
Bareksa - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mencatat pelemahan laba pada kuartal pertama 2026 akibat penurunan penjualan properti, berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (30/6/2026).
Pendapatan turun 12,3% secara tahunan ke Rp2,4 triliun, seiring penjualan properti yang anjlok 17,9% YoY, sebagian terkompensasi oleh pendapatan sewa yang justru tumbuh 19,8% YoY.
Meski pendapatan melemah, margin kotor (GPM) BSDE justru membaik ke 66,7% dari 62,8% pada periode yang sama tahun lalu, didukung margin penjualan properti dan margin sewa yang sama-sama menguat, mencerminkan perbaikan bauran produk dan efisiensi operasional.
Beban operasional BSDE turun 7,0% secara tahunan, membatasi dampak pelemahan pendapatan terhadap laba operasional yang turun 6,7% YoY ke Rp639 miliar, dengan margin operasional yang justru membaik ke 27,0%.
Namun kenaikan beban bunga dan penurunan pendapatan lain-lain menekan kinerja bottom line, dengan laba bersih turun 13,4% secara tahunan ke Rp278 miliar. Margin laba bersih relatif stabil di 11,7%.
Realisasi kuartal pertama 2026 baru mencapai 18% dari proyeksi pendapatan tahun penuh dan 10% dari proyeksi laba bersih — mengindikasikan diperlukannya akselerasi penjualan properti pada kuartal-kuartal berikutnya untuk mencapai target tahunan.
Ringkasan Kinerja BSDE Kuartal Pertama 2026 (Rp miliar)
Indikator | Q1 2026 | Q4 2025 | Q1 2025 | QoQ | YoY |
|---|---|---|---|---|---|
Pendapatan | 2.369 | 4.026 | 2.701 | −41,2% | −12,3% |
Laba Kotor | 1.579 | 2.577 | 1.697 | −38,7% | −6,9% |
Margin Kotor (%) | 66,7 | 64,0 | 62,8 | — | — |
Laba Operasional | 639 | 1.470 | 685 | −56,5% | −6,7% |
Laba Bersih | 278 | 1.182 | 321 | −76,5% | −13,4% |
Margin Bersih (%) | 11,7 | 29,4 | 11,9 | — | — |
Sumber: Riset Ciptadana Sekuritas Asia, 30 Juni 2026
Penurunan tajam secara kuartalan (QoQ) mencerminkan pola musiman industri properti, di mana kuartal keempat biasanya menjadi periode pengakuan penjualan tertinggi. Perbandingan yang lebih relevan adalah secara tahunan, di mana pelemahan 13,4% pada laba bersih tetap mencerminkan tantangan permintaan properti yang nyata.
Pendapatan sewa BSDE tumbuh solid 19,8% YoY ke Rp481 miliar dengan margin sewa yang membaik ke 57,1% dari 49,9%, memberikan bantalan pendapatan berulang (recurring income) di tengah siklus penjualan properti yang melambat.
BSDE mencatat pelemahan laba 13,4% YoY pada kuartal pertama 2026 akibat penurunan penjualan properti, namun margin yang tetap resilien dan pertumbuhan pendapatan sewa yang solid memberikan sinyal positif terhadap kualitas operasional perseroan. Analis Ciptadana Sekuritas Asia mempertahankan rating Buy dengan target harga Rp1.200 per saham, dengan ekspektasi pemulihan laba ke depan didorong akselerasi pengakuan penjualan properti.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
BSDE membukukan laba bersih Rp278 miliar pada kuartal pertama 2026, turun 13,4% secara tahunan dari Rp321 miliar pada periode yang sama tahun lalu, akibat penurunan penjualan properti.
Margin kotor membaik ke 66,7% dari 62,8% YoY didukung perbaikan margin penjualan properti dan margin sewa yang sama-sama menguat, mencerminkan bauran produk yang lebih menguntungkan dan efisiensi biaya produksi yang lebih baik meski volume penjualan menurun.
Penurunan laba operasional hanya 6,7% YoY, namun laba bersih turun lebih dalam 13,4% YoY akibat kenaikan beban bunga dan penurunan pendapatan lain-lain — termasuk penurunan signifikan total pendapatan lain-lain sebesar 454,4% YoY yang mencerminkan basis pembanding tahun lalu yang tinggi.
Pendapatan sewa tumbuh solid 19,8% YoY ke Rp481 miliar dengan margin sewa membaik ke 57,1% dari 49,9% YoY. Pertumbuhan ini memberikan bantalan pendapatan berulang yang membantu menopang profitabilitas di tengah pelemahan penjualan properti.
Analis Ciptadana Sekuritas Asia mempertahankan rating Buy untuk BSDE dengan target harga Rp1.200 per saham, dengan ekspektasi pemulihan laba ke depan didorong akselerasi pengakuan penjualan properti pada kuartal-kuartal berikutnya. Angka ini bukan merupakan rekomendasi investasi dari Bareksa.