.140
Strategi: Buy on Weakness
Analisis: ANTM naik 1,94% ke Rp3.160. Struktur teknikal jangka pendek mulai membaik, dengan harga masih bertahan di atas garis tren naik dan support Rp2.980-3.050. Stochastic bergerak ke area bawah, sehingga tekanan jual mulai terlihat terbatas. Selama support bertahan, peluang rebound menuju area resistance Rp3.370-3.380 tetap terbuka.
Harga Terakhir: Rp810
Target Harga: Rp870
Batas Rugi: Rp700
Harga Beli Disarankan: Rp740
Strategi: Buy on Weakness
Analisis: Harga ARTO turun 2,41% ke Rp810 dan secara teknikal masih berada dalam tren turun dengan pola lower high dan lower low. Stochastic mendekati area jenuh jual, tetapi koreksi masih berpotensi berlanjut ke support utama Rp740. Karena itu, strategi yang digunakan adalah menunggu pelemahan menuju area tersebut. Jika support Rp740 bertahan, peluang rebound teknikal terbuka.
Harga Terakhir: Rp2.370
Target Harga: Rp2.540
Batas Rugi: Rp2.280
Harga Beli Disarankan: Rp2.350
Strategi: Buy on Weakness
Analisis: TLKM ditutup stagnan di Rp2.370. Saham masih berada dalam tren turun, tetapi stochastic sudah masuk area jenuh jual. Pergerakan di bawah Rp2.350 berpotensi menjadi false breakdown jika harga cepat pulih. Jika TLKM mampu kembali bertahan di atas Rp2.350-2.400, peluang rebound menuju area Rp2.540-2.570 semakin terbuka.
Tabel Rekomendasi Saham 30 September 2026
Kode Saham | Strategi | Harga Terakhir | Harga Beli | Target Harga | Batas Rugi |
ADMR | Speculative Buy | Rp1.490 | Rp1.490 | Rp1.600 | Rp1.430 |
ANTM | Buy on Weakness | Rp3.160 | Rp3.140 | Rp3.320 | Rp2.970 |
ARTO | Buy on Weakness | Rp810 | Rp740 | Rp870 | Rp700 |
TLKM | Buy on Weakness | Rp2.370 | Rp2.350 | Rp2.540 | Rp2.280 |
Sumber: Ciptadana Sekuritas Asia, harga terakhir per 29/9/2026.
Dari sisi domestik, DPR mengesahkan APBN 2027 dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 6%, inflasi 2,5%, nilai tukar Rp17.500 per dolar AS, dan defisit fiskal 2,4% PDB. Ciptadana menilai asumsi pertumbuhan tersebut cukup optimistis di tengah tingginya ketidakpastian global dan suku bunga.
Di sektor perbankan, kebijakan baru melalui PMK 67/2026 membuka ruang penempatan kelebihan kas pemerintah di luar Bank Indonesia, termasuk ke bank konvensional dan syariah. Ciptadana menilai kebijakan tersebut dapat menjadi sentimen positif moderat bagi likuiditas perbankan.
Sementara itu, BNGA mencatat rebound laba bulanan pada Agustus seiring normalisasi biaya provisi, sedangkan VKTR memperoleh pernyataan efektif untuk rights issue hingga Rp3 triliun guna mendukung ekspansi ekosistem kendaraan listrik.
IHSG masih dalam tren bearish menengah: indeks masih berada di bawah MA55. Jika support 6.000-6.013 ditembus, risiko koreksi lanjutan meningkat.
Yield US Treasury masih tinggi: kondisi ini dapat mempertahankan tekanan terhadap aset berisiko dan arus modal ke pasar negara berkembang.
ARTO masih dalam tren turun: berbeda dengan ANTM yang mulai menunjukkan perbaikan struktur jangka pendek, ARTO masih membentuk pola lower high dan lower low.
Tekanan jual asing: investor asing masih mencatat net sell Rp777 miliar pada perdagangan 29 September.
Empat saham pilihan hari ini menawarkan dua pendekatan. ADMR direkomendasikan secara spekulatif karena mendekati area oversold dan support, sedangkan ANTM, ARTO dan TLKM menggunakan strategi buy on weakness. ANTM menunjukkan struktur teknikal jangka pendek yang relatif membaik, sementara ARTO masih memerlukan kehati-hatian karena tren turun belum berakhir. TLKM berpotensi rebound jika mampu kembali bertahan di atas Rp2.350-2.400. Untuk IHSG, area 6.013-6.000 menjadi support penting. Selama level tersebut bertahan, peluang technical rebound masih terbuka.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Karena tren koreksi masih berlangsung dan harga berada di bawah MA55. Peluang rebound muncul dari kondisi stochastic yang mendekati oversold dan support Rp1.420-1.490.
ANTM masih bertahan di atas garis tren support dengan area Rp2.980-3.050, sementara tekanan jual mulai terlihat terbatas.
ARTO masih berada dalam tren turun dan koreksi berpotensi berlanjut menuju support Rp740. Karena itu, strategi yang digunakan adalah menunggu pelemahan ke area tersebut.
Pemulihan kembali di atas Rp2.350-2.400 dapat memperkuat skenario false breakdown dan technical rebound menuju Rp2.540-2.570.