Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa Hari Ini: INDF, HMSP & ITMG

Abdul Malik • 24 Jul 2026

an image
Gedung Indofood Tower, di Jakarta. (Shutterstock)

Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa 24 Juli 2026: INDF, HMSP & ITMG (Hold/Spec Buy). IHSG kisaran 6.247–6.454, kemungkinan koreksi. Minyak US$101/bbl.

Bareksa - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 19 poin (-0,3%) ke level 6.315 pada perdagangan Kamis, 23 Juli 2026, ditekan net sell asing yang membesar ke Rp1,2 triliun.

Sektor Industrials (-1,32%), Consumer Cyclicals (-1,16%), dan Finansial (-0,89%) menjadi penekan utama. BBCA, ASII, dan TLKM mencatat koreksi terdalam. Rupiah melemah 35 poin ke Rp17.915/USD seiring harga minyak Brent yang melonjak ke atas US$100/bbl.

Dari global, Wall Street terkoreksi signifikan akibat geopolitical shock, dua kapal tanker Arab Saudi diserang di Laut Merah, mendorong harga Brent naik 7,04% ke US$101/bbl.

Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (24/7/2026), IHSG hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 6.247 (support) – 6.454 (resistance) dengan kemungkinan ditutup lebih rendah. IHSG mendekati apex symmetrical triangle breakout atau breakdown dari level 6.300–6.400 akan menentukan arah tren selanjutnya.

Berikut rekomendasi saham hari ini dari Tim Analis Bareksa.

Daftar Isi

  • Rekomendasi Saham Hari Ini, 24 Juli 2026

  • 1. INDF (Hold / Spec Buy)

  • 2. HMSP (Hold / Spec Buy)

  • 3. ITMG (Hold / Spec Buy)

  • Tabel Rekomendasi Saham, 24 Juli 2026

  • Faktor Risiko Utama

  • Kesimpulan

Rekomendasi Saham Hari Ini, 24 Juli 2026

Strategi: Hold / Spec Buy

1. INDF – PT Indofood Sukses Makmur Tbk

  • Harga Terakhir: Rp6.925

  • Target Harga: Rp7.275–7.500

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp6.600

  • Range Beli: Rp6.675–6.850

  • Prioritas Entry: Rp6.675–6.700

Analisis: Breakout di atas MA20 Rp6.750 dan MA50 Rp6.625 dengan volume 1,6 kali rata-rata 20 hari; RSI 52,59 mengindikasikan momentum beli baru menguat dengan ruang kenaikan yang masih luas. RR dari entry prioritas 2,15:1. Hold bagi yang sudah posisi; spec buy saat pullback ke Rp6.675–6.700.

Beli Saham INDF di Sini

2. HMSP – PT HM Sampoerna Tbk

  • Harga Terakhir: Rp725

  • Target Harga: Rp765–785

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp665

  • Range Beli: Rp670–715

  • Prioritas Entry: Rp670–680

Analisis: Breakout di atas MA20 Rp680 dan MA50 Rp665 dengan volume 1,3 kali rata-rata 20 hari; RSI 55,07 mengindikasikan momentum beli baru menguat dengan ruang kenaikan yang tersedia. RR dari entry atas 1,2:1. Hold bagi yang sudah posisi; spec buy saat pullback ke Rp670–680.

Beli Saham HMSP di Sini

3. ITMG – PT Indo Tambangraya Megah Tbk

  • Harga Terakhir: Rp24.400

  • Target Harga: Rp25.625–26.375

  • Batas Rugi (Stop Loss): Rp23.425

  • Range Beli: Rp23.675–24.150
  • Prioritas Entry: Rp23.675–23.775

Analisis: Breakout di atas MA20 Rp23.075 dan MA50 Rp22.750 dengan RSI 52,41 mengindikasikan momentum beli baru menguat — ruang kenaikan masih luas dengan RR dari prioritas entry mencapai 2,55:1. Harga batu bara yang stabil di US$131/ton memberikan dukungan fundamental. Hold bagi yang sudah posisi; spec buy saat pullback ke Rp23.675–23.775.

Beli Saham ITMG di Sini

Tabel Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa, 24 Juli 2026

Kode Saham

Sinyal

Harga Terakhir

Target Harga

Batas Rugi (Stop Loss)

INDF

Hold / Spec Buy

Rp6.925

Rp7.275–7.500

Rp6.600

HMSP

Hold / Spec Buy

Rp725

Rp765–785

Rp665

ITMG

Hold / Spec Buy

Rp24.400

Rp25.625–26.375

Rp23.425

Sumber: Tim Analis Bareksa, harga terakhir per 23/7/2026

Faktor Risiko Utama

  • Minyak Brent Tembus US$100/bbl: Brent naik 7,04% ke US$101/bbl setelah kapal tanker Arab Saudi diserang di Laut Merah — level tertinggi sejak akhir Mei. Kenaikan minyak tajam meningkatkan risiko inflasi dan tekanan rupiah, yang bisa memicu BI kembali menaikkan suku bunga.

  • Net Sell Asing Rp1,2 Triliun: Tekanan jual asing yang berlanjut dan membesar mengindikasikan kehati-hatian investor global. Jika tren net sell berlanjut, IHSG berpotensi menguji support 6.150–6.100 sebelum rebound.

  • IHSG di Apex Symmetrical Triangle: Ciptadana mencatat IHSG mendekati apex symmetrical triangle di sekitar 6.300–6.400, titik konvergensi descending trendline dan MA. Breakout atau breakdown dari level ini akan menentukan arah tren berikutnya.

Kesimpulan

Tiga saham pilihan Tim Analis Bareksa untuk perdagangan 24 Juli 2026 — INDF, HMSP, dan ITMG — semuanya membentuk breakout di atas kedua MA dengan RSI yang masih memberikan ruang kenaikan. ITMG menawarkan RR terbaik (2,55:1 dari prioritas entry), diperkuat fundamental batubara yang stabil. Di tengah kenaikan minyak dan net sell asing yang membesar, prioritaskan entry di batas bawah range: INDF di Rp6.675–6.700, HMSP di Rp670–680, dan ITMG di Rp23.675–23.775. Disiplin pada batas rugi masing-masing saham menjadi kunci.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.


Pertanyaan Umum

Apa bisnis utama PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)?

INDF adalah konglomerat pangan terbesar Indonesia dengan empat divisi: produk konsumen bermerek (Indomie, Chitato), Bogasari (tepung terigu), agribisnis (kelapa sawit), dan distribusi. INDF juga memiliki 80% saham di ICBP (Indofood CBP). Indomie menjadi merek mi instan dengan pangsa pasar dominan di Indonesia dan ekspansi internasional.

Apa bisnis utama PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)?

HMSP adalah perusahaan rokok terbesar di Indonesia berdasarkan pangsa pasar, dengan portofolio merek termasuk Sampoerna A, Dji Sam Soe, dan U Mild. HMSP merupakan anak usaha Philip Morris International (PMI) yang memiliki sekitar 92,5% saham. Pendapatan utama berasal dari rokok kretek sigaret mesin (SKM).

Apa itu symmetrical triangle dalam analisis teknikal IHSG?

Symmetrical triangle terbentuk ketika harga bergerak dalam pola mengecil antara resistance yang menurun dan support yang menanjak. Pola ini mencerminkan ketidakpastian pasar sebelum breakout ke salah satu arah. Jika IHSG breakout ke atas 6.400, target selanjutnya 6.700–6.800. Jika gagal, koreksi menuju 6.000 lebih mungkin terjadi.

Mengapa kenaikan Brent ke USD101/bbl berdampak negatif bagi IHSG secara umum?

Minyak mahal meningkatkan biaya produksi di berbagai sektor (manufaktur, transportasi, konsumen), menekan margin emiten non-energi. Selain itu, minyak mahal meningkatkan tekanan inflasi yang bisa memaksa BI kembali menaikkan suku bunga — negatif bagi valuasi saham secara keseluruhan, terutama sektor properti dan perbankan.

Apa itu CoC (Cost of Credit) dalam laporan keuangan perbankan?

CoC adalah biaya cadangan kredit bermasalah yang dicadangkan bank sebagai persentase dari total kredit. CoC yang turun (seperti BMRI dari 0,8% ke 0,6%) berarti bank perlu menyisihkan lebih sedikit untuk cadangan — menghasilkan laba yang lebih tinggi meski pendapatan bunga stagnan. Ini salah satu faktor utama yang mendorong laba perbankan di 2Q26.

Profil Penulis

Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.