Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa Hari Ini: CMRY, AKRA & AADI, IHSG Diprediksi Melemah

Abdul Malik • 30 Jul 2026

an image
Ilustrasi lokasi kantor PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI). (Dok. perusahaan)

Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa 30 Juli 2026 menyoroti CMRY, AKRA, dan AADI sebagai pilihan trading jangka pendek. IHSG diprediksi masih tertekan dalam kisaran 5.899–6.219 dengan indikator yang mengarah ke pelemahan lanjutan.

Bareksa - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,64% ke level 6.091 pada perdagangan Rabu, 29 Juli 2026, meski investor asing mencatat net buy signifikan Rp8,9 triliun yang mayoritas berasal dari pasar negosiasi, sementara pasar reguler justru mencatat net sell Rp184 miliar.

Sektor Properties & Real Estate (-2,75%), Industrials (-2,67%), dan Transportation & Logistics (-1,77%) menjadi pemberat utama, sementara hanya Technology, Consumer Non-Cyclicals, dan Healthcare yang mampu ditutup di teritori positif. BREN, VKTR, dan AMMN tercatat sebagai penekan utama indeks, sementara rupiah menguat 12 poin ke Rp18.055 per dolar AS.

Dari global, bursa Wall Street mencatat penurunan tertajam dalam beberapa pekan setelah The Fed mempertahankan suku bunga namun menyampaikan pesan yang lebih hawkish dari perkiraan. Dow Jones anjlok 2,19% dan Nasdaq melemah 1,74%, sementara harga minyak melonjak tajam akibat memanasnya kembali ketegangan Timur Tengah.

Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (30/7/2026), IHSG hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 5.899 (support) - 6.219 (resistance), dengan indikator teknikal masih mengarah pada pelemahan lanjutan. IHSG masih berada dalam fase koreksi setelah gagal mempertahankan rebound, dengan harga tertolak di dekat garis tren turun dan rata-rata pergerakan utama.

Berikut rekomendasi saham hari ini dari Tim Analis Bareksa.

Daftar Isi

• Rekomendasi Saham Hari Ini, 30 Juli 2026

• 1. CMRY – PT Cisarua Mountain Dairy Tbk

• 2. AKRA – PT AKR Corporindo Tbk

• 3. AADI – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk

• Tabel Rekomendasi Saham

• Prediksi IHSG dan Sorotan Pasar Ciptadana

• Faktor Risiko Utama

• Kesimpulan

Rekomendasi Saham Hari Ini, 30 Juli 2026

Strategi: Speculative Buy & Buy on Weakness

1. CMRY – PT Cisarua Mountain Dairy Tbk

  • Harga Terakhir: Rp4.680

  • Target Harga: Rp4.920–5.050

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp4.540

  • Range Beli: Rp4.590–4.630

  • Prioritas Entry: Rp4.590–4.630

Analisis: CMRY ditutup naik 0,65% ke Rp4.680 pada 29 Juli, berada di atas MA20 Rp4.571 dan MA50 Rp4.485 - tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua rata-rata pergerakan terlampaui. RSI 51,52 mengindikasikan momentum beli baru menguat dengan ruang kenaikan yang masih luas. Momentum saat ini bergerak menuju level resistance berikutnya.

Beli Saham CMRY di Sini

2. AKRA – PT AKR Corporindo Tbk

  • Harga Terakhir: Rp1.465

  • Target Harga: Rp1.540–1.585

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp1.380

  • Range Beli: Rp1.395–1.450

  • Prioritas Entry: Rp1.395–1.450

Analisis: AKRA ditutup naik 1,38% ke Rp1.465 pada 29 Juli, berada di atas MA20 Rp1.348 dan MA50 Rp1.301 - tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua rata-rata pergerakan terlampaui. RSI 48,65 mengindikasikan momentum masih moderat dengan ruang kenaikan yang masih terbuka. Momentum saat ini bergerak menuju level resistance berikutnya.

Beli Saham AKRA di Sini

3. AADI – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk

  • Harga Terakhir: Rp8.850

  • Target Harga: Rp9.300–9.575

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp8.850

  • Range Beli: Rp8.750–8.950

  • Prioritas Entry: Rp8.750–8.950

Analisis: AADI ditutup naik 0,28% ke Rp8.850 pada 29 Juli, berada di atas MA20 Rp8.438 dan MA50 Rp8.256 - tren naik terkonfirmasi dengan breakout kedua rata-rata pergerakan terlampaui. RSI 48,06 mengindikasikan momentum masih moderat dengan ruang kenaikan yang masih terbuka. Harga saat ini berada di area support, berpotensi rebound. Perlu dicermati bahwa batas rugi berada pada level yang sama dengan harga terakhir, sehingga ruang toleransi risiko dari harga saat ini relatif terbatas.

Beli Saham AADI di Sini

Tabel Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa, 30 Juli 2026

Kode Saham

Sinyal

Harga Terakhir

Target Harga

Batas Rugi (Stop Loss)

CMRY

Speculative Buy

Rp4.680

Rp4.920–5.050

Rp4.540

AKRA

Speculative Buy

Rp1.465

Rp1.540–1.585

Rp1.380

AADI

Buy on Weakness

Rp8.850

Rp9.300–9.575

Rp8.850

Sumber: Tim Analis Bareksa, harga terakhir per 29/7/2026

Faktor Risiko Utama

  • IHSG Masih Mengarah ke Pelemahan Lanjutan: Berbeda dari hari-hari sebelumnya, indikator teknikal IHSG hari ini secara eksplisit mengarah pada pelemahan lanjutan, bukan sekadar konsolidasi. Investor perlu mencermati potensi tekanan jual yang lebih luas terhadap pasar secara keseluruhan, yang dapat memengaruhi pergerakan saham individual meski secara teknikal menunjukkan peluang rebound.

  • Batas Rugi AADI Setara dengan Harga Terakhir: Level batas rugi AADI berada pada harga yang sama dengan harga terakhir, sehingga ruang toleransi risiko dari harga saat ini menjadi sangat terbatas. Investor perlu memperhatikan level ini secara cermat sebelum menempatkan posisi.

  • Ketegangan Geopolitik Timur Tengah Mendorong Harga Energi: Memanasnya kembali ketegangan Timur Tengah mendorong harga minyak melonjak tajam, yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar global dan domestik secara lebih luas, termasuk emiten-emiten yang terpapar biaya energi dan logistik.

Kesimpulan

Tiga saham pilihan Tim Analis Bareksa untuk perdagangan 30 Juli 2026 - CMRY, AKRA, dan AADI - seluruhnya menunjukkan tren naik terkonfirmasi meski IHSG secara keseluruhan masih mengarah ke pelemahan lanjutan. Prioritaskan entry CMRY di Rp4.590–4.630, AKRA di Rp1.395–1.450, dan AADI di Rp8.750–8.950, dengan manajemen risiko yang lebih disiplin khususnya untuk AADI mengingat batas ruginya setara dengan harga terakhir, serta tetap mencermati arah pergerakan IHSG secara keseluruhan yang masih berbias bearish.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

Apa bisnis utama PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY)?

CMRY, yang dikenal dengan merek Cimory, bergerak di bidang produksi makanan dan minuman olahan susu, termasuk susu segar, yogurt, dan sosis. Perseroan juga mengoperasikan destinasi wisata edukasi peternakan yang menjadi bagian dari strategi pemasaran mereknya.

Apa bisnis utama PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)?

AADI merupakan entitas hasil pemisahan (spin-off) bisnis batu bara termal dari Adaro Energy, yang berfokus pada penambangan dan penjualan batu bara termal untuk pasar domestik maupun ekspor.

Mengapa asing tercatat net buy besar namun IHSG tetap melemah?

Net buy asing yang besar pada hari ini mayoritas berasal dari pasar negosiasi, yang biasanya mencerminkan transaksi blok besar antarpihak tertentu, bukan transaksi reguler di pasar terbuka. Pasar reguler yang mencerminkan sentimen investor ritel dan institusi harian justru mencatat net sell, sehingga tekanan jual di pasar reguler tetap mendominasi pergerakan indeks secara keseluruhan.

Apa itu Awesome Oscillator dan Stochastic Oscillator dalam analisis teknikal?

Awesome Oscillator (AO) adalah indikator momentum yang mengukur kekuatan tren berdasarkan selisih rata-rata pergerakan jangka pendek dan panjang, sementara Stochastic Oscillator mengukur posisi harga penutupan relatif terhadap rentang harga dalam periode tertentu untuk mengidentifikasi kondisi jenuh beli atau jenuh jual. Kedua indikator ini sering digunakan bersamaan untuk mengonfirmasi kekuatan atau pelemahan momentum harga.

Bagaimana dampak ketegangan geopolitik Timur Tengah terhadap pasar saham Indonesia?

Ketegangan geopolitik Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dapat berdampak dua arah terhadap pasar saham Indonesia: emiten energi berpotensi diuntungkan dari harga komoditas yang lebih tinggi, namun kenaikan biaya energi secara luas juga dapat menekan margin sektor lain seperti manufaktur dan transportasi, serta menambah tekanan inflasi domestik.

Profil Penulis

Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.