
Bareksa - Ciptadana Sekuritas Asia mempertahankan rekomendasi Overweight untuk sektor perbankan Indonesia dalam laporan pembaruan sektor bertanggal 3 Juni 2026, yang disusun oleh analis Erni Marsella Siahaan, CFA.
Laporan ini penting bagi investor karena menyajikan tinjauan komprehensif atas kinerja delapan bank besar yang mencakup lebih dari 80% kapitalisasi pasar sektor keuangan IDXFIN. Laba bersih agregat bank-only selama empat bulan pertama 2026 tercatat Rp69,0 triliun, tumbuh 9% secara tahunan, mengindikasikan momentum laba sektor perbankan tetap terjaga di tengah tekanan margin bunga bersih (NIM).
BBTN menjadi emiten dengan kinerja paling menonjol, dengan laba tumbuh 44% secara tahunan menjadi Rp1,5 triliun, sudah mencapai 36% dari proyeksi laba penuh tahun 2026, melampaui rata-rata historis 29%. BMRI juga mencatat kinerja di atas estimasi dengan pertumbuhan laba 19% secara tahunan, mencapai 31% dari proyeksi penuh tahun 2026 dibandingkan rata-rata historis 27%. Di sisi lain, BBRI mencatat pertumbuhan lebih moderat sebesar 6% secara tahunan, sedikit di bawah rata-rata historis yang mencapai 28%.
NIM agregat selama empat bulan pertama 2026 turun 30 basis poin secara tahunan menjadi 5,1%, mencerminkan tekanan kompetitif pada imbal hasil aset dan peningkatan eksposur terhadap kredit program pemerintah yang berbunga lebih rendah.
Pada April 2026, NIM bulanan turun lebih jauh ke 4,9%, terkoreksi 40 basis poin secara tahunan maupun secara bulanan. Analis memperingatkan adanya kenaikan biaya dana (cost of fund/CoF) secara bulanan di sejumlah bank pada April, yang perlu dicermati mengingat lelang SRBI terakhir mencatat imbal hasil 6,9%.
Di luar tekanan NIM, pertumbuhan pre-provision operating profit (PPoP) justru menunjukkan akselerasi yang menggembirakan. Tidak termasuk BBCA, PPoP agregat tumbuh 9% secara tahunan selama empat bulan pertama 2026, meningkat dari 6% secara tahunan pada tiga bulan pertama 2026, ditopang oleh efisiensi biaya dana dan disiplin belanja operasional yang tumbuh moderat 6% secara tahunan.
Cost of credit (CoC) agregat juga membaik 20 basis poin secara tahunan menjadi 1,2% pada empat bulan pertama 2026. Seluruh bank berhasil menjaga CoC dalam kisaran panduan manajemen, kecuali BBRI yang CoC-nya mencapai 3,2%, sedikit melampaui target manajemen.
Pertumbuhan kredit total tetap solid di 13% secara tahunan per akhir April 2026, namun terdapat divergensi signifikan antara bank BUMN dan non-BUMN. Bank-bank BUMN mencatatkan rata-rata pertumbuhan kredit 16% secara tahunan.
Sementara bank non-BUMN dalam cakupan Ciptadana hanya tumbuh 4% secara tahunan, mencerminkan sikap kehati-hatian terhadap selera risiko di luar segmen program pemerintah. Meski demikian, analis menilai potensi kenaikan inflasi ke depan masih dapat memberikan dukungan terhadap pertumbuhan kredit secara nominal.
Dari sisi valuasi, sektor perbankan saat ini berada pada level yang secara historis tergolong rendah. PBV forward sektor telah turun ke 1,5x, di bawah minus 2 standar deviasi dari rata-rata historis yang berada di 1,7x. Sementara PER forward juga menyentuh minus 2 standar deviasi di kisaran 8x, jauh di bawah rata-rata 10 tahun sebesar 2,5x pada basis PBV.
Risiko utama yang perlu dicermati investor meliputi volatilitas nilai tukar rupiah, siklus kenaikan suku bunga Bank Indonesia yang lebih tajam dari ekspektasi, analis Ciptadana memproyeksikan kenaikan suku bunga BI 50 basis poin menjadi 5,75% pada 2026, serta tekanan terhadap kualitas aset.
Ringkasan Data Kinerja Sektor Perbankan – Empat Bulan Pertama 2026
Emiten | Laba Bersih 4M25 (Rp Miliar) | Laba Bersih 4M26 (Rp Miliar) | YoY | vs Proyeksi 2026 | Keterangan |
|---|---|---|---|---|---|
BBCA | 20.211 | 20.817 | naik 3% | 34% | Sedikit di atas |
BMRI | 15.189 | 18.052 | naik 19% | 31% | Di atas estimasi |
BBRI | 15.009 | 15.897 | naik 6% | 26% | Sedikit di bawah |
BBNI | 6.872 | 7.290 | naik 6% | 33% | Sesuai estimasi |
BRIS | 2.382 | 2.805 | naik 18% | 32% | Sesuai estimasi |
BNGA | 2.261 | 2.279 | naik 1% | 32% | Sesuai estimasi |
BBTN | 1.010 | 1.453 | naik 44% | 36% | Di atas estimasi |
BTPS | 422 | 424 | stagnan | 31% | Sesuai estimasi |
Total | 63.356 | 69.017 | naik 9% | 31% | Sesuai estimasi |
Sumber: riset Ciptadana Sekuritas
Valuasi Sektor Perbankan | Nilai |
|---|---|
PBV Forward Saat Ini | 1,5x |
Rata-rata PBV 10 Tahun | 2,5x |
PBV minus 2 Standar Deviasi | 1,7x |
PER Forward Saat Ini | ~8x |
Rekomendasi Sektor | Overweight |
Harga Indeks IDXFIN Terakhir | 1.289,9 |
Tertinggi/Terendah 52 Minggu | 1.578 / 1.279 |
Sumber: riset Ciptadana Sekuritas
Valuasi per Emiten (Proyeksi 2026) | Target Harga (Rp) | PER 2026 (x) | PBV 2026 (x) | Imbal Hasil Dividen (%) |
|---|---|---|---|---|
BBCA | 9.200 | 11,1 | 2,3 | 6,1 |
BBRI | 4.800 | 7,1 | 1,3 | 11,9 |
BMRI | 6.150 | 6,4 | 1,2 | 11,8 |
BBNI | 5.200 | 6,0 | 0,7 | 9,8 |
BRIS | 2.900 | 10,2 | 1,5 | 1,9 |
BBTN | 1.875 | 4,2 | 0,4 | — |
BNGA | 2.120 | 5,6 | 0,7 | 10,2 |
BTPS | 1.520 | 5,0 | 0,6 | 9,5 |
Sumber: riset Ciptadana Sekuritas
Laporan pembaruan sektor perbankan Ciptadana Sekuritas Asia per 3 Juni 2026 mengindikasikan bahwa kinerja laba delapan bank besar selama empat bulan pertama 2026 secara keseluruhan sesuai dengan estimasi, dengan BMRI dan BBTN melampaui ekspektasi, sementara BBRI sedikit tertinggal. Valuasi sektor yang saat ini berada di bawah minus 2 standar deviasi dari rata-rata historis, baik secara PBV maupun PER, dapat menjadi perhatian investor dalam mencermati potensi re-rating ke depan, dengan tetap memperhatikan risiko suku bunga, nilai tukar rupiah, dan kualitas aset.
1. Apa rekomendasi Ciptadana Sekuritas untuk sektor perbankan saat ini?
Ciptadana mempertahankan rekomendasi Overweight untuk sektor perbankan Indonesia per 3 Juni 2026, dengan dasar valuasi yang dinilai menarik secara historis dan momentum laba yang terjaga.
2. Bank mana yang kinerjanya paling menonjol selama empat bulan pertama 2026?
BBTN mencatat pertumbuhan laba tertinggi sebesar 44% secara tahunan, melampaui estimasi Ciptadana maupun konsensus. BMRI juga membukukan kinerja di atas estimasi dengan pertumbuhan 19% secara tahunan.
3. Berapa valuasi PBV forward sektor perbankan saat ini?
PBV forward sektor perbankan saat ini berada di 1,5x, di bawah minus 2 standar deviasi dari rata-rata historis 10 tahun 2,5x, mengindikasikan valuasi yang secara historis tergolong rendah.
4. Apa risiko utama sektor perbankan yang perlu dicermati investor?
Tiga risiko utama yang diidentifikasi Ciptadana Sekuritas adalah: (1) volatilitas nilai tukar rupiah, (2) siklus kenaikan suku bunga BI yang lebih tajam dari ekspektasi dengan proyeksi kenaikan 50 basis poin menjadi 5,75% pada 2026, dan (3) tekanan terhadap kualitas aset, terutama pada BBRI yang CoC-nya sedikit melampaui panduan manajemen.
5. Bagaimana tren NIM sektor perbankan di empat bulan pertama 2026?
NIM agregat turun 30 basis poin secara tahunan menjadi 5,1% pada empat bulan pertama 2026, dan turun lebih lanjut ke 4,9% pada April 2026—mencerminkan tekanan kompetitif pada imbal hasil aset dan peningkatan eksposur kredit program pemerintah berbunga rendah.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.