Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa: MAPI & TINS, IHSG Diprediksi Rebound

Abdul Malik • 25 May 2026

an image
Ilustrasi logo PT Timah Tbk (TINS) yang dilihat investor melalui ponsel. (Shutterstock)

Rekomendasi saham Bareksa 25 Mei 2026 menyoroti MAPI dan TINS sebagai pilihan trading jangka pendek. IHSG diprediksi berpeluang rebound terbatas dengan support 5.967 dan resistance 6.460.

Bareksa — Tim Analis Bareksa merekomendasikan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan PT Timah Tbk (TINS) sebagai saham pilihan trading jangka pendek hari ini, 25 Mei 2026. Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan sinyal pemulihan terbatas setelah menguat 1,1% pada perdagangan sebelumnya, meski tren bearish menengah belum sepenuhnya terbalik dan indeks masih berada di bawah rata-rata bergerak utama.

1. MAPI: Hold / Beli Spekulatif di Rp1.470–1.490

MAPI direkomendasikan hold atau beli spekulatif di area Rp1.470–Rp1.490. Harga terakhir saham MAPI naik 1,35% ke Rp1.505 pada perdagangan 22 Mei 2026.

Secara teknikal, MAPI bergerak di atas MA20 di Rp1.379 dan MA50 di Rp1.310 yang mencerminkan tren naik terkonfirmasi dengan struktur bullish yang solid. RSI di level 52,03 menunjukkan momentum positif yang sehat, belum memasuki area overbought sehingga ruang kenaikan masih terbuka.

Strategi: buy saat pullback ke area Rp1.470–Rp1.490 atau hold jika sudah dalam posisi. Target ambil untung berada di Rp1.580–Rp1.625, dengan batas risiko Rp1.455.

2. TINS: Hold / Beli Spekulatif di Rp3.370–3.540

TINS direkomendasikan hold atau beli spekulatif di area Rp3.370–Rp3.540. Harga terakhir saham TINS naik 14,38% ke Rp3.580 pada perdagangan 22 Mei 2026.

Secara teknikal, TINS mendekati MA20 di Rp3.577 dan MA50 di Rp3.602 yang menjadi area resistance dinamis sekaligus target pemulihan jangka pendek. RSI di level 47,55 berada di zona netral dengan momentum yang mulai membaik, membuka ruang kenaikan dari posisi saat ini.

Strategi: buy saat pullback ke area Rp3.370–Rp3.540 atau hold jika sudah dalam posisi. Target ambil untung berada di Rp3.760–Rp3.870, dengan batas risiko Rp3.340.

Tabel Ringkasan Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa

Saham
Rekomendasi
Entry Area
Target Harga
Stop Loss

MAPI

Hold / Beli Spekulatif 

Rp1.470–Rp1.490

Rp1.580–Rp1.625

Rp1.455

TINS

Hold / Beli Spekulatif 

Rp3.370–Rp3.540

Rp3.760–Rp3.870

Rp3.340

Sumber: Tim Analis Bareksa, harga penutupan 22 Mei 2026

IHSG Diprediksi Rebound Terbatas 25 Mei 2026, Range 5.967–6.460

Grafik Pergerakan IHSG

Sumber: riset Ciptadana Sekuritas

IHSG ditutup menguat 67 poin atau 1,10% ke level 6.162 pada perdagangan Jumat (22/5), meski investor asing mencatatkan net sell Rp309 miliar. Menurut riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia (25/5), seluruh sektor berakhir di zona hijau dengan Basic Materials memimpin penguatan (6,85%), disusul Energy (4,84%), dan Consumer Cyclical (2,58%). Saham yang menjadi penopang utama indeks antara lain MDKA (24,77% ke Rp2.720), EMAS (19,67% ke Rp7.300), dan BRMS (11,50% ke Rp630). Sementara itu, nilai tukar rupiah melemah 55 poin ke level Rp17.709 per dolar AS.

Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren bearish yang kuat setelah gagal bertahan di atas zona resistance 7.700–7.800 dan menembus berbagai level support penting. Harga kini mendekati area support jangka panjang di kisaran 5.950–6.000, sementara pergerakan masih jauh di bawah rata-rata bergerak 55 hari yang mengonfirmasi dominasi momentum negatif.

Stochastic oscillator sudah berada di zona oversold, mengindikasikan kemungkinan rebound teknikal jangka pendek. Namun sentimen keseluruhan tetap lemah selama IHSG belum mampu merebut kembali area 6.400–6.700 secara meyakinkan. Selama indeks masih berada di bawah garis tren turun dan rata-rata bergerak, volatilitas tinggi dan kehati-hatian investor akan terus mendominasi.

Pada perdagangan 25 Mei 2026, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support 5.967 dan resistance 6.460 dengan peluang ditutup di level yang lebih tinggi.

Kesimpulan

Rekomendasi saham Tim Analis Bareksa hari ini menempatkan MAPI dan TINS sebagai pilihan trading jangka pendek di tengah kondisi pasar yang mulai menunjukkan sinyal pemulihan terbatas. MAPI unggul karena tren naik di atas kedua garis MA masih solid dengan momentum RSI yang positif, menjadikannya salah satu saham dengan struktur teknikal terbaik di tengah pasar yang masih bearish. Sementara TINS menawarkan peluang dari lonjakan harga signifikan (14,38%) yang didukung sentimen positif kecelakaan tambang batu bara di China yang berpotensi mendorong permintaan impor seaborne coal jangka pendek.

Di sisi lain, investor tetap disarankan waspada mengingat tren bearish menengah IHSG belum sepenuhnya terbalik. Disiplin terhadap batas rugi yang ditetapkan menjadi kunci utama dalam kondisi pasar yang masih volatile ini.

FAQ

1. Mengapa TINS menarik di tengah sentimen negatif komoditas saat ini?
TINS mendapat sentimen positif dari kenaikan harga timah global (1,92% ke US$54.064/ton) serta lonjakan volume beli yang signifikan. Kecelakaan tambang di China juga berpotensi mendorong permintaan impor komoditas jangka pendek.

2. Bagaimana dampak kebijakan sentralisasi ekspor terhadap TINS?
TINS bergerak di sektor timah yang tidak masuk dalam skema satu pintu ekspor saat ini, sehingga risikonya relatif lebih terbatas dibanding emiten batu bara dan ferronickel.

3. Apa yang membuat MAPI bertahan di tengah tekanan pasar?
MAPI adalah salah satu dari sedikit saham yang masih mempertahankan posisi di atas MA20 dan MA50 sekaligus mencetak return 20 hari positif (14,89%), mencerminkan ketahanan fundamental bisnis ritel premiumnya.

4. Kapan IHSG bisa dinyatakan keluar dari tren bearish?
Berdasarkan analisis Ciptadana Sekuritas, IHSG perlu merebut kembali area 6.400–6.700 secara meyakinkan disertai volume beli yang meningkat sebagai konfirmasi awal pembalikan tren yang lebih berkelanjutan.

5. Apakah aman berinvestasi saham saat IHSG masih volatile
Dalam kondisi pasar yang masih bearish dan volatile, strategi yang disarankan adalah trading jangka pendek dengan ukuran posisi yang terukur, disiplin stop loss, dan tidak menggunakan margin atau leverage berlebihan.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap. 

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.