
Bareksa - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut jumlah saham syariah di pasar modal Indonesia meningkat 184% dari 237 saham pada 2011 menjadi 673 saham per 13 Mei 2026. Informasi ini penting dicermati investor karena menunjukkan pertumbuhan signifikan ekosistem investasi syariah nasional. Berdasarkan siaran pers BEI tanggal 20 Mei 2026, saham syariah kini mencakup sekitar 70% dari total saham tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Selain jumlah saham, kapitalisasi pasar Indeks Saham Syariah Indonesia juga meningkat 255% sejak 2011 menjadi sekitar US$399 miliar. Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin besarnya peran pasar modal syariah dalam industri keuangan domestik. Kinerja ini juga memperkuat posisi Indonesia di pasar modal syariah global.
BEI turut mencatat lonjakan jumlah investor syariah yang signifikan. Berdasarkan data Anggota Bursa penyedia Sharia Online Trading System (SOTS), jumlah investor syariah naik lebih dari 425 kali lipat dari 531 investor pada 2012 menjadi 226.457 investor per April 2026. Peningkatan tersebut mencerminkan bertambahnya minat masyarakat terhadap investasi berbasis syariah.
Momentum pertumbuhan pasar modal syariah tersebut ditandai melalui penyelenggaraan Elevate 2026 pada 20–23 Mei 2026. Acara yang digelar BEI bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia ini menghadirkan forum internasional, seminar, hingga pameran investasi syariah.
Direktur BEI, Risa E. Rustam, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan branding pasar modal syariah Indonesia di tingkat global. Menurutnya, kolaborasi antara regulator, pelaku pasar, dan investor menjadi faktor penting dalam pengembangan industri keuangan syariah nasional.
Elevate 2026 juga menghadirkan Islamic Finance News (IFN) Indonesia Forum dan Sharia Investment Week (SIW) 2026 secara hybrid. Kegiatan ini dapat diakses masyarakat secara gratis melalui platform digital dan Main Hall BEI.
Ringkasan Data Pasar Modal Syariah Indonesia
Indikator | Data |
|---|---|
Jumlah saham syariah 2011 | 237 saham |
Jumlah saham syariah 2026 | 673 saham |
Pertumbuhan saham syariah | 184% |
Porsi saham syariah di BEI | Sekitar 70% |
Kapitalisasi pasar ISSI | US$399 miliar |
Pertumbuhan kapitalisasi ISSI | 255% |
Investor syariah 2012 | 531 investor |
Investor syariah April 2026 | 226.457 investor |
Pertumbuhan investor syariah | >425 kali lipat |
Sumber: BEI, diolah
Pertumbuhan jumlah saham syariah dan kapitalisasi ISSI mencerminkan penguatan pasar modal syariah Indonesia dalam satu dekade terakhir. Kenaikan jumlah investor juga menunjukkan meningkatnya inklusi dan literasi investasi syariah di masyarakat.
Penyelenggaraan Elevate 2026 menjadi salah satu upaya BEI dan regulator untuk memperluas pengembangan pasar modal syariah nasional. Momentum ini berpotensi memperkuat posisi Indonesia di industri keuangan syariah global.
1. Berapa jumlah saham syariah di BEI saat ini?
Per 13 Mei 2026 terdapat 673 saham syariah di Bursa Efek Indonesia.
2. Berapa kapitalisasi pasar ISSI?
Kapitalisasi pasar ISSI mencapai sekitar US$399 miliar.
3. Apa itu ISSI?
ISSI adalah Indeks Saham Syariah Indonesia yang mencerminkan kinerja saham syariah di BEI.
4. Kapan Elevate 2026 berlangsung?
Elevate 2026 berlangsung pada 20–23 Mei 2026.
5. Apa tujuan Elevate 2026?
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi, inklusi, dan branding pasar modal syariah Indonesia di tingkat global.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.