Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa Hari Ini: INET & ERAA, IHSG Diprediksi Positif

Abdul Malik • 02 Sep 2026

an image
Ilustrasi aplikasi Erafone, aplikasi milik PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) yang diakses melalui ponsel. (Shutterstock)

Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa 2 September 2026 menyoroti INET dan ERAA. IHSG tercatat menguat 1,14% pada perdagangan Selasa (1/9) ke level 6.600, diproyeksi bergerak di kisaran 6.536-6.635 pada hari ini (2/9).

Bareksa - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,14% ke level 6.600 pada perdagangan Selasa, 1 September 2026, didukung net buy asing Rp2,0 triliun, meski Rupiah melemah tipis 6 poin ke Rp17.726 per US$.

Penguatan dipimpin sektor Industrials (3,71%), Technology (2,90%), dan Energy (2,39%), sementara Basic Materials (-0,56%) dan Infrastructures (-0,12%) jadi sektor yang melemah. BBRI (4,00% ke Rp3.380), BBCA (1,93% ke Rp6.600), dan BMRI (2,13% ke Rp4.320) tercatat sebagai penggerak utama indeks. Tim teknikal Ciptadana menilai IHSG berpotensi bergerak di kisaran 6.536 (support) - 6.635 (resistance), dengan pasar berpotensi tetap berada di zona positif pada hari ini (2/9). 

Berikut rekomendasi saham hari ini dari Tim Analis Bareksa.

Daftar Isi

• Rekomendasi Saham Hari Ini, 2 September 2026

• 1. INET – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk

• 2. ERAA – PT Erajaya Swasembada Tbk

• Tabel Rekomendasi Saham

• Prediksi IHSG dan Sorotan Pasar

• Faktor Risiko Utama

• Kesimpulan

• Pertanyaan Umum

Rekomendasi Saham Hari Ini, 2 September 2026

Strategi: Hold/Spec Buy (INET, ERAA)

1. INET – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk

  • Harga Terakhir: Rp354

  • Target Harga: Rp372–382

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp322

  • Range Beli: Rp340–350

  • Prioritas Entry: Rp340–342,5

Analisis: INET naik 1,14% ke Rp354 pada 1 September, mencetak level tertinggi baru dalam 20 hari terakhir dan melanjutkan reli signifikan 7,27% dalam 5 hari serta 51,28% dalam 20 hari terakhir. Harga berada di atas MA20 Rp277 dan MA50 Rp246 - tren naik terkonfirmasi. RSI 57,27 mengindikasikan momentum netral-positif dengan ruang kenaikan masih terbuka. Prioritaskan entry di Rp340–342,5; namun perlu dicermati bahwa rasio risk/reward dari entry di batas atas Range Beli (Rp350) kurang ideal, sekitar 0,79:1, sehingga disiplin manajemen risiko dan prioritas entry di batas bawah sangat dianjurkan - terlebih setelah reli tajam 51% dalam sebulan terakhir, potensi konsolidasi jangka pendek juga perlu diwaspadai.

Beli Saham INET di Sini

2. ERAA – PT Erajaya Swasembada Tbk

  • Harga Terakhir: Rp498

  • Target Harga: Rp524–538

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp468

  • Range Beli: Rp478–492

  • Prioritas Entry: Rp478–481,5

Analisis: ERAA naik 0,81% ke Rp498 pada 1 September, mencetak level tertinggi baru dalam 20 hari terakhir dan melanjutkan reli 4,18% dalam 5 hari serta 18,57% dalam 20 hari terakhir. Harga berada di atas MA20 Rp467 dan MA50 Rp419 - tren naik terkonfirmasi. RSI 54,18 mengindikasikan momentum netral-positif dengan ruang kenaikan masih terbuka. Prioritaskan entry di Rp478–481,5 karena rasio risk/reward dari entry atas wajar, sekitar 1,33:1. Meski demikian, karena harga sudah mencetak level tertinggi 20 hari, waspadai potensi resistance jangka pendek sebelum melanjutkan penguatan ke target.

Beli Saham ERAA di Sini

Tabel Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa, 2 September 2026

Kode Saham

Rekomendasi

Harga Terakhir

Target Harga

Batas Rugi (Stop Loss)

INET

Hold/Spec Buy

Rp354

Rp372–382

Rp322

ERAA

Hold/Spec Buy

Rp498

Rp524–538

Rp468

Sumber: Tim Analis Bareksa, harga terakhir per 1/9/2026.

Prediksi IHSG dan Sorotan Pasar 

Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (2/9/2026), IHSG pada perdagangan Selasa (1/9) menguat 1,14% ke 6.600, didukung net buy asing Rp2,0 triliun dan dipimpin sektor Industrials (3,71%) dan Technology (2,90%). Tim teknikal Ciptadana memproyeksikan IHSG bergerak di kisaran 6.536 (support) - 6.635 (resistance) pada sesi perdagangan berikutnya (2/9), dengan pasar berpotensi tetap berada di zona positif.

Dari sisi berita bisnis, Ciptadana turut mencatat percepatan inflasi Agustus ke 3,19% YoY, PMI manufaktur Indonesia yang kembali ke zona kontraksi, laba 2Q26 PTBA yang melampaui ekspektasi, rencana pembiayaan hingga Rp2 triliun untuk VKTR dari Danantara, dan perjanjian pasokan gas tambahan PGAS - kelima topik ini baru tersedia sebagai judul berita tanpa rating maupun target harga eksplisit.

Faktor Risiko Utama

  • Rasio Risk/Reward INET di Bawah Wajar dari Entry Atas: Bila entry dilakukan di batas atas Range Beli, rasio risk/reward INET hanya sekitar 0,79:1 - potensi kerugian secara matematis mendekati potensi untung. Investor disarankan memprioritaskan entry di area bawah Range Beli dan disiplin pada batas rugi.

  • INET Sudah Reli Signifikan 51% dalam 20 Hari: Kenaikan tajam INET dalam sebulan terakhir meningkatkan risiko aksi ambil untung (profit taking) atau konsolidasi jangka pendek, meski tren jangka menengah masih positif.

  • ERAA Berada di Level Tertinggi 20 Hari: Harga ERAA (Rp498) persis berada di level tertinggi 20 hari terakhir, sehingga berpotensi menghadapi resistance jangka pendek sebelum melanjutkan penguatan ke target Rp524-538.

  • Inflasi Agustus Berakselerasi Sementara PMI Manufaktur Kembali Kontraksi: Percepatan inflasi ke 3,19% YoY dibarengi PMI manufaktur Indonesia yang kembali ke zona kontraksi pada Agustus - kombinasi ini berpotensi menambah kehati-hatian pelaku pasar terhadap outlook konsumsi dan aktivitas manufaktur domestik dalam jangka pendek.

Kesimpulan

Dua saham pilihan Tim Analis Bareksa untuk perdagangan 2 September 2026 - INET dan ERAA - menawarkan peluang hold/spec buy di tengah IHSG yang menguat ke 6.600 dan diproyeksikan bergerak di kisaran 6.536-6.635. ERAA menonjol dengan rasio risk/reward yang wajar (1,33:1), sementara INET memerlukan kehati-hatian ekstra karena rasio risk/reward dari entry atas kurang ideal (0,79:1) dan sudah reli tajam 51% dalam 20 hari terakhir. Prioritaskan entry INET di Rp340–342,5 dan ERAA di Rp478–481,5, dengan manajemen risiko yang disiplin.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

Apa bisnis utama PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET)?

INET adalah perusahaan penyedia layanan internet dan telekomunikasi korporat yang berdiri sejak 2016 dan berbasis di Jakarta Selatan, dengan fokus pada data center interconnection, jaringan SD-WAN, colocation, multi-service port, cloud-centric enterprise network, serta layanan managed network untuk pelanggan bisnis di Indonesia.

Apa bisnis utama PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)?

ERAA adalah perusahaan ritel dan distribusi perangkat elektronik terkait telekomunikasi seperti handset, SIM card, voucher, aksesori, dan komputer, dengan kemitraan distribusi resmi untuk merek seperti Apple, Samsung, dan Xiaomi melalui jaringan Erafone dan iBox di seluruh Indonesia.

Apa saja sorotan berita bisnis dari Ciptadana hari ini?

Ciptadana mencatat lima sorotan: percepatan inflasi Agustus ke 3,19% YoY, PMI manufaktur Indonesia yang kembali kontraksi, laba 2Q26 PTBA yang melampaui ekspektasi, rencana pembiayaan hingga Rp2 triliun untuk VKTR dari Danantara, dan perjanjian pasokan gas tambahan PGAS. Kelima topik ini baru tersedia sebagai judul berita tanpa rating maupun target harga eksplisit dari Ciptadana, sehingga belum bisa dijadikan rekomendasi saham tersendiri.

Profil Penulis

Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.