Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa Hari Ini: BBYB, PWON & INKP, IHSG Berpotensi Positif

Abdul Malik • 24 Aug 2026

an image
Ilustrasi salah satu kantor PT Bank Neo Commerce Tbk atau BBYB. (Shutterstock))

Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa 24 Agustus 2026 menyoroti BBYB, PWON, dan INKP sebagai pilihan hold/spec buy. IHSG diprediksi bergerak di kisaran 6.482–6.635 hari ini, melanjutkan pemulihan bullish setelah berhasil menembus zona resistance kunci 6.463 pada perdagangan sebelumnya.

Bareksa - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,37% ke level 6.526 pada perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026, didukung net buy asing Rp975 miliar.

Basic Materials (+0,62%), Infrastructures (+0,47%), dan Financials (+0,32%) menjadi sektor pemimpin penguatan, dengan BBNI (+3,9% ke Rp3.730), BBRI (+2,87% ke Rp3.230), dan BMRI (+1,69% ke Rp4.220) sebagai penggerak utama indeks. Rupiah menguat 53 poin ke Rp17.693 per US$.

Dari global, bursa Wall Street ditutup menguat pada Jumat waktu setempat - Dow naik 0,98% ke 53.277, S&P 500 naik 0,43% ke 7.674, dan Nasdaq naik 0,43% ke 26.180 - didukung saham kesehatan seperti Merck dan Johnson & Johnson serta lonjakan saham terkait kripto setelah bitcoin naik 22% dalam sepekan. Namun yield obligasi jangka panjang AS terus naik, dengan yield Treasury 10 tahun bertambah lebih dari 3bp ke 4,734% di tengah kekhawatiran inflasi akibat harga minyak yang lebih tinggi.

Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (24/8/2026), IHSG hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 6.482 (support) - 6.635 (resistance), dengan pasar berpotensi melanjutkan pergerakan di zona positif. Secara teknikal, IHSG menunjukkan pemulihan bullish yang konstruktif, didukung pola higher lows dari level 5.318 dan breakout di atas zona resistance 6.463. Stochastic bergerak naik di area mid-range dan Awesome Oscillator masih positif, mengonfirmasi momentum yang membaik. Support terdekat berada di 6.463, disusul 6.029-6.007.

Berikut rekomendasi saham hari ini dari Tim Analis Bareksa.

Daftar Isi

• Rekomendasi Saham Hari Ini, 24 Agustus 2026

• 1. BBYB – PT Bank Neo Commerce Tbk

• 2. PWON – PT Pakuwon Jati Tbk

• 3. INKP – PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk

• Tabel Rekomendasi Saham

• Prediksi IHSG dan Sorotan Pasar

• Faktor Risiko Utama

• Kesimpulan

• Pertanyaan Umum

Rekomendasi Saham Hari Ini, 24 Agustus 2026

Strategi: Hold/Spec Buy

1. BBYB – PT Bank Neo Commerce Tbk

  • Harga Terakhir: Rp256

  • Target Harga: Rp270–276

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp244

  • Range Beli: Rp248–252

  • Prioritas Entry: Rp248–249

Analisis: BBYB naik 0,79% ke Rp256 pada 21 Agustus, melanjutkan reli 2,4% dalam 5 hari dan 0,79% dalam 20 hari terakhir. Harga berada di atas MA20 Rp253 dan MA50 Rp239 - tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua rata-rata pergerakan terlampaui. RSI 52,4 mengindikasikan momentum netral-positif dengan ruang kenaikan masih terbuka. Prioritaskan entry di Rp248–249 karena rasio risk/reward dari entry atas menarik, sekitar 2,25:1.

Beli Saham BBYB di Sini

2. PWON – PT Pakuwon Jati Tbk

  • Harga Terakhir: Rp270

  • Target Harga: Rp284–292

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp248

  • Range Beli: Rp258–266

  • Prioritas Entry: Rp258–260

Analisis: PWON naik 0,75% ke Rp270 pada 21 Agustus, mencetak level tertinggi baru dalam 20 hari terakhir dan melanjutkan reli 6,3% dalam 5 hari, meski masih terkoreksi 1,46% dalam 20 hari terakhir. Harga berada di atas MA20 Rp262 dan MA50 Rp259 - tren naik terjaga. RSI 56,30 mengindikasikan momentum netral-positif dengan ruang kenaikan masih terbuka. Prioritaskan entry di Rp258–260 karena rasio risk/reward dari entry atas wajar, sekitar 1,00:1.

Beli Saham PWON di Sini

3. INKP – PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk

  • Harga Terakhir: Rp8.750

  • Target Harga: Rp9.200–9.450

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp8.300

  • Range Beli: Rp8.400–8.650

  • Prioritas Entry: Rp8.400–8.462,5

Analisis: INKP naik 1,16% ke Rp8.750 pada 21 Agustus, mencetak level tertinggi baru dalam 20 hari terakhir dan melanjutkan reli 3,24% dalam 5 hari serta 13,27% dalam 20 hari terakhir. Harga berada di atas MA20 Rp8.349 dan MA50 Rp7.827 - tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua rata-rata pergerakan terlampaui. RSI 53,24 mengindikasikan momentum netral-positif dengan ruang kenaikan masih terbuka. Prioritaskan entry di Rp8.400–8.462,5 karena rasio risk/reward dari entry atas cukup menarik, sekitar 1,57:1.

Beli Saham INKP di Sini

Tabel Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa, 24 Agustus 2026

Kode Saham

Sinyal

Harga Terakhir

Target Harga

Batas Rugi (Stop Loss)

BBYB

Hold/Spec Buy

Rp256

Rp270–276

Rp244

PWON

Hold/Spec Buy

Rp270

Rp284–292

Rp248

INKP

Hold/Spec Buy

Rp8.750

Rp9.200–9.450

Rp8.300

Sumber: Tim Analis Bareksa, harga terakhir per 21/8/2026

Prediksi IHSG dan Sorotan Pasar 

Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (24/8/2026), IHSG hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 6.482 (support) - 6.635 (resistance), melanjutkan pemulihan bullish yang konstruktif usai breakout di atas zona resistance 6.463. Selama support di 6.463 dan 6.029-6.007 masih terjaga, outlook bullish tetap terbuka menuju level resistance yang lebih tinggi.

Di sisi makro, pertumbuhan uang beredar (M2) melambat ke 8,3% YoY di Juli 2026, dari 8,6% YoY di Juni, seiring kontraksi aset luar negeri bersih yang lebih dalam akibat intervensi Bank Indonesia menstabilkan rupiah. Sementara itu, defisit neraca pembayaran (BoP) Indonesia menyempit signifikan ke US$0,9 miliar di Q2 2026 dari US$9,1 miliar di Q1 2026, ditopang lonjakan arus modal masuk ke obligasi pemerintah pasca kenaikan kumulatif BI Rate 100 bps ke 5,75%, meski defisit transaksi berjalan (CAD) justru melebar akibat defisit dagang migas dan musim haji.

Di sisi emiten, Bank Negara Indonesia (BBNI) membukukan laba bersih 7M26 Rp12,5 triliun (+6% YoY), sesuai ekspektasi Ciptadana, dengan rating Buy dipertahankan (target harga Rp4.975/saham). Bumi Resources (BUMI) memperoleh persetujuan 99,86% pemegang saham untuk mengakuisisi 100% Loyal Metals senilai AUD79,1 juta, langkah diversifikasi komoditas dari sebelumnya hanya batu bara, meski proyek tambang tembaga-emas tersebut masih tahap eksplorasi.

Faktor Risiko Utama

  • Kenaikan Yield Obligasi AS: Yield Treasury 10 tahun AS terus naik ke 4,734% dan yield 30 tahun ke 5,273% di tengah kekhawatiran inflasi akibat harga minyak yang lebih tinggi. Kenaikan yield jangka panjang ini berpotensi menekan selera risiko investor global dan perlu diwaspadai dampak rambatannya ke pasar domestik.

  • Pelebaran Defisit Transaksi Berjalan (CAD): CAD Indonesia melebar tajam ke US$12,5 miliar di Q2 2026 dari US$4 miliar di Q1 2026, didorong defisit dagang migas yang lebih besar. Meski BoP secara keseluruhan membaik berkat arus modal masuk, pelebaran CAD tetap menjadi indikator yang perlu dipantau untuk stabilitas nilai tukar rupiah ke depan.

  • PWON Belum Sepenuhnya Pulih Secara 20 Hari: Meski mencetak level tertinggi baru dan reli tajam dalam 5 hari terakhir, return 20 hari PWON masih tercatat negatif -1,46%, mengindikasikan pemulihan yang relatif baru terbentuk sehingga perlu dikonfirmasi dengan volume dan momentum lanjutan sebelum entry lebih agresif.

Kesimpulan

Tiga saham pilihan Tim Analis Bareksa untuk perdagangan 24 Agustus 2026 - BBYB, PWON, dan INKP - menawarkan peluang hold/spec buy di tengah IHSG yang berhasil breakout dari zona resistance 6.463 menuju target 6.482-6.635. BBYB menonjol dengan rasio risk/reward paling menarik (2,25:1) dan tren naik yang solid, sementara INKP dan PWON turut mencetak level tertinggi 20 hari terbaru yang mengonfirmasi momentum positif. Prioritaskan entry BBYB di Rp248–249, PWON di Rp258–260, dan INKP di Rp8.400–8.462,5, dengan manajemen risiko yang disiplin.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

Apa bisnis utama PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB)?

BBYB adalah bank digital di Indonesia yang menyediakan layanan perbankan berbasis teknologi, termasuk tabungan, pinjaman, dan pembayaran digital melalui aplikasi seluler.

Apa bisnis utama PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)?

PWON adalah salah satu pengembang properti terkemuka di Indonesia, dengan portofolio mal, hotel, apartemen, dan perkantoran superblok di Jakarta dan Surabaya.

Apa bisnis utama PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)?

INKP adalah salah satu produsen bubur kertas (pulp) dan kertas terintegrasi terbesar di dunia, bagian dari grup Asia Pulp & Paper (APP Sinar Mas), dengan pasar ekspor yang luas.

Mengapa breakout IHSG di atas 6.463 dianggap sinyal penting?

Level 6.463 merupakan zona resistance yang sebelumnya berulang kali gagal ditembus IHSG. Breakout yang meyakinkan di atas level ini mengonfirmasi pergeseran struktur pasar dari fase konsolidasi menjadi tren naik berkelanjutan, membuka ruang menuju level resistance yang lebih tinggi.

Apa dampak kenaikan yield obligasi AS terhadap pasar saham Indonesia?

Kenaikan yield obligasi AS umumnya membuat aset berbasis dolar lebih menarik dibanding pasar berkembang, berpotensi memicu arus keluar modal asing dari bursa domestik. Namun dampaknya ke IHSG sejauh ini masih terbatas karena aliran dana asing ke pasar modal Indonesia justru tercatat net buy.

Profil Penulis

Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.