Saham Syariah di BEI Naik 184% Sejak 2011, Kapitalisasi ISSI Tembus US$399 Miliar

Abdul Malik • 21 May 2026

an image
Ilustrasi investor sedang melihat data order book bid offer saham melalui handphone di depan layar laptop yang menampilkan pergerakan harga saham. (Shutterstock)

BEI mencatat jumlah saham syariah naik 184% sejak 2011 menjadi 673 saham. Kapitalisasi ISSI juga melonjak menjadi US$399 miliar.

Bareksa - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut jumlah saham syariah di pasar modal Indonesia meningkat 184% dari 237 saham pada 2011 menjadi 673 saham per 13 Mei 2026. Informasi ini penting dicermati investor karena menunjukkan pertumbuhan signifikan ekosistem investasi syariah nasional. Berdasarkan siaran pers BEI tanggal 20 Mei 2026, saham syariah kini mencakup sekitar 70% dari total saham tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Selain jumlah saham, kapitalisasi pasar Indeks Saham Syariah Indonesia juga meningkat 255% sejak 2011 menjadi sekitar US$399 miliar. Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin besarnya peran pasar modal syariah dalam industri keuangan domestik. Kinerja ini juga memperkuat posisi Indonesia di pasar modal syariah global.

BEI turut mencatat lonjakan jumlah investor syariah yang signifikan. Berdasarkan data Anggota Bursa penyedia Sharia Online Trading System (SOTS), jumlah investor syariah naik lebih dari 425 kali lipat dari 531 investor pada 2012 menjadi 226.457 investor per April 2026. Peningkatan tersebut mencerminkan bertambahnya minat masyarakat terhadap investasi berbasis syariah.

BEI Gelar Elevate 2026 untuk Perkuat Pasar Modal Syariah

Momentum pertumbuhan pasar modal syariah tersebut ditandai melalui penyelenggaraan Elevate 2026 pada 20–23 Mei 2026. Acara yang digelar BEI bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia ini menghadirkan forum internasional, seminar, hingga pameran investasi syariah.

Direktur BEI, Risa E. Rustam, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan branding pasar modal syariah Indonesia di tingkat global. Menurutnya, kolaborasi antara regulator, pelaku pasar, dan investor menjadi faktor penting dalam pengembangan industri keuangan syariah nasional.

Elevate 2026 juga menghadirkan Islamic Finance News (IFN) Indonesia Forum dan Sharia Investment Week (SIW) 2026 secara hybrid. Kegiatan ini dapat diakses masyarakat secara gratis melalui platform digital dan Main Hall BEI.

Ringkasan Data Pasar Modal Syariah Indonesia

Indikator
Data

Jumlah saham syariah 2011

237 saham

Jumlah saham syariah 2026

673 saham

Pertumbuhan saham syariah

184%

Porsi saham syariah di BEI

Sekitar 70%

Kapitalisasi pasar ISSI

US$399 miliar

Pertumbuhan kapitalisasi ISSI

255%

Investor syariah 2012

531 investor

Investor syariah April 2026

226.457 investor

Pertumbuhan investor syariah

>425 kali lipat

Sumber: BEI, diolah

Kesimpulan

Pertumbuhan jumlah saham syariah dan kapitalisasi ISSI mencerminkan penguatan pasar modal syariah Indonesia dalam satu dekade terakhir. Kenaikan jumlah investor juga menunjukkan meningkatnya inklusi dan literasi investasi syariah di masyarakat.

Penyelenggaraan Elevate 2026 menjadi salah satu upaya BEI dan regulator untuk memperluas pengembangan pasar modal syariah nasional. Momentum ini berpotensi memperkuat posisi Indonesia di industri keuangan syariah global.

FAQ

1. Berapa jumlah saham syariah di BEI saat ini?
Per 13 Mei 2026 terdapat 673 saham syariah di Bursa Efek Indonesia.

2. Berapa kapitalisasi pasar ISSI?
Kapitalisasi pasar ISSI mencapai sekitar US$399 miliar.

3. Apa itu ISSI?
ISSI adalah Indeks Saham Syariah Indonesia yang mencerminkan kinerja saham syariah di BEI.

4. Kapan Elevate 2026 berlangsung?
Elevate 2026 berlangsung pada 20–23 Mei 2026.

5. Apa tujuan Elevate 2026?
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi, inklusi, dan branding pasar modal syariah Indonesia di tingkat global.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.