
Bareksa — Tim Analis Bareksa merekomendasikan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dan PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) sebagai saham pilihan trading jangka pendek hari ini, 23 Juni 2026. Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lebuh rendah.
PGEO direkomendasikan hold atau quick trade di area Rp855–900. Harga terakhir saham PGEO naik 1,68% ke Rp910 pada perdagangan 20 Juni 2026.
Secara teknikal, PGEO berada di atas MA20 Rp865 dan mendekati MA50 Rp938, mencerminkan momentum rebound yang terbentuk dengan potensi breakout MA50 yang terbuka. RSI di level 55,20 mencerminkan momentum beli yang menguat dengan ruang kenaikan yang masih tersedia. Support terdekat berada di Rp900–865, sementara resistance di kisaran Rp938–960.
Sebagai emiten panas bumi terbesar di Indonesia dengan kontrak penjualan listrik jangka panjang kepada PLN, PGEO menawarkan profil pendapatan yang defensif. Pengumuman klasifikasi MSCI yang dijadwalkan 24 Juni 2026 pukul 03.30 WIB berpotensi menjadi katalis tambahan bagi aliran modal asing ke pasar Indonesia.
Strategi: Quick trade atau buy saat pullback ke area Rp855–900. Investor disarankan memprioritaskan entry di kisaran Rp855–865 untuk memperoleh rasio risk/reward yang lebih optimal. Target ambil untung: Rp960–985, batas rugi: Rp845.
ESSA direkomendasikan hold atau quick trade di area Rp590–635. Harga terakhir saham ESSA naik 0,78% ke Rp645 pada perdagangan 20 Juni 2026.
Secara teknikal, ESSA berada di atas MA20 Rp633 dan mendekati MA50 Rp741, mencerminkan momentum rebound yang terbentuk dengan potensi breakout MA50 yang terbuka. RSI di level 57,50 mencerminkan momentum beli yang menguat dengan ruang kenaikan yang masih tersedia. Support terdekat berada di Rp635–633, sementara resistance di kisaran Rp680–700.
Sebagai emiten yang bergerak di bidang LPG dan petrokimia, ESSA dapat dicermati di tengah harga Brent crude yang tercatat turun 2,44% ke US$77,9/bbl pada 22 Juni 2026 berdasarkan data dalam riset Ciptadana Sekuritas Asia (23/6/2026). Koreksi harga minyak yang merefleksikan meredanya kekhawatiran pasokan menjadi konteks yang perlu dicermati investor sebelum menentukan titik masuk.
Strategi: Quick trade atau buy saat pullback ke area Rp590–635. Investor disarankan memprioritaskan entry di kisaran Rp590–633 untuk memperoleh rasio risk/reward yang lebih optimal. Target ambil untung: Rp680–700, batas rugi: Rp585.
Tabel Ringkasan Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa
Saham | Rekomendasi | Entry Area | Prioritas Entry | Target Harga | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|---|
PGEO | Hold / Quick Trade | Rp855–900 | Rp855–865 | Rp960–985 | Rp845 |
ESSA | Hold / Quick Trade | Rp590–635 | Rp590–633 | Rp680–700 | Rp585 |
Sumber: Tim Analis Bareksa, harga penutupan 20 Juni 2026
Grafik Pergerakan IHSG
Sumber: Ciptadana Sekuritas
IHSG ditutup turun 60 poin atau 0,98% ke level 6.117 pada perdagangan Senin (22/6), dengan asing mencatat net sell Rp1,1 triliun. Pelemahan dipimpin Basic Materials (-2,49%), Industrials (-2,36%), dan Healthcare (-2,23%), sementara Energy (+1,47%) dan Technology (+0,18%) menjadi sektor yang menguat. BBRI (-2,05%), TLKM (-2,71%), dan BMRI (-2,09%) menjadi penekan utama. Rupiah melemah 42 poin ke Rp17.832 per dolar AS.
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (23/6/2026), IHSG gagal bertahan di atas resistance 6.377 dan masih berada di bawah moving average kunci, mengindikasikan tekanan bearish belum sepenuhnya mereda. Rebound dari level rendah 5.318 lebih mencerminkan pemulihan teknikal dalam tren turun yang lebih luas daripada pembalikan tren yang terkonfirmasi. Selama IHSG berada di bawah 6.377, risiko pullback ke 5.900–5.700 tetap terbuka.
Untuk 23 Juni 2026, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 5.953–6.227 dengan kemungkinan ditutup lebih rendah.
Rekomendasi saham Bareksa hari ini menempatkan PGEO, ESSA, dan TINS sebagai pilihan quick trade jangka pendek dengan strategi buy on pullback ke area support teknikal masing-masing di tengah IHSG yang kembali tertekan. TINS menawarkan sinyal teknikal paling solid dengan breakout di atas kedua MA, didukung katalis dividen menjelang recording date 25 Juni 2026 dan kenaikan harga timah global. Investor disarankan memprioritaskan entry di area bawah range — Rp855–865 untuk PGEO, Rp590–633 untuk ESSA, dan Rp3.300–3.453 untuk TINS — dan disiplin pada batas rugi mengingat IHSG masih dalam fase korektif.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Reynaldi/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
Harga Brent crude turun 2,44% ke US$77,9/bbl pada 22 Juni 2026 berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (23/6/2026), mencerminkan meredanya kekhawatiran pasokan. Penurunan ini berpotensi memengaruhi margin operasional ESSA sebagai emiten LPG dan petrokimia dalam jangka pendek, sehingga investor disarankan mencermati area entry di kisaran prioritas Rp590–633 untuk memperoleh risk/reward yang lebih terukur.
IHSG gagal bertahan di atas resistance 6.377 dan risiko pullback ke 5.900–5.700 tetap terbuka berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (23/6/2026). Tekanan jual sistemik berpotensi memengaruhi ketiga saham secara bersamaan, sehingga investor disarankan tidak mengejar harga dan menunggu konfirmasi pullback ke area entry prioritas.
Kepastian dipertahankannya status Emerging Market Indonesia pada pengumuman MSCI 24 Juni 2026 pukul 03.30 WIB berpotensi menjadi katalis positif bagi aliran modal asing. PGEO dan TINS sebagai emiten dalam radar investor institusional berpotensi mendapat dampak langsung dari normalisasi sentimen pasca pengumuman tersebut.