
Bareksa - Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dinilai masih menarik dikoleksi untuk jangka menengah-panjang meski sudah melewati masa ex-date dividen. Selain menawarkan dividend yield tinggi sekitar 11,58%, sejumlah analis juga masih melihat prospek fundamental Bank Mandiri tetap solid di tengah tekanan pasar global.
Bank Mandiri sebelumnya menetapkan total dividen Rp476,95 per saham dari laba tahun buku 2025. Dengan harga saham Rp4.120 pada penutupan 22 Mei 2026, yield dividen BMRI menjadi salah satu yang tertinggi di sektor perbankan nasional. Jadwal payment date dividen BMRI pada 25 Mei 2026.
Secara jangka pendek, saham BMRI memang masih berpotensi volatil setelah ex-date akibat aksi ambil untung dan tekanan foreign flow. Namun, riset Ciptadana Sekuritas masih mempertahankan rekomendasi Buy untuk BMRI dengan target harga Rp6.150 per saham atau sekitar 49% di atas harga saat ini.
Optimisme tersebut ditopang kinerja kuartal I 2026 yang dinilai solid. Laba bersih BMRI tumbuh 16% secara tahunan menjadi Rp15,4 triliun, ditopang biaya kredit (CoC) yang rendah, efisiensi operasional, dan pertumbuhan kredit yang melampaui ekspektasi. Kredit secara proforma tumbuh 16,2% YoY, terutama dari segmen korporasi dan komersial.
Meski manajemen memangkas guidance Net Interest Margin (NIM) 2026 menjadi 4,5%-4,7% akibat ketidakpastian global dan tekanan nilai tukar rupiah, kualitas aset BMRI masih dinilai kuat dengan rasio NPL hanya 1% dan Loan at Risk (LAR) stabil di 6,1%.
Ringkasan Valuasi Saham BMRI
Indikator | Nilai |
|---|---|
Harga saham per 22 Mei 2026 | Rp4.120 |
Target harga Ciptadana Sekuritas | Rp6.150 |
Potensi upside | ±49% |
Dividen per saham | Rp476,95 |
Dividend yield | 11,58% |
PER | 6,57x |
Low 52 minggu | Rp4.010 |
Sumber: BEI, riset Ciptadana Sekuritas, diolah
Dividend yield dua digit
Rekomendasi Buy dari Ciptadana
Potensi upside valuasi masih besar
Pertumbuhan kredit tetap kuat
Kualitas aset masih terjaga
Valuasi relatif murah
Tekanan foreign flow
Ketidakpastian global
Pelemahan rupiah
Kompetisi kredit yang makin ketat
Guidance NIM yang diturunkan
Jangka pendek: BMRI berpotensi masih berpotensi bergerak fluktuatif pasca ex-date dividen.
Jangka menengah-panjang: BMRI dinilai masih menarik dikoleksi bertahap karena kombinasi yield tinggi, valuasi murah, fundamental solid, dan target harga analis yang masih jauh di atas harga pasar saat ini.
1. Apakah investor yang beli BMRI sekarang masih dapat dividen?
Tidak. Investor yang membeli saham BMRI setelah ex-date sudah tidak berhak memperoleh dividen tahun buku 2025.
2. Kapan dividen BMRI 2026 dibayarkan?
Dividen final BMRI dijadwalkan dibayarkan pada Mei 2026 sesuai jadwal RUPS perseroan.
3. Apakah dividend yield BMRI termasuk tinggi?
Ya. Dividend yield BMRI sekitar 11,58%, termasuk salah satu yang tertinggi di sektor perbankan Indonesia.
4. Mengapa saham biasanya turun setelah ex-date?
Karena harga saham umumnya menyesuaikan sebesar nilai dividen yang dibagikan dan terjadi aksi ambil untung investor jangka pendek.
5. Berapa target harga BMRI menurut analis?
Ciptadana Sekuritas mempertahankan rekomendasi Buy dengan target harga BMRI Rp6.150 per saham.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.