Akuisisi Rp215 Miliar Disetujui RUPS, WBSA Ambil Alih 99,99% Saham Bermuda Inovasi Logistik

Abdul Malik • 04 Jun 2026

an image
Ilustasi bisnis pengelolaan logistik PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA). (Dok. Perusahaan)

WBSA akan mengakuisisi 99,99% saham PT BIL senilai Rp215 miliar untuk memperkuat bisnis logistik multimoda dan pelayaran.

Bareksa - PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) mengumumkan rencana akuisisi 99,99% saham PT Bermuda Inovasi Logistik (PT BIL) senilai Rp215 miliar. Informasi ini penting bagi investor karena transaksi tersebut berpotensi memperkuat bisnis logistik dan layanan angkutan laut perseroan. 

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia tertanggal 3 Juni 2026, transaksi dilakukan melalui pembelian 191.250 saham PT BIL dari PT Bermuda Nusantara Logistik (PT BNL), setara 99,99% dari total saham yang diterbitkan PT BIL. Nilai transaksi mencapai lebih dari 50% ekuitas perseroan sehingga dikategorikan sebagai transaksi material sesuai POJK 17/2020. Dana akuisisi berasal dari hasil penawaran umum perdana saham (IPO) WBSA.

Manajemen menyebut akuisisi ini bertujuan memperkuat posisi WBSA sebagai penyedia layanan logistik multimoda terintegrasi. Perseroan menilai integrasi bisnis pelayaran dan angkutan darat dapat memperluas jaringan operasional, meningkatkan efisiensi biaya, serta memperbesar pangsa pasar logistik business to business (B2B). WBSA merupakan emiten sektor logistik dan transportasi multimoda.

Akuisisi Dinilai Wajar oleh Penilai Independen

WBSA menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Kusnanto & Rekan (KJPP KR) untuk melakukan penilaian dan pendapat kewajaran atas transaksi. Berdasarkan laporan penilai independen per 28 Mei 2026, nilai pasar 99,99% saham PT BIL mencapai Rp222,46 miliar. Dengan nilai transaksi Rp215 miliar, harga akuisisi dinilai lebih rendah sekitar 3,35% dibanding nilai pasar.

KJPP KR menyatakan transaksi tersebut tergolong wajar dari sisi keuangan. Penilai juga menilai konsolidasi PT BIL berpotensi menurunkan rasio debt to equity ratio (DER) konsolidasian WBSA dari 191,55% menjadi 173,52%.

PT BIL merupakan perusahaan holding yang memiliki anak usaha PT Beruang Maritim Indonesia (BMI), operator angkutan laut domestik untuk barang khusus dan aktivitas penunjang pertambangan. Berdasarkan laporan keuangan audited 2025, PT BIL membukukan pendapatan neto Rp980,15 miliar dengan rugi bersih Rp4,57 miliar.

Transaksi Afiliasi dan Persetujuan RUPS

Perseroan menyatakan transaksi ini juga mengandung unsur afiliasi karena adanya kesamaan pengurus dan penerima manfaat akhir antara WBSA dan PT BNL. Meski demikian, perusahaan menegaskan transaksi tidak mengandung benturan kepentingan dan tetap mengikuti ketentuan POJK terkait transaksi material dan transaksi afiliasi.

WBSA juga telah memperoleh persetujuan dari sejumlah kreditur, termasuk PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk. Persetujuan transaksi selanjutnya akan dimintakan melalui RUPS Independen perseroan.

Saham WBSA ditutup menguat 3,91% ke level Rp665 pada perdagangan 3 Juni 2026. Harga tersebut masih berada di bawah level tertinggi 52 minggu sebesar Rp1.605 per saham.

Ringkasan Akuisisi WBSA

Keterangan
Nilai

Target Akuisisi

99,99% saham PT BIL

Nilai Transaksi

Rp215 miliar

Jumlah Saham Diambil Alih

191.250 saham

Sumber Dana

Dana IPO

Nilai Wajar PT BIL

Rp222,46 miliar

Selisih terhadap Nilai Wajar

Diskon sekitar 3,35%

Pendapatan PT BIL 2025

Rp980,15 miliar

Rugi Bersih PT BIL 2025

Rp4,57 miliar

Harga Saham WBSA (3 Juni 2026)

Rp665

Perubahan Harga Saham

naik 3,91%

Sumber: WBSA, BEI, diolah

Catatan Penting bagi Investor

  • Transaksi dikategorikan sebagai transaksi material sesuai POJK 17/2020

  • Akuisisi bertujuan memperkuat bisnis logistik multimoda dan pelayaran

  • Penilai independen menyatakan transaksi wajar

  • Perseroan menilai transaksi berpotensi meningkatkan integrasi operasional

  • PT BIL memiliki eksposur pada sektor logistik maritim dan pertambangan

  • Akuisisi dibiayai dari dana hasil IPO WBSA

Kesimpulan

Rencana akuisisi PT BIL menjadi langkah strategis WBSA untuk memperluas bisnis logistik multimoda dan memperkuat layanan angkutan laut. Transaksi senilai Rp215 miliar tersebut juga telah memperoleh opini kewajaran dari penilai independen.

Bagi investor, aksi korporasi ini dapat dicermati sebagai upaya WBSA meningkatkan skala usaha, diversifikasi pelanggan, dan integrasi layanan logistik. Namun, implementasi sinergi bisnis dan kinerja keuangan pasca-akuisisi tetap menjadi perhatian pasar ke depan.

FAQ

1. Berapa nilai akuisisi PT BIL oleh WBSA?
Nilai transaksi akuisisi mencapai Rp215 miliar.

2. Berapa saham PT BIL yang diambil alih WBSA?
WBSA akan mengambil alih 191.250 saham atau setara 99,99% saham PT BIL.

3. Dari mana sumber dana akuisisi WBSA?
Pendanaan transaksi berasal dari dana hasil IPO perseroan.

4. Apakah transaksi ini termasuk transaksi material?
Ya, karena nilainya melebihi 50% ekuitas perseroan sesuai POJK 17/2020.

5. Apa tujuan utama akuisisi ini?
WBSA ingin memperkuat bisnis logistik multimoda, layanan pelayaran, dan integrasi operasional logistik B2B.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap. 

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.