
Bareksa - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkuat berbagai inisiatif strategis di tengah koreksi tajam pasar saham domestik. Langkah ini penting dicermati investor karena IHSG turun 8,35% dalam sepekan ke level 6.162,045. Berdasarkan siaran pers BEI 22 Mei 2026, penguatan dilakukan melalui peningkatan literasi, pengembangan pasar modal syariah, serta penguatan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.
BEI menyebut dukungan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting menjaga stabilitas pasar. Pada 19 Mei 2026, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama OJK dan Danantara mengunjungi Gedung BEI sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kepercayaan investor di tengah volatilitas global.
Di sisi perdagangan, rata-rata nilai transaksi harian BEI justru naik 15,68% menjadi Rp21,77 triliun dibanding pekan sebelumnya Rp18,82 triliun. Rata-rata volume transaksi harian juga meningkat 2,53% menjadi 36,67 miliar saham, meski investor asing masih mencatatkan jual bersih Rp41,63 triliun sepanjang 2026.
BEI bersama OJK, KPEI, dan KSEI juga menggelar “Elevate 2026: Indonesia Islamic Capital Market – 15 Years Rising Heading Worldwide” pada 20–23 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan literasi dan inklusi pasar modal syariah melalui forum investasi syariah dan edukasi publik.
Selain itu, BEI dan OJK menyelenggarakan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 di Bandar Lampung. Program ini difokuskan untuk meningkatkan literasi investor domestik dan kewaspadaan terhadap investasi ilegal, terutama di kalangan generasi muda.
Selama periode 18–22 Mei 2026, BEI juga mencatatkan dua obligasi dan satu sukuk baru. Instrumen tersebut berasal dari PT TBS Energi Utama Tbk, PT Samudera Indonesia Tbk, dan PT Energi Mega Persada Tbk dengan total nilai penerbitan Rp1,375 triliun.
Ringkasan Data Pasar BEI Pekan 18–22 Mei 2026
Indikator | Nilai |
|---|---|
Penutupan IHSG | 6.162,045 |
Perubahan IHSG | Turun 8,35% |
Rata-rata nilai transaksi harian | Rp21,77 triliun |
Rata-rata volume transaksi | 36,67 miliar saham |
Net sell asing YTD 2026 | Rp41,63 triliun |
Kapitalisasi pasar BEI | Rp10.635 triliun |
Sumber: BEI
Pencatatan Obligasi dan Sukuk Baru
| Emiten | Instrumen | Nilai |
|---|---|---|
PT TBS Energi Utama Tbk | Obligasi Berkelanjutan I Tahap III | Rp175 miliar |
PT Samudera Indonesia Tbk | Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III | Rp700 miliar |
PT Energi Mega Persada Tbk | Obligasi Berkelanjutan I Tahap III | Rp500 miliar |
Sumber: BEI
Koreksi IHSG dalam waktu singkat
Arus keluar dana asing masih besar
Kenaikan aktivitas transaksi pasar
Penguatan literasi investor domestik
Pengembangan pasar modal syariah
Koreksi IHSG dan derasnya arus keluar dana asing menjadi perhatian utama pasar dalam sepekan terakhir. Namun, BEI menilai penguatan literasi, pengembangan pasar modal syariah, dan sinergi antarotoritas penting untuk menjaga kepercayaan investor.
Peningkatan transaksi harian di tengah tekanan pasar juga menunjukkan aktivitas investor domestik masih cukup kuat. Kondisi ini menjadi indikator penting bagi ketahanan pasar modal Indonesia di tengah volatilitas global.
1. Mengapa IHSG turun tajam pekan ini?
IHSG tertekan akibat volatilitas pasar global dan arus keluar dana asing dari pasar saham domestik.
2. Berapa nilai net sell asing sepanjang 2026?
Investor asing mencatat jual bersih Rp41,63 triliun hingga 22 Mei 2026.
3. Apa itu Elevate 2026?
Program pengembangan pasar modal syariah yang diselenggarakan BEI, OJK, KPEI, dan KSEI.
4. Berapa nilai transaksi harian BEI pekan ini?
Rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp21,77 triliun.
5. Emiten apa saja yang menerbitkan obligasi dan sukuk baru?
PT TBS Energi Utama Tbk, PT Samudera Indonesia Tbk, dan PT Energi Mega Persada Tbk.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.