Rekomendasi Saham Hari Ini: BBCA, EXCL, INDF & PGAS, IHSG Diprediksi Konsolidasi

Abdul Malik • 22 Sep 2026

an image
Gedung Indofood Tower, di Jakarta. (Shutterstock)

Empat saham pilihan hari ini, 22 September 2026, adalah BBCA, EXCL, INDF, dan PGAS. Sementara itu, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 6.230 hingga 6.451, masih dalam fase konsolidasi.

Bareksa - Bursa saham Indonesia melemah 0,88% ke level 6.385 pada perdagangan Senin, 21 September 2026, tertekan aksi jual investor asing senilai Rp510 miliar.

Sektor infrastruktur, konsumer non-primer, dan energi menjadi pemberat utama, sementara sektor transportasi dan kesehatan justru menguat tipis. Saham TLKM, BMRI, dan BBCA menjadi penekan utama indeks, sementara rupiah melemah ke Rp17.838 per dolar AS.

Dari luar negeri, bursa saham Amerika Serikat menguat signifikan, didorong turunnya yield obligasi yang meredakan kekhawatiran ekonomi sementara saham teknologi kembali menguat. Harga minyak dunia juga turun tajam di tengah harapan upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (22/9), IHSG hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 6.230 hingga 6.451, masih dalam fase konsolidasi di zona positif jangka menengah, meski tertahan oleh batas atas jangka pendek.

Rekomendasi Saham Hari Ini, 22 September 2026

Strategi: Buy on Weakness & Speculative Buy

1. BBCA – PT Bank Central Asia Tbk

  • Harga Terakhir: Rp6.225

  • Target Harga: Rp6.400

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp6.000

  • Harga Beli Disarankan: Rp6.075

  • Strategi: Buy on Weakness (beli saat harga tertekan)

Analisis: Harga BBCA turun 1,19% ke Rp6.225 pada 21 September, turun dari level tertinggi Rp6.850 dan kini berada di bawah rata-rata pergerakan harganya - tanda bahwa saham ini sedang tertekan. Peluang beli ada di area Rp6.075, dengan target keuntungan jika harga kembali menembus Rp6.400. Investor perlu bersabar karena tren jangka pendek masih cenderung melemah.

Beli Saham BBCA di Sini

2. EXCL – PT XL Axiata Tbk

  • Harga Terakhir: Rp2.420

  • Target Harga: Rp2.600

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp2.270

  • Harga Beli Disarankan: Rp2.310

  • Strategi: Buy on Weakness (beli saat harga tertekan)

Analisis: Harga EXCL turun tajam 3,20% ke Rp2.420 pada 21 September, dan masih berada dalam tren turun. Peluang beli ada di area Rp2.310, dengan target keuntungan jika harga kembali menembus Rp2.600. Dari keempat saham, EXCL mencatat penurunan harian paling besar, sehingga investor perlu ekstra hati-hati sebelum masuk.

Beli Saham EXCL di Sini

3. INDF – PT Indofood Sukses Makmur Tbk

  • Harga Terakhir: Rp7.000

  • Target Harga: Rp7.225

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp6.825

  • Harga Beli Disarankan: Rp6.950

  • Strategi: Buy on Weakness (beli saat harga tertekan)

Analisis: Harga INDF turun tipis 0,36% ke Rp7.000 pada 21 September, setelah sebelumnya sempat mencapai Rp7.600. Saham ini tampak sudah menyelesaikan koreksinya dan berpotensi berbalik naik, selama harga bisa bertahan di atas Rp7.000. Dari keempat saham, INDF menunjukkan sinyal pembalikan arah yang paling meyakinkan.

Beli Saham INDF di Sini

4. PGAS – PT Perusahaan Gas Negara Tbk

  • Harga Terakhir: Rp1.500

  • Target Harga: Rp1.600

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp1.460

  • Harga Beli Disarankan: Rp1.500

  • Strategi: Speculative Buy (beli spekulatif)

Analisis: Harga PGAS naik 1,69% ke Rp1.500 pada 21 September, satu-satunya saham dari keempatnya yang menguat. Tekanan jual tampak mulai mereda setelah harga stabil di kisaran Rp1.470-1.500, membuka peluang kenaikan lanjutan jika area ini bisa dipertahankan.

Beli Saham PGAS di Sini

Tabel Rekomendasi Saham 22 September 2026

Kode Saham

Rekomendasi

Harga Terakhir

Target Harga

Batas Rugi (Stop Loss)

BBCA

Buy on Weakness

Rp6.225

Rp6.400

Rp6.000

EXCL

Buy on Weakness

Rp2.420

Rp2.600

Rp2.270

INDF

Buy on Weakness

Rp7.000

Rp7.225

Rp6.825

PGAS

Speculative Buy

Rp1.500

Rp1.600

Rp1.460

Sumber: Ciptadana Sekuritas, harga terakhir per 21/9/2026

Faktor Risiko Utama

  • BBCA dan EXCL Masih Tertekan Tren Turun: Kedua saham ini masih berada dalam tren melemah dan diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan harganya, sehingga investor perlu bersabar menunggu tanda pembalikan arah yang lebih meyakinkan sebelum menambah posisi.

  • Rupiah Berpotensi Melemah Lebih Jauh: Jika rupiah terus melemah hingga menembus Rp18.000 per dolar AS, Bank Indonesia berpotensi menaikkan suku bunga lebih lanjut, yang bisa menambah tekanan pada pasar saham secara keseluruhan.

  • Ketidakpastian Arah Pasar Secara Umum: Pasar masih dalam fase konsolidasi tanpa arah yang jelas, sehingga sentimen bisa berubah cepat tergantung perkembangan berita ekonomi maupun geopolitik dalam beberapa hari ke depan.

Kesimpulan

Empat saham pilihan hari ini menawarkan strategi berbeda: BBCA, EXCL, dan INDF cocok dibeli saat harga tertekan (Buy on Weakness) karena masih dalam fase koreksi, sementara PGAS lebih ke arah spekulatif karena sudah menunjukkan tanda-tanda kenaikan. Sebagai panduan, harga beli yang disarankan adalah Rp6.075 untuk BBCA, Rp2.310 untuk EXCL, Rp6.950 untuk INDF, dan Rp1.500 untuk PGAS. Tetap disiplin menjaga batas rugi, mengingat arah pasar secara umum masih belum sepenuhnya jelas.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

Apa bisnis PT XL Axiata Tbk (EXCL)?

EXCL adalah salah satu operator telekomunikasi seluler terbesar di Indonesia, menyediakan layanan telepon, data, dan internet kepada pelanggan di seluruh Indonesia.

Apa bisnis PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)?

PGAS adalah perusahaan energi milik negara yang bergerak di bidang transmisi dan distribusi gas bumi, serta memiliki lini bisnis perdagangan gas dan kegiatan hulu migas melalui anak usahanya

Apa arti strategi Buy on Weakness bagi investor?

Buy on Weakness adalah strategi membeli saham saat harganya sedang tertekan atau turun, dengan harapan harga akan berbalik naik setelah tekanan jual mereda. Strategi ini cocok untuk saham yang fundamentalnya masih dianggap baik meski harganya sedang mengalami koreksi jangka pendek.

Profil Penulis

Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.