
Bareksa - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,5% ke level 6.351 pada perdagangan Rabu, 5 Agustus 2026, dengan penguatan yang merata di sektor Healthcare (+2,35%), Basic Materials (+2,21%), dan Consumer Non-Cyclicals (+1,61%).
DCII, VKTR, dan AMMN tercatat sebagai penggerak utama indeks, meski investor asing mencatat net sell Rp183 miliar - mengindikasikan pembelian domestik yang terus menopang pasar. Rupiah menguat 93 poin ke Rp17.930 per dolar AS.
Dari global, bursa Wall Street ditutup variatif pada Rabu, dengan Dow Jones mencatat rekor tertinggi baru (+0,49%) ditopang saham siklikal dan industrial, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing melemah tipis akibat tekanan pada saham teknologi. Pasar Asia bergerak variatif, dengan Nikkei melonjak 3,66% dan Kospi naik 3,76%.
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (6/8/2026), IHSG hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 6.238 (support) - 6.454 (resistance), dengan tren naik yang berpotensi berlanjut. Secara teknikal, IHSG menunjukkan bias bullish konstruktif setelah berhasil rebound dari titik rendah 5.318 dan membentuk higher lows berturut-turut, serta telah breakout dari garis tren turun jangka pendek.
Berikut rekomendasi saham hari ini dari Tim Analis Bareksa.
• Rekomendasi Saham Hari Ini, 6 Agustus 2026
• 1. INDF – PT Indofood Sukses Makmur Tbk
• 2. HMSP – PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk
• 3. ACES – PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk
• Tabel Rekomendasi Saham
• Prediksi IHSG dan Sorotan Pasar Ciptadana
• Faktor Risiko Utama
• Kesimpulan
Strategi: Speculative Buy
Harga Terakhir: Rp7.250
Target Harga: Rp7.625–7.850
Batas Rugi (Stop Loss): Rp6.725
Range Beli: Rp6.800–7.175
Prioritas Entry: Rp6.800–7.175
Analisis: INDF ditutup naik 0,69% ke Rp7.250 pada 5 Agustus, berada di atas MA20 Rp6.854 dan MA50 Rp6.735 - tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua rata-rata pergerakan terlampaui. RSI 55,45 mengindikasikan momentum beli baru menguat dengan ruang kenaikan yang masih luas. Rasio risk/reward dari level entry ini cukup seimbang untuk strategi speculative buy.
Harga Terakhir: Rp760
Target Harga: Rp800–825
Batas Rugi (Stop Loss): Rp700
Range Beli: Rp705–750
Prioritas Entry: Rp705–750
Analisis: HMSP ditutup naik 0,66% ke Rp760 pada 5 Agustus, berada di atas MA20 Rp708 dan MA50 Rp676 - tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua rata-rata pergerakan terlampaui. RSI 55,56 mengindikasikan momentum beli baru menguat dengan ruang kenaikan yang masih luas. Rasio risk/reward dari level entry ini cukup seimbang untuk strategi speculative buy.
Harga Terakhir: Rp362
Target Harga: Rp380–392
Batas Rugi (Stop Loss): Rp342
Range Beli: Rp346–358
Prioritas Entry: Rp346–358
Analisis: ACES ditutup naik 2,26% ke Rp362 pada 5 Agustus, berada di atas MA20 Rp350 dan MA50 Rp346 - tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua rata-rata pergerakan terlampaui. RSI 54,02 mengindikasikan momentum beli baru menguat dengan ruang kenaikan yang masih luas. Rasio risk/reward dari level entry ini cukup optimal untuk strategi speculative buy.
Tabel Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa, 6 Agustus 2026
Kode Saham | Sinyal | Harga Terakhir | Target Harga | Batas Rugi (Stop Loss) |
|---|---|---|---|---|
INDF | Speculative Buy | Rp7.250 | Rp7.625–7.850 | Rp6.725 |
HMSP | Speculative Buy | Rp760 | Rp800–825 | Rp700 |
ACES | Speculative Buy | Rp362 | Rp380–392 | Rp342 |
Sumber: Tim Analis Bareksa, harga terakhir per 5/8/2026
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (6/8/2026), IHSG hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 6.238 (support) - 6.454 (resistance), dengan tren naik yang berpotensi berlanjut. Secara teknikal, IHSG menunjukkan bias bullish konstruktif setelah berhasil rebound dari titik rendah 5.318 dan membentuk deretan higher lows.
Indeks telah breakout dari garis tren turun jangka pendek dan kini bergerak di atas garis support naik, mengindikasikan momentum beli yang tetap terjaga. Indikator momentum turut mendukung outlook positif, dengan histogram Awesome Oscillator bertahan di area positif dan Stochastic Oscillator berada di zona bullish meski mendekati level jenuh beli. Selama IHSG bertahan di atas zona support 6.300-6.320, tren naik diperkirakan berlanjut dengan target resistance berikutnya di area 6.450-6.500, dan berpotensi membuka jalan ke 6.700-6.800 jika breakout meyakinkan terjadi.
Di sisi makro, ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% YoY di 2Q26, melampaui konsensus pasar meski melandai dari kuartal sebelumnya. Pemerintah juga memperpanjang penempatan dana SAL Rp200 triliun di bank BUMN hingga Juli 2027, serta membatasi bunga deposito SMV maksimal 80% BI Rate - keduanya dinilai positif bagi sektor perbankan.
Di sisi komoditas, pemerintah berencana memprioritaskan relaksasi RKAB batu bara bagi penambang dengan kontribusi royalti lebih besar, dengan AADI dinilai sebagai penerima manfaat paling jelas berdasarkan data pembayaran royalti 2025.
Stochastic Oscillator Mendekati Area Jenuh Beli: Meski momentum secara umum masih bullish, indikator Stochastic yang mendekati level overbought mengindikasikan potensi konsolidasi jangka pendek sebelum tren naik berlanjut, sehingga investor perlu mencermati kemungkinan pullback.
Pelandaian Konsumsi Domestik Terlihat dari Data PDB: Konsumsi swasta yang melunak ke 5,06% YoY dari 5,52% YoY pada kuartal sebelumnya mengindikasikan daya beli masyarakat yang mulai ternormalisasi pasca periode Lebaran, sehingga sektor konsumer perlu dicermati lebih lanjut.
Ketidakpastian Metodologi Alokasi Relaksasi RKAB: Meski relaksasi RKAB dinilai positif bagi penambang besar, metodologi alokasi yang akan digunakan pemerintah - apakah berdasarkan royalti absolut, tarif royalti, atau kepatuhan operasional - masih belum jelas, sehingga dampak pastinya terhadap masing-masing emiten pertambangan masih perlu dipantau.
Tiga saham pilihan Tim Analis Bareksa untuk perdagangan 6 Agustus 2026 - INDF, HMSP, dan ACES - seluruhnya menunjukkan tren naik terkonfirmasi sejalan dengan IHSG yang menunjukkan sinyal bullish konstruktif. Prioritaskan entry INDF di Rp6.800–7.175, HMSP di Rp705–750, dan ACES di Rp346–358, sambil tetap mencermati potensi konsolidasi jangka pendek mengingat indikator momentum IHSG yang sudah mendekati area jenuh beli.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
ACES adalah perusahaan ritel yang mengoperasikan gerai perkakas, perabotan rumah tangga, dan produk gaya hidup melalui jaringan toko yang dikenal luas di Indonesia. Perseroan menyasar segmen konsumen menengah yang mencari produk rumah tangga dan hobi berkualitas.
SAL (Saldo Anggaran Lebih) adalah kelebihan dana anggaran pemerintah yang ditempatkan di sistem perbankan untuk mendukung likuiditas. Penempatan dana SAL yang besar dan berjangka panjang memberi bank BUMN kepastian sumber pendanaan yang lebih stabil, sehingga dapat menyalurkan kredit lebih agresif tanpa khawatir kekurangan likuiditas akibat penarikan dana pemerintah secara tiba-tiba.
Stochastic Oscillator adalah indikator momentum yang membandingkan harga penutupan saat ini dengan rentang harga tertinggi dan terendah dalam periode tertentu, biasanya diukur pada skala 0-100. Nilai di atas 80 umumnya menandakan kondisi jenuh beli (overbought), sementara di bawah 20 menandakan jenuh jual (oversold), yang membantu investor mengidentifikasi potensi titik pembalikan harga jangka pendek.
Sebelumnya, bank BUMN harus membayar suku bunga khusus yang tinggi (sekitar 8-9%) untuk menarik deposito dari lembaga SMV pemerintah demi memenangkan kompetisi pendanaan. Dengan pembatasan bunga maksimal 80% BI Rate, biaya pendanaan bank BUMN dari sumber dana tersebut dapat turun signifikan, sehingga berpotensi memperbaiki margin bunga bersih (NIM) perbankan secara keseluruhan.
RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) adalah dokumen perencanaan tahunan yang wajib disetujui pemerintah bagi perusahaan tambang sebelum dapat melakukan aktivitas produksi dan penjualan, termasuk penetapan kuota produksi. Relaksasi RKAB berarti pemerintah memberi kelonggaran atau peningkatan kuota produksi bagi penambang tertentu, yang secara langsung dapat meningkatkan volume penjualan dan pendapatan perusahaan terkait.