
Bareksa - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,8% ke level 6.236 pada perdagangan Jumat, 31 Juli 2026, dengan sektor Basic Materials (+2,54%), Healthcare (+2,43%), dan Technology (+2,23%) memimpin penguatan.
ASII, AMMN, dan BBRI tercatat sebagai penopang utama indeks, meski investor asing mencatat net sell Rp251 miliar. Rupiah menguat 85 poin ke Rp18.000 per US$, mencerminkan sentimen yang relatif konstruktif menjelang pekan baru.
Dari global, bursa Wall Street ditutup menguat pada Jumat, dengan S&P 500 dan Nasdaq mencatat level tertinggi dalam sepekan. Saham Amazon melonjak lebih dari 15% setelah unit cloud-nya mencatat pertumbuhan pendapatan kuartalan tercepat dalam lima tahun, memperkuat keyakinan investor terhadap keberlanjutan investasi AI secara global.
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (3/8/2026), IHSG hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 6.107 (support) - 6.307 (resistance), dengan bias ke arah teritori positif. Secara teknikal, IHSG masih berada dalam downtrend jangka menengah, namun menunjukkan tanda-tanda potensi kelanjutan rebound seiring konsolidasi dalam pola symmetrical triangle mendekati garis tren turun.
Berikut rekomendasi saham hari ini dari Tim Analis Bareksa.
• Rekomendasi Saham Hari Ini, 3 Agustus 2026
• 1. INDY – PT Indika Energy Tbk
• 2. ELSA – PT Elnusa Tbk
• 3. BUKA – PT Bukalapak.com Tbk
• Tabel Rekomendasi Saham
• Prediksi IHSG dan Sorotan Pasar Ciptadana
• Faktor Risiko Utama
• Kesimpulan
Strategi: Speculative Buy & Buy on Weakness
Harga Terakhir: Rp2.630
Target Harga: Rp2.770–2.840
Batas Rugi (Stop Loss): Rp2.470
Range Beli: Rp2.500–2.600
Prioritas Entry: Rp2.500–2.600
Analisis: INDY ditutup naik 2,33% ke Rp2.630 pada 31 Juli, berada di atas MA20 Rp2.326 dan MA50 Rp2.187 - tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua rata-rata pergerakan terlampaui. RSI 56,48 mengindikasikan momentum beli baru menguat dengan ruang kenaikan yang masih luas. Rasio risk/reward dari level entry ini cukup optimal untuk strategi speculative buy.
Harga Terakhir: Rp695
Target Harga: Rp730–755
Batas Rugi (Stop Loss): Rp685
Range Beli: Rp685–690
Prioritas Entry: Rp685–690
Analisis: ELSA ditutup naik 0,72% ke Rp695 pada 31 Juli, berada di atas MA20 Rp648 dan MA50 Rp609 - tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua rata-rata pergerakan terlampaui. RSI 54,51 mengindikasikan momentum beli baru menguat dengan ruang kenaikan yang masih luas. Rasio risk/reward dari level entry ini sangat optimal untuk strategi speculative buy.
Harga Terakhir: Rp118
Target Harga: Rp124–127
Batas Rugi (Stop Loss): Rp117
Range Beli: Rp117–118
Prioritas Entry: Rp117–118
Analisis: BUKA ditutup naik 0,85% ke Rp118 pada 31 Juli, berada di atas MA20 Rp108 dan MA50 Rp107 - tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua rata-rata pergerakan terlampaui. RSI 52,61 mengindikasikan momentum beli baru menguat dengan ruang kenaikan yang masih luas. Harga saat ini berada di area support, berpotensi rebound menuju target resistance.
Kode Saham | Sinyal | Harga Terakhir | Target Harga | Batas Rugi (Stop Loss) |
|---|---|---|---|---|
INDY | Speculative Buy | Rp2.630 | Rp2.770–2.840 | Rp2.470 |
ELSA | Speculative Buy | Rp695 | Rp730–755 | Rp685 |
BUKA | Buy on Weakness | Rp118 | Rp124–127 | Rp117 |
Sumber: Tim Analis Bareksa, harga terakhir per 31/7/2026
IHSG Masih dalam Downtrend Jangka Menengah: Meski momentum jangka pendek membaik, IHSG masih diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan 55 hari, sehingga konfirmasi breakout di atas resistance triangle diperlukan sebelum tren yang lebih jelas dapat ditetapkan.
Rugi Kurs Membayangi Laba Headline Beberapa Emiten Konsumer Besar: ICBP dan INDF mencatat penurunan laba headline yang tajam akibat rugi kurs non-operasional atas utang berdenominasi dolar, mengindikasikan sensitivitas signifikan terhadap pelemahan rupiah yang perlu dicermati investor pada emiten dengan eksposur utang valuta asing serupa.
Kinerja Emiten Properti yang Bervariasi: ASRI mencatat penurunan laba signifikan di bawah ekspektasi akibat margin yang tertekan dan biaya pembiayaan tinggi, kontras dengan SSIA yang justru melampaui ekspektasi - investor perlu selektif dalam mencermati sentimen sektor properti secara keseluruhan.
Tiga saham pilihan Tim Analis Bareksa untuk perdagangan 3 Agustus 2026 - INDY, ELSA, dan BUKA - seluruhnya menunjukkan tren naik terkonfirmasi dengan rasio risk/reward yang relatif optimal. Prioritaskan entry INDY di Rp2.500–2.600, ELSA di Rp685–690, dan BUKA di Rp117–118, sambil mencermati konfirmasi arah breakout IHSG serta sentimen dari laporan kinerja emiten yang beragam sepanjang pekan ini.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
ELSA bergerak di bidang jasa penunjang hulu migas terintegrasi, mencakup jasa seismik, pengeboran, dan produksi migas, serta distribusi bahan bakar. Perseroan merupakan salah satu penyedia jasa migas terbesar di Indonesia dan biasanya diuntungkan saat aktivitas eksplorasi dan harga minyak meningkat.
BUKA adalah perusahaan teknologi yang mengoperasikan platform e-commerce dan menyediakan layanan digital bagi UMKM, termasuk mitra warung, pembayaran digital, dan produk virtual. Perseroan merupakan salah satu pionir e-commerce di Indonesia.
Rugi kurs terjadi ketika perusahaan memiliki utang dalam mata uang asing (biasanya dolar AS) dan nilai tukar rupiah melemah, sehingga nilai utang tersebut dalam rupiah meningkat secara akuntansi meski belum tentu dibayar saat itu. Kerugian ini bersifat non-kas dan dicatat di bawah garis operasional, sehingga dapat menekan laba bersih secara signifikan meski pendapatan dan laba operasional perusahaan sebenarnya tumbuh sehat.
55-day SMA (Simple Moving Average) adalah rata-rata harga penutupan selama 55 hari perdagangan terakhir, digunakan untuk mengidentifikasi tren jangka menengah. Ketika harga berada di bawah SMA ini, hal ini umumnya diartikan sebagai tren turun jangka menengah yang masih berlaku, meski secara jangka pendek dapat terjadi rebound teknikal.
Lonjakan saham teknologi besar seperti Amazon di Wall Street sering memperkuat sentimen risk-on secara global, termasuk ke pasar saham Asia dan Indonesia, karena mencerminkan keyakinan investor terhadap keberlanjutan investasi teknologi dan pertumbuhan ekonomi digital. Meski demikian, dampaknya ke IHSG bersifat tidak langsung dan tetap bergantung pada sentimen domestik serta arus dana asing.